Setuju Pak....

----- Original Message ----- 
From: "Bango Samparan" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, February 04, 2009 9:47 AM
Subject: [is-lam] Kelirukah MUI? was Re: Menyikapi Fatwa MUI Yang 
Keliru,lanjutan


> MUI berijtihad, dan hasilnya mengharamkan golput. Secara logika, hal ini 
> sama sekali tidak keliru.
>
> Saya juga punya pertimbangan sendiri, dan saya menghalalkan golput untuk 
> diri saya dan teman lain yang golput. Secara logika, hal ini sama sekali 
> tidak keliru juga.
>
> Yang membedakan adalah premis-premis-nya saja, sehingga kesimpulannya 
> menjadi lain. Jadi, if - then saya berbeda dengan if - then MUI.
>
> Golput, bagi saya adalah upaya untuk memberi warning pada partai-partai 
> Islam, ada persoalan mendasar, yang mestinya harus diperbaiki, sebelum 
> menuntut kami untuk memberikan suara. Jika tidak, kami tak ridho 
> memberikan suara. Soalnya, yang kami tahu kami memang hanya punya suara, 
> tak lebih dari itu! Setelah itu, inisiatif mutlak di tangan partai melalui 
> anggotanya di legeslatif maupun eksekutif.
>
> Soal premis-premis inilah yang membuat, misalnya, mas AFR menyatakan 
> golput itu sudah pasrah duluan, tidak berikhtiar dulu, baru pasrah. Tak 
> ada yang salah juga dengan kesimpulan ini. Saya menghargai harapan-harapan 
> mas AFR untuk kami, para kepala batu, yang tetap nekad golput:-)
>
> PKS lewat HNW, misalnya, sebetulnya sudah "mendengar" warning kami, sayang 
> tindakannya bukan perbaikan, tetapi justru mengusulkan fatwa tersebut. 
> Bagi saya, ya sudah, kalau itu mau beliau.
>
> Diskusi kan hanya tukar menukar sudut pandang saja, jadi mengapa sih harus 
> pakai penghakiman yang tidak perlu?
>
> Salam hangat
> B. Samparan
>
>
>
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
> 


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke