Mas Joko, dan semuanya.
He..he..he.. maaf yah, sebetulnya bukan maksud saya mensejajarkan bunga 
bangkai itu dengan karya budaya yang dicuri. Inti email saya, adalah lebih 
teguran pada diri sendiri dan sharing pikiran aja, karena baru ajah 'ngeh" 
kalau kebanyakan "penghuni" Indonesia ini kurang lebih bersikap seperti 
saya ini. Tidak perhatian ! Baru punya perhatian setelah orang ramai wira 
wiri ! Mungkin karena kita sudah disibukkan dengan banyak hal lain, 
sehingga cikal bakal "pembajakan" yang sebetulnya banyak beredar di depan 
mata dianggap jadi hal biasa saja. Tidak peduli ! 
Itu sebabnya  saya tulis juga, ... pertanyaannya gak perlu dijawab, yang 
bisa jawab kita sendiri ajah.

Yah, mungkin kita mulai bisa buat lebih perhatian dari sekarang, mulainya 
dari diri kita aja lah, jangan berharap mulai dari orang lain, apalagi 
dari instansi macam Deparbud, kalau kita pribadi aware dan mau jaga dengan 
baik, paling nggak, mudah - mudahan, tanpa kita perlu ribut - ribut 
nyalahin orang lain, dunia  juga akan tahu dengan sendirinya, aslinya, 
sesungguhnya suatu karya budaya itu berasal dari mana..... 

Oke... no heart feeling...

Salam dari Jakarta,
 Julia 
[email protected]





joko santoso <[email protected]> 
Sent by: [email protected]
29/01/2009 22:26

To
[email protected]
cc

Subject
Re: [indobackpacker] Re: plang iklan truly Malay (Surat Cinta Kepada 
Kementrian Kebudayaan Malaysia)




Maaf mbak .. bunga bangkai tidak bisa disejajarkan dengan batik, reyog, 
angklung, atau wayang kulit.  Terlalu sombong jika kita mengklaim hanya 
milik negeri ini karena (kebetulan) Thomas Stamford Raffles melihatnya di 
Bengkulu.  Sebagai sesama negeri tropis sangat mungkin bunga ini juga 
tumbuh di negeri jiran.
Apakah para pendaki akan marah lantaran edelweis dijadikan bunga nasioanl 
Austria?  
Tentu masalahnya akan berbeda jika, misalnya, Malaysia memasang gambar 
komodo untuk iklan pariwisatanya.  Adakah yang berani mengklaim panda 
sebagai binatang endemik kecuali Zhungguo (Cina)?  Siapa yang punya 
kanguru selain benua di selatan Nusantara? 

Salam dari Sangatta
29-Januari-2009



 




.

 



This email and any files transmitted with it may be confidential and may also 
be privileged. It is intended solely for the use of the individual or entity to 
whom they are addressed. 
If you are not the intended recipient, please email the sender immediately by 
replying to this message and delete the material from any computer.

The message is attributed to the sender and may not necessarily reflect the 
view of Croda International Plc, its subsidiaries or associates.

Part of Croda International Plc, registered in England no: 206132
Registered Office:  Cowick Hall, Snaith, Goole, East Yorkshire DN14 9AA 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke