Edisi LP Afghanistan tidak comprehensive karena beberapa alasan. Ketika
diterbitkan pertama 2007-pun sempat memicu kontroversial karena sepertinya
menganjurkan turis (visitor) melakukan perjalanan ke negara berbahaya,
daerah perang dengan resiko yang besar. Menurut saya sejarah Afghanistan di
LP dibuat dengan terburu-buru. Total cuma 255hal saja dibandingkan tebalnya
India yang mencapai 1100hal. Asumsinya adalah memang sedikit akomodasi dan
restaurant di Afghanistan. Itupun data yang tersedia di kota-kota besar
saja.   Backpacking tahun 70'an tentulah berbeda dengan era 2000an. Banyak
sekali perubahan baik sisi politik dan kultur. Dan kebanyakan yang travel
era awal tahun 2000an sharing melalui forum online seperti Thorntree-nya LP
karena lebih up-to-date.

Ada perbedaan yang jelas antara buku panduan (guide book) dengan buku
travelling (travel writing). Dan buku panduanpun banyak opini dan visi
sendiri. Sejauh yang saya tahu hanya LP yang 'berani' menulis guide book
(kontemporer) Afghanistan karena mungkin Pak Tony Wheeler pengen
bernostalgia dengan jalan2 hippies-nya dulu. Kebetulan tahun 2007 itu Lonely
Planet dibeli sebagian besar oleh BBC Worldwide (yups dibeli oleh kantor
berita Inggris). Kok bisa? Well, banyak banget sebabnya ngga nyukup
diceritain disini :)

Soal Bhutan, memang tidak termasuk dalam Hippie Trail Utama. Kebanyakan
orang yang kesana adalah para peneliti dan etnographer. (Sebagai cerita
lain: suami Aung San Syu Kyi tokoh demokratis Myanmar adalah Michael Aris,
seorang peneliti Himalaya di Oxford UK yang mengajar di Bhutan tahun 1972.
Beberapa tulisan traveller awal ke Tibet dan Bhutan pun kebanyakan adalah
menyamar ataupun tidak disebarkan demi kepentingan akademis. Cerita
penjelajahan awal di Himalaya seperti Heinrich Harrer Seven Years in Tibet
banyak mengungkapkan 'sumber-sumber' dia yang termasuk orang yang memasuki
negara tanpa diketahui autoritas ataupun orang yang memakai hubungan
diplomatik/militer).

Saya sendiri tidak tahu klaim dari Tenzing Norgay tentang Bhutan. Saya juga
belum pernah menemui pernyataan serupa dari anak lelakinya, Jamling Tenzing
Sherpa di buku semi autobiopgraphi-nya *Touching My Father's Soul*. Mungkin
kelewat. Ataukah klaimnya itu dikategorikan organised trip ketimbang
independen. Coba dilihat disini: http://extremewiki.com/wiki/Tenzing_Norgay

PS: Kawan saya beberapa tahun lalu (2004?) trekking ke Bhutan. Memang mahal
katanya, tapi dia emang tipe trekker bukan eksplorer alias ngga mau ngere
:)


Salam,
ambar




2010/6/19 Rio Indrawan <[email protected]>

>
> Koreksi lain mengenai Hippies trail yang ditulis oleh mbak Ambar, Rasanya
> Bhutan tidak pernah masuk hippies trail karena selain prosedur masuk yang
> mengharuskan turis didampingin guide dan juga tarif masuk ke negara ini yang
> besar (saat ini ratenya 250 USD/ hari harus dihabiskan untuk bisa masuk ke
> negara Bhutan)
>
> bahkan Tenzing Norgay , summiter pertama Everest adalah guide pertama yang
> berhasil membawa masuk turis Amerika pada tahun 1975
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke