Permisi...ikutan gabung yah...kayaknya rame nih!!!dari masalah lagu bisa 
berkembang menjadi masalah gen.Huf...jauhnya....
  Tapi aku setuju dengan bu sophie tuh....sayangnya...gen yang diturunkan ke 
saya bukan keliling dunia (walaupun itu baru menjadi cita2).kebetulan beberapa 
tahun ini saya keluar masuk hutan dengan berbagai kondisi dari kalo buang air 
besar bawa mandau (karena masih suka ada buaya sliwar sliwer) sampai hutan 
dengan suasana komunitas sekitar sangat sensive dengan SARA, dari pantai yang 
panas sampai gunung yang dingin. kalo pas kejadian itu berlalu begitu aja,tapi 
pas inget2 aduh...ngeri juga.tapi apa mau dikata semua sebuah pembelajaran.
  Aduh jadi nglantur....selidik punya selidik....kakek saya dari papa seorang 
tentara didaerah terpencil di Lampung...sampai beliau menghembuskan nafasnya 
terakhir dia berada dihutan. adiknya adalah seorang pendaki, begitu juga dari 
mama, salah satu kakek saya petualang yang tak mengenal lelah (tapi sayang 
sampai sekarang dia belum ditemukan). Beda cerita dengan orang tua saya....yang 
hanya suka travelling dari satu kota ke kota lain. 
  Nah...cocokkan....?!saya juga gak pernah menyangka....pantang berada dikota 
untuk beberapa waktu...masuk hutan lagi!!!!selalu terdampar didaerah yang 
berbeda....seandainya Tuhan mendengar aku ingin ini berlanjut hingga nafasku 
berakhir.
  Ah....tapi betul juga kata bu melly...lingkungan juga sangat 
mempengaruhi....kebetulan satu angkatan kami waktu kuliah memang cewek2nya 
sekarang masuk hutan semua.hahaha...kami sampai memproklamirkan nama BLACK 
WOMEN ON TOP...biar cowok2 pada sirik.
  Best regard,
  http://qndroenxs.multiply.com

Melly Damayanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          ass.wr.wb

koq kedengarannya lucu hobby karena keturunan(gen). mungkin lebih tepatnya 
karena kondisi/didikan lingkungan yang membentuk karakter seseorang.

ortu-q gak ada yang doyan travel, tp anak2nya seneng klayapan(bhs. jawa 
travelling). karena semua anak2nya berada pada lingkungan (dalam hal ini bisa 
tetangga, lingkungan sekolah, atau komunitas lain) yang juga selalu melakukan 
perjalanan/petualangan.

tp ortu juga sangat berperan dalam perilaku seseorang. jadi semua itu 
tergantung individu dan lingkungan sekitar. apakah dia mau menjadi pioneer 
dalam melakukan perubahan kebiasaan (habit).

wassalam,
melly
----- Original Message ----- 
From: Sophie Nurbani 
To: Betti ; [email protected] 
Sent: Monday, October 08, 2007 10:24 AM
Subject: RE: [indobackpacker] Bangsa Bukan Petualang - Re: Lagu rasa Sayange??

Saya setuju dengan Betti, petualang itu karena hobi dan saya tambahkan
juga karena keturunan (gen), bukan karena kaya atau miskin. Kalau hal
ini saya benar-benar alami sendiri, jadi bercerita sedikit. Saya bilang
keturunan, karena alm. Bapak lahir didesa kecil (yang listrik saja baru
masuk kedesa tersebut beberapa tahun terakhir ini, bayakngkan betapa
primitifnya desa itu waktu Bapak saya lahir) di pulau Bangka. Waktu
kecil beliau sudah bercita-cita mau keliling dunia (padahal TV saja
belum ada) dan salah satunya ingin menginjakkan kakinya New York.
Sebelum meninggal (22 tahun yang lalu) beliau sudah keliling2 Asia, dan
pas saya lulus SMA kami ke singapore (karena dari Pulau Bangka lebih
dekat daripada ke jkt) untuk apply visa US di kedutaan US di Singapore.
Inilah mungkin kesalahannya kenapa apply disana tidak di jkt, sehingga
visanya ditolak. Saya melihat Bapak saya menangis. Kita coba lagi di
Jkt, ditolak lagi. Dan akhirnya Bapak hanya keliling Eropa. Sekarang
satu anaknya di New York sudah 18 tahun (Hanya tangan Tuhan yang bisa
membuat hal 'kebetulan' ini terjadi. Cerita dia sampai di NY juga
rasanya tidak masuk akal - kalau ada yang berminat saya akan ceritakan
hal ini). Jadi Bapak saya melihat NY dengan mata anaknya, karena adik
saya bawa-bawa photo beliau dan ketika jalan-jalan photonya diarahkan ke
Liberty, dll). Dan satu anaknya lagi setelah tinggal di New York juga,
Singapore, di Mesir sekarang terdampar di Swiss, yang sebelumnya juga
sudah hampir menjelajah seluruh dunia. Semuanya wanita. Dan saya juga
merasa energi saya berlebihan ketika 'baru saja' memikirkan mau kemana,
passionnya sangat kuat disitu. Apa ini tidak keturunan namanya,
keturunan jalan-jalan. Satu hal lagi, pada punya tahi lalat dikaki. 

Salam,

sophie

________________________________

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Betti
Sent: Monday, October 08, 2007 9:35 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [indobackpacker] Bangsa Bukan Petualang - Re: Lagu rasa
Sayange??

Negara kita kan nyaman, sepanjang tahun matahari bersinar beda sama
orang
bule yang secara nature hobi traveling karena males di negaranya yg
gelap
dan dingin.

Kalo menurut gue, traveling itu cuma masalah hobi aja. Kalo emang ngga
hobi
sebanyak apapun duitnya pasti nganggap traveling itu buang-buang uang,
capek
pula. Sama kayak orang hobi mancing, cuma mau ikan aja abisin waktu dan
biaya banyak.

On 10/5/07, sulistp <[EMAIL PROTECTED] <mailto:tommy%40jakweb.com> >
wrote:
>
> Ada masalah kultural.
> Indonesia sebagai bangsa tidak punya kultur penjelajahan dan
> petualangan.
> Mentok2 mudik Lebaran.
>
> Maaf bagi Anda yang merasa berjiwa dan bertradisi petualang,
> tengoklah berapa orang di sekeliling Anda yang seperti Anda.
> Anda minoritas!
>
> Tommy Tomahawk
>
> .
>
> 
>

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]



                         

       
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke