yihaaa... trims atas koreksiannya - tadi juga postingan sebelumnya sudah dianulis, ternyata ada LP edisi pakistan, jangan2 edisi pakistan ini sama tidak komprehensifnya yak , kalo boleh tauk, tidak komprehensifnya dbanding apa ya? dbanding frommers/rough guide/DK/ catper petualang laen yg udah lewat negara maut itu?
- soal perang, no doubt about it, cuma yg bikin saya heran, kok LP bikin guide-nya pas 2007 gituh, taon segitu kan perang di afghan masih berlangsung, mari kita tanya om tony knp? - soal perbandingan mana yg paling bahaya.. yah samimawon kayaknya, saya belon ke afghan tapi pernah ke pakistan untuk liputan, tapi ngerinya ga ada bandingannya deh , semoga suatu saat saya bisa senekat bung agus/dikirim kantor ke afghan deh hehehe ________________________________ From: ambar.briastuti <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sun, June 20, 2010 1:11:09 AM Subject: [indobackpacker] Re: Resensi Buku Selimut Debu oleh Agustinus Wibowo Stevy, Saya sudah menyebutkan di resensi bahwa buku Selimut Debu adalah catatan perjalanan Agustinus Wibowo di tahun 2003 dan 2006, sebelum buku Lonely Planet diterbitkan di tahun 2007. (coba dibaca lagi deh..). Untuk catatan aja, bagi skala negara seperti Afghan buku LP edisi 1 itu menurut pengamat adalah paling tidak komprehensif yang pernah dihasilkan. Untuk koreksi saja, Afghanistan sudah dilanda perang era 70an. Sebelumnya Afghanistan adalah jalur backpacking paling favorit di tahun itu (Tony Wheeler -pendiri LP salah satunya yang melewati Afghan ketika dia menerobos ke Asia). Jalur ini dipakai para hippies Barat mencari 'pencerahan' di dunia Timur (India, Nepal, Tibet, Bhutan). Jalur ini disebut the Hippie Trail. Silakan dibaca cerita salah satu pelakonnya Richard Gregory disini http://www.richardgregory.org.uk/history/hippie-trail.htm Ketika USSR menginvasi Afghan, perang versi kontemporer udah dimulai. Saya bilang kontemporer (bicara soal rentang waktu disini sangat susah membedakan lampau-kini-sekarang). Jadi anggapan sejak 2007 "sudah dilanda perang" itu juga very arguable. Sejak invasi Uni Soviet itulah jalur hippies backpacker menjadi terputus dan tidak ada akses menuju tempat ini lagi termasuk daerah2 sekitarnya. Jalur ini kembali hidup ketika Amerika Serikat menginvasi Afghanistan pasca 9/11. Dalam catatan perjalanan Agustinus di seri Pakistan dan India, ia banyak bercerita soal perjanjian pemisahan dua negara ini oleh imperial Inggris yang disebut Partisi India. Bisa dibaca panjang disini: http://en.wikipedia.org/wiki/Partition_of_India Kashmir yang sekarang wilayah India, hampir mirip dengan Afghanistan setelah melalui masa Budha, Hindu dan akhirnya Islam kemudian terperangkap di sebuah negara India. Saya ngga bisa membandingkan Pakistan dan Afghanistan mana yang lebih berbahaya. Agustinus sempat bercerita ketika ia menumpang bis pertama pengangkut turis yang diperbolehkan melewati perbatasan Kashmir yang menjadi awal hubungan secara langsung. Dalam opini saya, setiap tempat itu unik. Afghanistan sendiri, banyak juga kok wilayah yang masih aman. Hanya karena dikuasai tribal (kepala suku) yang membuat susah untuk dipenetrasi. Wakhan Corridor itu misalnya. Sangat cantik dan sangat berbeda dibanding sisi Afghanistan yang lain. Salam, Ambar Note: Hippies adalah orang-orang Barat yang melakukan perlawanan kultural, politik dan religius pada kemapanan dan struktur negara saat itu. Salah satu 'pemberontakan' mereka adalah dengan mencari pencerahan dari dunia Timur yang dipandang lebih mulia, unggul dan kedalaman makna. Salah satunya kalau inget adalah The Beatles yang pergi ke India berguru pada Maharishi Mahesh Yogi. --- In [email protected], stevy maradona <stevy_republ...@...> wrote: > > ralat sedikit, > di dalam resensinya ditulis, afghanistan belum pernah dreview oleh konco2 di > lonely planet, sini salah, karena lonely planet edisi afghanistan sudah > beredar sejak 2007, > yang belum pernah direview oleh lonely planet adalah pakistan, dalam laman > lonely planet malah diberi travel advice, intinya : kami tidak menyarankan > plesiran ke daerah pakistan > ini rada aneh menurut saya, karena sejak 2007 afghanistan sudah dilanda > perang terus menerus en situasi keamanannya jauh lebih buruk (menurut saya) > dibanding Pakistan, > perang di afghanistan berlangsung di seluruh kota besar, sementara di > pakistan perang hanya terjadi di kawasan FATA maupun NWFP yang keduanya > terletak di sebelah barat negeri, > tapi memang soal bom mobil atau bom sepeda, pakistan rajanya, hampir tiap > hari ada bom di karachi-rawalpindi-lahore-islamabad-peshawar > > terlepas dari buku mana yang sudah dterbitkan oleh LP, menurut saya si agus > ini bener2 sableng, berpetualang di daerah konflik, saya salut sama dia! > > [Non-text portions of this message have been removed]
