gue lbh condong merasa didikan yang ada sekarang yang jadiin traveling bukan
item yang penting dan tidak masuk dalam skala prioritas, bahkan buat yang sudah
mapan dan mampu sekalipun.
nah berhubung gue orang batak ada petuah yang bilang orang tuh dilinag dah
JADI klu mereka punya : Hamoraon, Hagabean dan Hasangapon ( ngerti ngga?...
yang lain bisa terjemahin kali :) soalnya gue jg rada kurang bisa jabarin ...
klu menurut gue harta -nama - anakcucu.
kemudian ini digemakan turunmenurun terus menerus... jadi sudah kaya gen
turunan.
mengubah pola pikir yang sudah meng-gen ini mungkin bisa dengan trend,
teknologi, pengalaman , ubah pola pandang ,informasi , tekanan etc... etc....
fiscal gratis , paket tour discount etc.. etc bisa jadi insentif ...tapi ngga
jamin itu bisa ubah pola pikir.
gue mungkin agak mutan krna setelah jd karyawan yang pola
kerja-penghasilan-libur dll kaya jam dinding ... pasti seumur hidup hingga mati
he..he...
ya travelling jadi sarana gue memotivasi diri ... dan pada perjalannanya
mengubah banyak prioritas gue .
gue yakin kita ini semua kaya nenek moyang kita kok.... seorang pelaut yang
gemar mengarungi luas samudra ... namun bukan bukan cari diut aja tapi buat
memperkaya batin juga :)
Ray Indra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mungkinkah salah satu penghambat naluri menjelajah adalah gara2
fiskal?
Indonesia adalah salah satu negara terakhir di dunia yang masih membatasi
rakyatnya sendiri untuk keluar negeri.
Ini menyebabkan hanya yang kaya yang berhak melihat2 dunia dan mengembangkan
wawasan, sedangkan yang muda dan berpotensi dikurung dan pikirannya menjadi
sempit.
Padahal, kesempatan terbesar manusia Indonesia untuk keluar dari dunianya dan
mencari petualangan baru adalah saat muda, 19 - 25 tahun, di mana belum terikat
oleh kewajiban bekerja dan keluarga. Dengan adanya fiskal, membuat anak2 muda
yang belum berpenghasilan ini tidak dapat melihat sisi-sisi dunia yang lebih
maju atau mencari ide untuk pengembangan diri dan negeri.
Generasi yang terbiasa terkungkung ini dapat menjadi hilang naluri
mengembangkan dirinya, karena tidak terbiasa mengambil risiko dan mencari dunia
baru.
Secara psikologis, generasi terkungkung ini pun dapat menjadi:
1) Menjadi kerdil dan sangat menghamba bule - karena yang dilihat hanya bule
kaya (padahal di negerinya bule yang sama bisa cuma sekedar kerja kasar).
atau
2) Paranoid dan malah membenci berlebihan segala yang asing - mungkin karena
pelampiasan minder dalam hati, atau xenophobia.
Bagaimana menurut teman2?
Recent Activity
64
New Members
1
New Files
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Backpacking travel insurance
Backpacking travel
Y! Sports for TV
Access it for free
Get Fantasy Sports
stats on your TV.
Yahoo! Finance
It's Now Personal
Guides, news,
advice & more.
Yahoo! News
Sexual Health
Get important
sex health news
.
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]