Saya pernah menulis di milis ini dengan topik mirip subject di atas. Bedanya hanya di tulisan terdahulu saya beri huruf depan Q. Atas pertanyaan menyangkut syarat aplikasi visa Guatemala, saya beroleh 2 jawaban. Kedua jawaban pada intinya menjelaskan sulitnya syarat yang bisa dipenuhi. Kesulitan ini terasa berlipat karena saya berencana melakukan aplikasi di Ciudad de Mexico.
Perlu diketahui bahwa Guatemala membagi negara-negara di dunia ke dalam 3 kolompok (ini mirip sekali dengan yang diberlakukan Bolivia). Pertama, negara-negara yang warganya bisa masuk Guatemala tanpa perlu visa. Singapura dan Malaysia ada di dalam kelompok ini. Kedua, negara-negara yang warganya bisa melakukan aplikasi di kedutaan tanpa dikonsultasikan ke Kementrian Imigrasi di Guatemala City. Dalam kelompok ini ada Thailand dan Kamboja. Ketiga, consulted visa, yakni negara-negara yang permohonan visa untuk warganya perlu dikonsultasikan dulu ke Kementrian Imigrasi. Indonesia, Laos, Timor Leste, Afghanistan berbagi nasib dalam kelompok ketiga. Karena masuk dalam kelompok 3, terus terang saya pesimis bisa mendapatkan visa Guatemala. Consulted visa juga diberlakukan Mongolia hingga saya pun gagal mendapatkan visa tahun 2008 lalu meski melakukan aplikasi 3 kali: 2 kali di Beijing, 1 kali di Huheaote (Huhhot). Lantas apa saja syarat consulted visa tersebut? Sedikit di luar dugaan, email kedua yang saya layangkan ke Embajada de Republica de Guatemala di Mexico City beroleh jawaban. Yang membalas konsulnya sendiri. Syarat consulted visa itu sungguh tidak biasa. Di sana tidak diperlukan confirmed booking hotel maupun travel insurance, tapi ada 18 item yang harus dipenuhi. 8 item harus dipenuhi pemohon (aplicant), 10 item harus dipenuhi orang yang mewawancara! 8 item itu di antaranya copy paspor yang dilegalisasi dan supporting letter dengan copy ID dari orang yang menanda-tangani supporting letter. Jika semua syarat lengkap, visa akan diberikan dalam 3 pekan. Perihal putusan saya ke Mexico City lewat Belanda, banyak teman yang mempertanyakan. Mengapa tidak lewat Jepang saja yang visanya lebih gampang? Ke Mexico lewat US memang lebih murah dan lebih cepat jarak tempuhnya namun mohon maaf saya tidak punya mimpi menginjak US meski sekadar untuk transit. Lewat Belanda artinya harus aplikasi visa. Seorang teman berkelakar, ¨Berbahagialah pemegang paspor Indonesia karena sekedar transit pun diberi kesempatan untuk menambah stiker di lembaran buku paspor!¨ Saya di Belanda bukan sekadar transit tetapi harus menginap semalam. Dalam penerbangan pulang, jam ketibaan KLM di Schiphol tidak nyambung dengan keberangkatan MH (konon plesetannya Malaysian Hospitality) ke KL dan Jakarta. Putusan memilih lewat Belanda ini ternyata tidak sia-sia. Di surat balasan konsul Guatemala ada tambahan ¨important notice¨. Isinya menyebut bahwa jika pemohon visa (meski ada di negara kelompok ketiga) memiliki valid visa untuk Canada, US, dan Schengan syarat aplikasinya hanya 6 item. Jika semua syarat dipemuhi, tertulis jaminan ¨visa is granted immediately¨. Dari 6 item itu ada satu yang bagi saya belum jelas yakni copy of immigration card. Kartu yang mana? Dengan keluar dari Indonesia dan masuk Mexico setidaknya saya punya 2 kartu. Saat melapor ke KBRI Mexico City coba saya tanyakan syarat tersebut dan jawaban yang saya peroleh tetap kabur. Kamis, 17-Junio-2010, saya (dengan anak dan istri) sengaja mruput berangkat ke Embajada Guatemala. Kami terpaksa mruput mengingat kemacetan Mexico City di awal jam kerja tidak lebih baik ketimbang di Jakarta. Sehari sebelumnya kami sempat mendatangi kedutaan. Seguridad di sana bilang Embajada ¨esta cerrado¨. Bukankah belum jam 13.00 seperti dalam horario (jadual)? Seguridad dengan ramah menjelaskan bahwa petugas di kedutaan sedang ke aeropuerto. Dia menyarankan agar kami kembali datang besok pagi. Setiba di kedutaan, seguridad langsung menyilakan kami masuk ke ruang aplikasi. Kepada petugas yang menemui, saya perlihatkan print out dari email balasan konsul Guatemala. Dia menanggapi dengan minta paspor kami. Setelah dibaca sekilas ia masuk ruangan dan ketika kembali ia membawa 3 lembar formulir aplikasi. Lega rasanya hati ini. Ia memberi penjelasan di kolom mana nomor visa Mexico dan nomor visa Schengen dituliskan! Keenam syarat yang diminta segera saya lengkapi. Setelah diperikas dengan teliti satu per satu ia menanyakan apa kami membawa certificado de nacimiento (akte kelahiran) anak? Syukurlah bukan hanya copi akte kelahiran anak yang saya bawa, copy kartu keluarga pun saya serahkan. Saya coba jelaskan arti teks Indonesia ke dalam Spanyol. Komentarnya sungguh membesarkan hati, ¨Amigo .. este perfecto.¨ Tak berapa lama pertugas yang lain meminta kami membayar USD75 (untuk bertiga). Selang 1,5 jam (sembari nonton tayangan langsung Copa del Mundo Grecia lawan Nigeria) petugas tersebut meminta kami menandatangani bukti tanda terima. Ia jelaskan satu per satu teks yang tertulis di visa. Aplikasi kami diluluskan. Sebenarnya kami hanya minta 14 hari tetapi diberi 90 hari. Di bawahnya ada bonus kecil berupa tulisan yang jika saya terjemahkan artinya kira-kira visa ini bisa digunakan untuk masuk negara-negara CA-4. Apa itu CA-4? Keempat negara Amerika Tengah (Guatemala, Honduras, El Salvador, Nicaragua) membentuk semacam schengen. Bisa masuk ke salah satu negara artinya juga bisa masuk ke negara tetangganya. Tentang CA-4 ini masih akan kami tanyakan lagi di Imigrasi Guatemala. Apakah kami berkesempatan melihat situs Maya di Copan? Kalaupun tidak, diberi kesempatan untuk ke Tikal pun sudah sangat kami syukuri. Salam dari San Cristobal de Las Casas Sabado, 19-Junio-2010, hora 20:46 [Non-text portions of this message have been removed]
