Sedikit share pengalaman,...saat pendakian argopuro di pertengahan agustus kemarin, saya sempat saling bertukar pengalaman dengan teman-teman pendaki,...di tengah pembicaraan, saya menanyakan tentang rencana pendakian mereka selanjutnya,
ternyata sebagian besar masih belum berani berencana karena masalah keterbatasan waktu. Untuk ke argopuro saja sudah menghabiskan hampir seluruh jatah cuti setahun. Saat ditanya balik, saya hanya menjawab bahwa saya bisa trekking kapan saja, namun karena masih merasa newbie, saya tidak berani trekking ke gunung yang belum pernah saya naiki. Jadi selama ada temannya saya sih oke-oke saja. Semua ini bisa saya lakukan karena sejak semester dua saya sudah membangun usaha sendiri, namun ini hanya membantu di masalah waktu. soal duit, yahh uangnya diputar dulu.... Punya usaha sendiri juga nggak membantu di masalah niat, lagipula sebagian besar enterpreneur juga nggak senang backpacking kan ? paling sekedar travelling. Dan kalaupun ada pebisnis sukses seperti Om Branson yang senang kemana-mana, dia sudah pasti banyak mengorbankan masa mudanya untuk membangun kendaraan bisnis yang uangnya bisa membantunya jalan-jalan. Saya tidak mau kehilangan energi fisiknya orang muda. Point yang ingin saya sampaikan, kalo mau backpacking, selalu saja ada yang harus diprioritaskan sehingga terpaksa ada yang harus di nomorduakan, entah karir, waktu dengan keluarga, terpaksa melajang lebih lama, atau hubungan anda dengan Tuhan. Di zaman dahaga spiritual seperti ini, tenaga saya dan anda dibutuhkan dalam dakwah (sesuai agama masing-masing), dan itu sulit dikombinasikan dengan backpacking. Kalaupun ada, cuma setahun sekali,... apa cukup buat "manusia" seperti kita ? Soal fiskal,...nggak berani komentar,...saya baru keliling Sumatera dan sebagian kecil Jawa,...masih banyak "PR" yang belum selesai, habissss.....keracunan indobackpacker sih :) Rian Asri, male 26 -Surabaya- --- In [email protected], Aris <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > diskusi yang seru sekali, tentang Bangsa Petualang! > > nah, saya kebetulan punya anak, sekarang baru 2,5 tahun.. ajakanya, > lucu! gara2x sudah di ajarkan jalan-jalan ke daerah remote, anak makin > senang dengan Kehidupan.. > dan Naik Gunung yuk katanya? > > adventure identik dengan biaya mahal tapi terkadang sangat murah, kalau > mau murah pilih independent travelling dengan Full fasiltas public > transport, nggak heran kalau ke Negara tetangga lebih murah, karena > mudah.. transport banyak, ongkos pasti murah... > > kalau semakin berpetualang, tentu kocek harus lebih dalam di rogoh, > semakin rumit dan remotest destinasi, ini pasti semakin mahal... > sayangnya, indonesia dengan alam yang luas, kurang promosi, karena kalau > suka adenture, berapapun biaya akan di kumpulkan, termasuk > Makan Nasi Tempe saben dino (ngirit abis tiap hari, dan tabung uang > untuk menjelajah)... > banyak backpacker bule yang lakukan ini, > dan biasanya orang-orang yg suka berpetualang, emang sudah di ajarkan > dari kecil sama ortunya, dan diajari banyak hal yang di dapat dari > alam.. , bukan faktor gen atau keturunan, tapi bagaimana kita mengajari > anak - anak kita! pendidikan di sekolah kita.. > > tentang bangsa petualang? saya jadi ingat dengan heinrich harrer, dulu > waktu mau xpedisi ke carstensz, dia bawa team dari suku Dayak! orang > dayak punya kemampun bagus di Hutan, Sungai.. dan Alam bebas lainnya, > dan kemampuan berpikir cepat di dalam kondisi yang sangat sulit! > > herannya, sekarang saya lebih melihat orang Indonesia kok cepat Panik > dan sangat Penakut! > apalagi kalau takut hilang uang atau barang > > sebenernya, kalau mau berpetualang menurut aku sih, emang harus berani > memulai, uang jangan di jadikan alasan utama untuk berjalan / > travelling, dan yang penting punya keinginan dulu.. > > pusing mikirin cuti? saya biasa nya menyuruh HRD membaca ulang surat > perjanjian kerja kalau cuti d tolak, atau... ya Kabur aja! ini kan > kerja, bukan mau di jajah sama Bos...! mosok hak cuti dia atur sama > atasan? manusia itu bukan mesin Uang, dan Butuh liburan walaupun kadang > Company suka iming2x dengan Piknik..hehe, > > salam > ARIS
