Edisi Pakistan kebetulan saya punya dan bisa dibilang cukup komprehensif
 karena meliputi semua propinsi di Pakistan, yang dibahas hanya sekilas
hanyalah propinsi Azad Kashmir, untuk ini mungkin Stevy bisa cek disini



http://shop.lonelyplanet.com/Primary/Product/Destination_Guides/Country/India_and_Central_Asia/PRD_PRD_1943/Pakistan++the+Karakoram+Highway+Travel+Guide.jsp?bmUID=1276993954845



ini adalah edisi ke7 yang ditulis dan menurut saya memang tidak cukup
komprehensif dibandingkan India apalagi mereka belum melakukan update
edisi terbaru

contoh :

1. Kondisi Pakistan terkini yang setiap hari hampir pemboman

2. Jalur Karakorum Highway yang sekarang terputus dimana untuk menuju
Gilgit dari Sost kita harus menggunakan boat karena jalurnya terendam
banjir



sementara rough guide tidak mempunyai edisi Pakistan yang saya pernah
baca lainnya adalah Insight Guide yang lebih banyak foto2nya dibanding
guidenya



percaya atau tidak Pakistan adalah tujuan wisata yang cukup populer di
kalangan trekker dan mountaineer Singapore ( North Pakistan seperti
Giligit Baltistan ). Jadi soal perbandingan mana yang lebih aman saya
sih berpendapat Pakistan jauh2 lebih aman.



Koreksi lain mengenai Hippies trail yang ditulis oleh mbak Ambar,
Rasanya Bhutan tidak pernah masuk hippies trail karena selain prosedur
masuk yang mengharuskan turis didampingin guide dan juga tarif masuk ke
negara ini yang besar (saat ini ratenya 250 USD/ hari harus dihabiskan
untuk bisa masuk ke negara Bhutan)



bahkan Tenzing Norgay , summiter pertama Everest adalah guide pertama
yang berhasil membawa masuk turis Amerika pada tahun 1975



In January 1975, upon permission of the new king of Bhutan, Jigme Singye
 Wangchuck, Tenzing served as sirdar (guide) for the first
American tourist party allowed into the country (see Dragonfly Wars blog
 [1] and 28 June 1992
Boulder Daily Camera article, "Trek through Time," p. 1C, 3C).
Brought together by a company then called Mountain Travel (and now
called Mountain Travel-Sobek), the group first met Tenzing in India
before beginning the trek. The official trek began in Paro, northern
Bhutan, and included a visit to Tiger's Nest (Taktsang), the ancient
Buddhist monastery, before returning to India via Nepal and Sikkim.
Tenzing even introduced his group to the King of Sikkim (the last king
of that country, which is now a part of India), and brought them to his
home in India for a farewell celebration.



http://en.wikipedia.org/wiki/Tenzing_Norgay

--- On Sat, 6/19/10, stevy maradona <[email protected]> wrote:

From: stevy maradona <[email protected]>
Subject: Re: [indobackpacker] Re: Resensi Buku Selimut Debu oleh Agustinus 
Wibowo
To: "ambar.briastuti" <[email protected]>, 
[email protected]
Date: Saturday, June 19, 2010, 12:24 PM







 









      yihaaa... trims atas koreksiannya

- tadi juga postingan sebelumnya sudah dianulis, ternyata ada LP edisi 
pakistan, jangan2 edisi pakistan ini sama tidak komprehensifnya yak , kalo 
boleh tauk, tidak komprehensifnya dbanding apa ya? dbanding frommers/rough 
guide/DK/ catper petualang laen yg udah lewat negara maut itu?



- soal perang, no doubt about it, cuma yg bikin saya heran, kok LP bikin 
guide-nya pas 2007 gituh, taon segitu kan perang di afghan masih berlangsung, 
mari kita tanya om tony knp?



- soal perbandingan mana yg paling bahaya.. yah samimawon kayaknya, saya belon 
ke afghan tapi pernah ke pakistan untuk liputan, tapi ngerinya ga ada 
bandingannya deh , semoga suatu saat saya bisa senekat bung agus/dikirim kantor 
ke afghan deh hehehe



________________________________

Kirim email ke