---amat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> apakah kita masing-masing bisa menjawab pertanyaan di atas? jawabnya:
> bisa sekali.
>
> nasehat pendek ala zen: sadar diri.
> nasehat 'akademisi': berpikir komprehensip.
> nasehat kebatinan jawa: eling
lah, itu kan teori jawabannya. tapi kenyataan dilapangannya? apakah
semudah jawabannya itu?
tapi itu memang jawaban yang bagus dari pertanyaan tsb diatas. cuman
bisakah jawaban tsb menyelesaikan setiap permasalahan?
> amat:
> lho? mosok berbicara ukurannya 'berani' atau 'tidak berani'. bagi
> saya, bicara itu ya bicara. sokur kalau bicaranya ndalan, masuk akal,
> make sense. lebih sokur lagi kalau bicaranya 'weh reseping ati' alias
> menyejukken hati, memberi cahaya, menuntun pada pencerahan.
hmm..itu tadi kan menerangkan masalah konsekwensi to?
jadi saya ambil contoh salah satunya: 'berbicara'
nggih kang, apa yang sampeyan jelaskan diatas memang yang bagus2, tapi
didunia ini tidak semuanya bagus seperti itu. jadi kitapun sebaiknya
belajar memahami juga yang kurang bagus.
> amat:
> wah tamsilnya kok cubit-cubitan kayak lagu dan judul pilem kuno saja.
> lha mbok kalau bikin tamsil itu yang nggak pakai sakit-sakitan gitu.
> apalagi kalau tujuannya hanya mau menghentikan tindakan yang
> menyakitkan itu, i.e. 'sehingga tidak akan mencubit lagi'.
bukankah ada juga pepatah: bersakit-sakit dahulu, berenang renang
kemudian. berakit rakit ke hulu, bersenang senang ketepian.
eh..kebalik ya?
>
> mosok nggak ada tamsil lain yang pakai sakit-sakitan
> gara-gara dicubit. misalnya, kalau memang niatnya memberi, mbok nggak
> usah ngarep-arep pemberian orang lain. lha mbok kalau sudah niatnya
> mencintai, mbok nggak usah ngarep-arep dicintai.
wah, susah dong. kan yang paling enak itu 'saling', jadi kalo bisa, ya
saling memberi dan saling mencintai.
yang nggak enak itu memang saling menyakiti. jadi kalau orang nggak
mau disakiti, ya jangan menyakiti orang lain.
>
> mas jiman alok: 'neh kesenengen sing dicintai'. [kok enak?]
>
> yu senik mangsuli: 'walah mas.... rak luweh becik gawe senenge wong
> liya toh? timbangane gawe susah lan gelane wong liya?' [kan lebih
> baek bikin orang lain senang daripada sedih dan kecewa].
betul juga kang. itu idealnya. sedang didunia ini susah cari yang
ideal. apa semua orang mau mencintai orang lain yang sama sekali tidak
mau mencintainya, bahkan malah menyakitinya? kalau bisa itu memang
bagus sekali. dan tidak akan pernah ada yang namanya perang, bunuh2an
bakar2an dll.
>
> mas jiman: 'ya... ra umum' [tapi itu kan nggak normal/umum].
>
> yu senik: 'lho awite umum kan ya kudu ana sing wiwit ngumumake toh?
> lha nek ra ana sing miwiti, ya ora bakal umum. [lho
> supaya umum kan musti ada yang merintis toh]. coba sampeyan pikir,
> jaman mendiriken parte masih tabu, pak bintang dan budiman dan
> teman-temannya meretas tabu. sekarang jadi umum, setiap hidung kalau
> bisaa gitu ya mendiriken partay.'
>
nggih yu senik. memang yang baik2 itu harus mulai diumumkan. sekarang
kita mulai saja dengan yang baik2 yuk.....
(wis yo kang, diskusinya masalah ini...aku wis kesel je)
_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com