pertanyaan yang masih menggelitik; dari sekian banyak orang indonesia yang secara finasial stabil, kenapa belum ada satupun yang kayak Kang Steve Fosset (http://en.wikipedia.org/wiki/Steve_Fosset) ato KAwan Richard Brason (http://en.wikipedia.org/wiki/Richard_Branson), yang cita2nya sederhana: naek balon keliling bumi...
Apa batas aktualisasi diri khas melayu: rumah gedong, mobil kinclong. Dan kehidupan berhenti... :) Puguh --- In [email protected], "sulistp" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ada masalah kultural. > Indonesia sebagai bangsa tidak punya kultur penjelajahan dan > petualangan. > Mentok2 mudik Lebaran. > > Maaf bagi Anda yang merasa berjiwa dan bertradisi petualang, > tengoklah berapa orang di sekeliling Anda yang seperti Anda. > Anda minoritas! > > Tommy Tomahawk > > --- In [email protected], joko santoso > <devratodeswa@> wrote: > > > > Pangsa wisata mayoritas bukan remaja tapi dari yang berduit. > Naasnya, yang berduit umumnya sudah mapan dan tidak punya waktu > luang. Makanya mereka lebih senang 'serba ringkas serba beres'. > Ikut tour. Dengan target remaja, sebenarnya iklan itu tepat > sasaran. Remaja bisanya punya waktu longgar dan dapat uang dari > orang tuanya. Bukankah ada kiat klasik "jika ingin menguras kantong > orang tua pikatlah anaknya?" Tengok saja industri musik dan mode. > Mana pangsa terbesarnya? > > > > Kalau mau sedikit nakal, membidik remaja itu sifatnya mirip > indoktrinasi .. he-he-he. Dari sebelum bisa mencari uang sendiri > telah ditanamkan anggapan bahwa wisata (backpacking) itu bukan > sekadar buang duit. Harapannya tentu menyusupkan wisata > (backpacking) ke dalam senarai kebutuhan hidup. Jika ini berhasil, > saat remaja tadi hidupnya mapan ia tetap berwisata (backpacking). > Bisa saja kemapanan mengubah gaya jalan-jalannya. Tapi yang lebih > penting adalah ia berwisata (backpacking) lebih karena > alasan 'ideologis' ketimbang dalih 'punya duit lebih'. > > > > Maaf kalau ada yang tersinggung. Seiring peningkatan kualitas > hidup, orang perlu 'pentas' lebih luas untuk > mengekspresikan 'kelebihannya'. Salah satu yang dirambah adalah > dunia wisata. Jika hal buruk tak dapat dihindari dan 'tak ada lagi > uang lebih', mereka akan mencoret wisata (backpacking) dari daftar > kebutuhannya. Bagi yang backpacking karena 'ideologi' agak mustahil > menghilangkan rasa ketagihan jalan yang sudah meracuni jiwa- raganya. > Apapun akan ia upayakan, seperti misalnya berhemat, agar bisa > menabung untuk jalan. > > > > Bagi para pelaku bisnis wisata, pejalan karena 'punya duit lebih' > umumnya lebih disukai. Umumnya merka lebih 'royal' membelanjakan > uang. Sebaliknya yang jalan karena 'ideologi' lebih rewel dan maunya > serba irit .. he-he-he. > > > > Salam dari Sangatta > > > > > > > > -----Original Message----- > > From: [email protected] > > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Laila Aryani > > Sent: Tuesday, October 02, 2007 5:24 PM > > To: Indobackpacker > > Subject: Re: [indobackpacker] Lagu rasa Sayange?? > > > > udah liat iklan pariwisatanya Indonesia? > > kok kata2 himbauannya (kalo ga salah denger) > > "hai remaja Indonesia...." > > lha kok cuman remaja aja sih? > > segmen pariwisata ga cuman untuk remaja. > > mungkin maksudnya supaya nginetin ke para remaja untuk lebih cinta > > negeri ini. > > > > > > > > __________________________________ > > Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos. > > http://sg.movies.yahoo.com/ > > >
