ya..
ini memang misteri yang harusnya lebih menarik dari "apakah ada alien diluar 
sana", yaitu "mengapa film horor banyak dibenci tapi tetap laris?"

^_^

baru baca koran, tingkat buta huruf di Jatim kedua tertinggi dari seluruh 
Indonesia. Maksud gw: HOI..! boro-boro menilai kualitas film, yang buta huruf 
aja masih banyak..! tapi ya entahlah, masa mayoritas mereka bisa / mau membayar 
untuk masuk bioskop? paling tontonan mereka ya bajakan kan?

nah terus.. bagaimana cara pihak PH mensurvey selera penonton sehingga mereka 
alergi sci-fi? Glitch bahkan tidak masuk kota tertentu.. dan tetap pada aliran 
mainstream horor&adult comedy? siapa penonton yang mereka survey? itulah 
pertanyaan nya.

Lalu ada Henry Riady, sutradara termuda baru umur 23 ya kalo ga salah? walaupun 
ia cukup idealis & berpendidikan tinggi, anaknya James Riady, tetap saja dia 
nda berminat buat film sci-fi tuh. jadi, akhirnya, siapa yang mau?

kalau pun ada yang mau, siapa yang mau mensponsori?

kalau pun ada yang mensponsori, katakanlah dari donasi indo-ST, siapa yang mau 
nonton?

^_^ vulcan pun mungkin tidak tau jawabannya ~_~

--- In [email protected], "iful_17sb" <iful.sp...@...> wrote:
>
> Dilematis memang!
> Sudah 2 eh 3 kali ikut diskusi. yg ujung2 tergantung selera pasar 
> (masyarakat). intinya kenapa pusing2 buat film bagus, yg jelek saja 
> menguntungkan koq (berarti masyarakat menyukai, toh). 
> he he kayak diskusi telur dan ayam, mana yg duluan
> - memperbaiki selera masyarakat supaya industri film menghasikan film 
> bermutu....
> - atau memperbaiki kualitas film agar selera masayarat menjadi naik.
> 
> Jawabannya: pendidikan. (wah...koq ngga nyambung ya)..eh satu lagi j 
> pengetahuan(wawasan) yg luas (lho malah makin jauh aja ya).
> 
> Kita disini pasti punya keduanya, karena kita punya akses dan pengetahuan 
> sebagai referensi untuk membandingkan dan memfilter mana film yg bagus mana 
> yg tidak. 
> 
> Coba saja kita berimajinasi menjadi pedagang pasar tradisionil yg becek 
> bekerja sejak remaja dari pagi subuh hingga sore...tapi suskses jadi 
> pedagang, sehingga punya ongkos sesekali nonton ke gedung bioskop tak ber THX 
> (emang dia perduli) di kota kecilnya. Atau membeli pemutar VCD, Apa yg dia 
> pilih cuma hiburan dari kerja yg penat. Yang simple-simple aja,.sesuatu yg 
> menghibur kebutuhan hasrat yg sederhana saja. Puas melihat hasrat 
> biologis...eh bukan berarti sex daong lho. artinya kesenangan yg kasat mata. 
> Melihat sinetron dng rumah mewah, gedong bak istana (ngga perlu tau cara 
> buatnya), senang lihat artis dng akting yg berlebih-lebihan dan 
> diulang-ulang. Mereka tak akan pusing2 mikirin apa yg dibisikkan Q ke Picard 
> he he he rumit amat sih.
> ...Dan Jumlah orang pekerja keras dan ingin hiburan yg gampang2 aja karena 
> keterbatasn pendidikan dan akses untuk mendapatkan wawasan yg beragam dan 
> luas spt ilustrasi diatas sangat banyak di Indonesia.
> 
> jadi maklum aja...padangan stereotip ttg film Indonesia. 
> ehmm....mungkin mentri yg dimaksud bukan mau menghimbau untuk mencitai film 
> Indonesia, tapi menghimbau untuk:
> "memaklumi film Indonesia"....ini rasanya lebih tepat, bukan?
> 
> /ivul
> 
> 
> 
> --- In [email protected], Ario at Yahoo dot Com <progexprotv@> 
> wrote:
> >
> > 
> Tapi iyalah, intinya saya cuma mengajak rekan-rekan untuk tidak dengan mudah 
> mencerca (saja) film Indonesia, tapi juga diiringi dengan dukungan. 
> Harapannya, dukungan ini akan mengarah ke perbaikan. Sukur-sukur, film 
> sekualitas Star Trek akan tercapai 40-50 tahun mendatang.
> > 
> > 
> > Ario
> > 
> > 
> > 
> > ________________________________
> > From: "royspangayoman@" <royspangayoman@>
> > 
> > Mslhnya film2 Sci-fi kaya StarTrek tuh penggemarnya cuma org2 yg punya IQ & 
> > fantasy yg tinggi, yg notabene ngak dipunyain oleh 90% rakyat Indo.
> > 
> > 
> > 
> > -----Original Message-----
> > From: Firandia Ko <firandiako@>
> > 
> > 
> > Ya ampuun saya tu nunggu film startrek disini gak pernah masuk..kecewa bgt 
> > sama grup 21, malah milih film2 yang gak mutu dan cenderung mengekploitasi 
> > perempuan. PAdahal banyak yg bisa di pelajari di film2 startrek, Leadership 
> > (Picard...!!!!! :D)..technologi (Warp engine, teleportm holodeck). 
> >
>


Kirim email ke