Andre, dari tulisan kamu, saya menangkapnya, kamu berpendapat kalo backpacking itu hanya untuk orang2 yang "berduit" (correct me if I'm wrong)...well, anggapan yang salah, karena menurut saya, istilah "backpack" justru travelling dengan budget yang bisa ditekan sekecil2nya. Sebagai contoh, saya sudah travelling dari masa kuliah ke pelosok jawa - bali hanya bertiga dengan teman wanita, dengan budget anak kuliah ngeteng dari satu bus ke bis lain, angkot ke angkot lain, sampe ngojek2 segala, sampe pernah numpang truk juga, hehe dan modalnya juga punya kenalan di suatu tempat yang bisa di inepin atau paling enggak yg bisa kasih tau tempat2 murah meriah untuk budget terbatas (karena jaman dulu blom ada internet dan milis2 adventure seperti sekarang). Dan saya kira, generasi jaman sekarang jauh lebih beruntung karena banyak nya informasi mengalir yg bisa didapat secara cepat dan sekaligus bisa di share kepada orang lain nah kalo travelling keluar negri, beberapa orang memang dilahirkan dengan keberuntungan secara financial, tapi banyak orang yang harus menabung bertahun2 terlebih dahulu agar impian nya travelling ke suatu negara terlaksana. Salah satu cara yang paling menantang dan menarik travelling gratis ke luar negri adalah dengan mengambil beasiswa sekolah keluar negri seperti andrea hirata, jadi pendidikan dan jalan2 dua2nya dapat, tapi tentu saja tidak semua orang dilahirkan dengan otak secerdas itu (not me anyway, hehe). tapi sebenernya kalo dipikir2, yg nge trend sebenernya bukan hanya travelling a la backpackers, tapi travelling dalam arti "bepergian" itu sendiri, karena beberapa tahun belakangan ini antusias orang2 dalam menjelajah tempat manapun juga sudah semakin tinggi, baik di dalam maupun di luar kota/luar negri...nggak usah yg jauh2 deh, yang di Jakarta aja bisa bepergian ke berbagai museum, atau mungkin jauhan dikit bisa jalan2 ke puncak, bogor, bandung, dengan menggunakan kendaraan umum jadi budget seharusnya bukan menjadi kendala atau alasan untuk tidak bepergian. karena kalo ada niat, ada jalan... *just my two cent* salam, deedee
----- Original Message ---- From: Stefanus Andree TW <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, September 9, 2008 4:34:08 PM Subject: [indobackpacker] Hobi Adventure/Jalan-jalan mengorbanan kemapanan di masa depan Pleasure is a Precious thing... Itu lah yang saya dengar dari teman kantor di sebelah saya. Singkat, namun tepat. Saya tidak pandai menulis, tapi saya coba tuangkan apa yang saya maksud dalam corat coret sederhana ini. Kerap kali saya terheran-heran dengan beberapa teman di indobackpacker. Mereka seperti punya sayap, bebas pergi kemana pun mereka mau. Dan memang terlihat fun sekali. Sering kali saya bertanya dalam hati, bagaimana mereka merencanakan masa depan mereka jika setiap kali mereka jalan-jalan terus. Bahkan baru-baru ini saya baca ada istilah 'mumpung masih muda, hayo keliling dunia'. Yah mungkin tidak persis seperti itu, tapi kira-kira itu lah maksudnya. Dan juga, ada ide untuk bekerja di luar negeri dan dananya dipakai untuk jalan-jalan. Tidak ada yang salah memang, dan saya tidak bertujuan menyalahkan sesuatu atau siapapun. Hanya saja, kalau saya merencanakan kerja di luar negeri, itu sudah terbayang, bagaimana dan berapa yang harus saya cari. Berapa yang harus saya sumbangkan ke orang tua saya. Dan lain-lain. Jalan-jalan, mungkin adalah kegiatan yg dapat dilakukan 1 tahun sekali. Jika memungkinkan, saya juga ingin punya sayap dan terbang kemana pun saya mau, yah.. seperti yang beberapa teman lakukan. Melihat keindahan-keindahan dan keunikan dari dunia. Tapi bagi saya sekarang ini, Adventure adalah sesuatu yang akan mengorbankan kemapanan di masa depan. Yah... sejak saya orang yang pas-pas an dan bertanggung jawab atas kehidupan keluarga (orang tua) saya. Mungkin dari teman-teman 'bersayap' ada yang bisa sharing, mengenai hal ini, bagaimana kalian fun dan membuat segala sesuatunya aman bagi masa depan kalian. *Teman-teman 'bersayap' yang saya maksud adalah orang-orang yang kegiatannya bisa dikatakan adventure terus, yah... seperti mbak tari mungkin. Dia bisa lompat dari satu tempat ke tempat lainnya, kalau saya, pasti sudah mikir masalah beaya, dan sisa umur produktif saya kalau mau dihabiskan 1 tahun tuk adventure sambil kerja di Ausi misalnya... Yah smoga bahasa pas-pas an saya bisa menyampaikan apa maksud saya ke rekan-rekan pembaca. Thx Regards, Andree [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
