ass.wr.wb

koq kedengarannya lucu hobby karena keturunan(gen). mungkin lebih tepatnya 
karena kondisi/didikan lingkungan yang membentuk karakter seseorang.

ortu-q gak ada yang doyan travel, tp anak2nya seneng klayapan(bhs. jawa 
travelling). karena semua anak2nya berada pada lingkungan (dalam hal ini bisa 
tetangga, lingkungan sekolah, atau komunitas lain) yang juga selalu melakukan 
perjalanan/petualangan.

tp ortu juga sangat berperan dalam perilaku seseorang. jadi semua itu 
tergantung individu dan lingkungan sekitar. apakah dia mau menjadi pioneer 
dalam melakukan perubahan kebiasaan (habit).

wassalam,
melly
  ----- Original Message ----- 
  From: Sophie Nurbani 
  To: Betti ; [email protected] 
  Sent: Monday, October 08, 2007 10:24 AM
  Subject: RE: [indobackpacker] Bangsa Bukan Petualang - Re: Lagu rasa Sayange??


  Saya setuju dengan Betti, petualang itu karena hobi dan saya tambahkan
  juga karena keturunan (gen), bukan karena kaya atau miskin. Kalau hal
  ini saya benar-benar alami sendiri, jadi bercerita sedikit. Saya bilang
  keturunan, karena alm. Bapak lahir didesa kecil (yang listrik saja baru
  masuk kedesa tersebut beberapa tahun terakhir ini, bayakngkan betapa
  primitifnya desa itu waktu Bapak saya lahir) di pulau Bangka. Waktu
  kecil beliau sudah bercita-cita mau keliling dunia (padahal TV saja
  belum ada) dan salah satunya ingin menginjakkan kakinya New York.
  Sebelum meninggal (22 tahun yang lalu) beliau sudah keliling2 Asia, dan
  pas saya lulus SMA kami ke singapore (karena dari Pulau Bangka lebih
  dekat daripada ke jkt) untuk apply visa US di kedutaan US di Singapore.
  Inilah mungkin kesalahannya kenapa apply disana tidak di jkt, sehingga
  visanya ditolak. Saya melihat Bapak saya menangis. Kita coba lagi di
  Jkt, ditolak lagi. Dan akhirnya Bapak hanya keliling Eropa. Sekarang
  satu anaknya di New York sudah 18 tahun (Hanya tangan Tuhan yang bisa
  membuat hal 'kebetulan' ini terjadi. Cerita dia sampai di NY juga
  rasanya tidak masuk akal - kalau ada yang berminat saya akan ceritakan
  hal ini). Jadi Bapak saya melihat NY dengan mata anaknya, karena adik
  saya bawa-bawa photo beliau dan ketika jalan-jalan photonya diarahkan ke
  Liberty, dll). Dan satu anaknya lagi setelah tinggal di New York juga,
  Singapore, di Mesir sekarang terdampar di Swiss, yang sebelumnya juga
  sudah hampir menjelajah seluruh dunia. Semuanya wanita. Dan saya juga
  merasa energi saya berlebihan ketika 'baru saja' memikirkan mau kemana,
  passionnya sangat kuat disitu. Apa ini tidak keturunan namanya,
  keturunan jalan-jalan. Satu hal lagi, pada punya tahi lalat dikaki. 

  Salam,

  sophie

  ________________________________

  From: [email protected]
  [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Betti
  Sent: Monday, October 08, 2007 9:35 AM
  To: [email protected]
  Subject: Re: [indobackpacker] Bangsa Bukan Petualang - Re: Lagu rasa
  Sayange??

  Negara kita kan nyaman, sepanjang tahun matahari bersinar beda sama
  orang
  bule yang secara nature hobi traveling karena males di negaranya yg
  gelap
  dan dingin.

  Kalo menurut gue, traveling itu cuma masalah hobi aja. Kalo emang ngga
  hobi
  sebanyak apapun duitnya pasti nganggap traveling itu buang-buang uang,
  capek
  pula. Sama kayak orang hobi mancing, cuma mau ikan aja abisin waktu dan
  biaya banyak.

  On 10/5/07, sulistp <[EMAIL PROTECTED] <mailto:tommy%40jakweb.com> >
  wrote:
  >
  > Ada masalah kultural.
  > Indonesia sebagai bangsa tidak punya kultur penjelajahan dan
  > petualangan.
  > Mentok2 mudik Lebaran.
  >
  > Maaf bagi Anda yang merasa berjiwa dan bertradisi petualang,
  > tengoklah berapa orang di sekeliling Anda yang seperti Anda.
  > Anda minoritas!
  >
  > Tommy Tomahawk
  >
  > .
  >
  > 
  >

  [Non-text portions of this message have been removed]

  [Non-text portions of this message have been removed]



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke