Saya setuju dengan Betti, petualang itu karena hobi dan saya tambahkan juga karena keturunan (gen), bukan karena kaya atau miskin. Kalau hal ini saya benar-benar alami sendiri, jadi bercerita sedikit. Saya bilang keturunan, karena alm. Bapak lahir didesa kecil (yang listrik saja baru masuk kedesa tersebut beberapa tahun terakhir ini, bayakngkan betapa primitifnya desa itu waktu Bapak saya lahir) di pulau Bangka. Waktu kecil beliau sudah bercita-cita mau keliling dunia (padahal TV saja belum ada) dan salah satunya ingin menginjakkan kakinya New York. Sebelum meninggal (22 tahun yang lalu) beliau sudah keliling2 Asia, dan pas saya lulus SMA kami ke singapore (karena dari Pulau Bangka lebih dekat daripada ke jkt) untuk apply visa US di kedutaan US di Singapore. Inilah mungkin kesalahannya kenapa apply disana tidak di jkt, sehingga visanya ditolak. Saya melihat Bapak saya menangis. Kita coba lagi di Jkt, ditolak lagi. Dan akhirnya Bapak hanya keliling Eropa. Sekarang satu anaknya di New York sudah 18 tahun (Hanya tangan Tuhan yang bisa membuat hal 'kebetulan' ini terjadi. Cerita dia sampai di NY juga rasanya tidak masuk akal - kalau ada yang berminat saya akan ceritakan hal ini). Jadi Bapak saya melihat NY dengan mata anaknya, karena adik saya bawa-bawa photo beliau dan ketika jalan-jalan photonya diarahkan ke Liberty, dll). Dan satu anaknya lagi setelah tinggal di New York juga, Singapore, di Mesir sekarang terdampar di Swiss, yang sebelumnya juga sudah hampir menjelajah seluruh dunia. Semuanya wanita. Dan saya juga merasa energi saya berlebihan ketika 'baru saja' memikirkan mau kemana, passionnya sangat kuat disitu. Apa ini tidak keturunan namanya, keturunan jalan-jalan. Satu hal lagi, pada punya tahi lalat dikaki.
Salam, sophie ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Betti Sent: Monday, October 08, 2007 9:35 AM To: [email protected] Subject: Re: [indobackpacker] Bangsa Bukan Petualang - Re: Lagu rasa Sayange?? Negara kita kan nyaman, sepanjang tahun matahari bersinar beda sama orang bule yang secara nature hobi traveling karena males di negaranya yg gelap dan dingin. Kalo menurut gue, traveling itu cuma masalah hobi aja. Kalo emang ngga hobi sebanyak apapun duitnya pasti nganggap traveling itu buang-buang uang, capek pula. Sama kayak orang hobi mancing, cuma mau ikan aja abisin waktu dan biaya banyak. On 10/5/07, sulistp <[EMAIL PROTECTED] <mailto:tommy%40jakweb.com> > wrote: > > Ada masalah kultural. > Indonesia sebagai bangsa tidak punya kultur penjelajahan dan > petualangan. > Mentok2 mudik Lebaran. > > Maaf bagi Anda yang merasa berjiwa dan bertradisi petualang, > tengoklah berapa orang di sekeliling Anda yang seperti Anda. > Anda minoritas! > > Tommy Tomahawk > > . > > > [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
