Assalamu'alaikum

Ayo, KEMBALI KE LAPTOP .. (maaf Mas Too Cool, saya pinjam istilahnya)

Dari pada saling adu aji sirep ayo kita kembali ke laptopnya. 

Wassalam,

Wong

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Harry Sufehmi
Sent: Wednesday, February 04, 2009 12:42 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Balasan: Re: Menyikapi Fatwa MUI Yang Keliru, lanjutan

2009/2/4 A Nizami <[email protected]>:
> Iya.
> Jangan sampai kita membuat dosa dengan memakan daging
> bangkai saudara kita.
>
> Saya lihat Fatwa MUI setelah melihat langsung dari
> situs MUI sah2 saja. Di situ dijelaskan bahwa memilih
> calon yang Muslim amanah, dsb wajib, sementara yang
> tidak amanah, culas adalah haram.

Saya pribadi tidak setuju lho dengan fatwa golput MUI. Tapi,
insyaAllah tidak akan terlihat saya mencaci maki ulama disini  :-)

Sebagai muslim, kita punya kewajiban untuk meneladani Nabi saw.
Termasuk akhlak beliau yang mulia itu. Mudah-mudahan bisa kita jadikan
kenyataan, amin.


Salam, HS


> Kita harus ingat, untuk satu kasus seperti Pernikahan
> saja hukumnya bisa berbeda2. Bisa wajib bagi yang
> mampu dan tidak bisa menahan nafsu, bisa sunnah bagi
> yang mampu tapi masih bisa menahan, bisa juga haram
> bagi yang nikah tapi ingin menyakiti pasangannya.
>
> Berikut fatwa MUI dari situs mui:
>
> Dari situs MUI http://www.mui. or.id
>
> Apa pun putusan para ulama di MUI hendaknya kita
> hormati. Jangan sampai kita menghina sehingga kita
> seperti memakan daging bangkai saudara kita sendiri.
>
> "Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan
> orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh
> jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan
> jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan
> lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.
> Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan
> jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung
> ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan)
> yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang
> tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang
> zalim." [Al Hujuraat:11]
>
> [1409]. Jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah
> mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin
> seperti satu tubuh.
>
> [1410]. Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak
> disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan
> kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan
> seperti: hai fasik, hai kafir dan sebagainya.
>
> "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan
> purba-sangka (kecurigaan) , karena sebagian dari
> purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari
> keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama
> lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan
> daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu
> merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.
> Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha
> Penyayang." [Al Hujuraat:12]
>
> Wassalam
>
> Diktum Keputusan Fatwa Tentang Rokok
> Tanggal: 31 Januari 2009
>
> Setelah melalui draft awal, dilanjutkan dalam sidang
> pleno komisi, ditampung dalam tim perumus dan kemudian
> diajukan ke sidang pleno Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI
> yang berlang pada hari Ahad sore 26 Januari 2009,
> dicapai keputusan yang diktumnya sebagai berikut:
>
> 1. Seluruh peserta Sidang Pleno Ijtima' sepakat:
> a. bahwa hukum merokok tidak wajib,
> b. bahwa hukum merokok tidak sunat, dan
> c. bahwa hukum merokok tidak mubah.
>
> 2. Peserta Sidang berbeda pendapat tentang tingkat
> larangan merokok tersebut, sehingga hukum merokok
> terjadi khilaf ma baiyna al-makruh wa al-haram
> (perbedaan pendapat antara haram dan makruh).
>
> 3. Seluruh peserta Sidang Pleno Ijtima' sepakat bahwa
> merokok hukumnya haram:
> a. Di tempat umum,
> b. bagi anak-anak;
> c. bagi wanita hamil.
>
> ===
>
> Diktum Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Tentang
> Pemilu
> Tanggal: 31 Januari 2009
>
> Setelah melalui perbincangan hampir sehari penuh dalam
> rapat Komisi Masail Asasiyah Wathaniyah (Masalah
> Strategis Kebangsaan), kemudian dikerucutkan dalam Tim
> Perumus dan diajukan ke sidang pleno Ijtima Ulama,
> disepakati dan diktum keputusannya sebagai beriku:
>
> 1. Pemilihan umum dalam pandangan Islam adalah upaya
> untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi
> syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama
> sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa.
>
> 2. Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk
> menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama
>
> 3. Imamah dan imarah dalam Islam menghajatkan
> syarat-syarat sesuai dengan ketentuan agama agar
> terwujud kemaslahatan dalam masyarakat.
>
> 4. Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur
> (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif
> (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan
> memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah
> wajib.
>
> 5. Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat
> sebagaimana disebutkan dalam butir 1 (satu) atau tidak
> memilih sama sekali padahal ada calon yang memenuhi
> syarat hukumnya adalah haram.
> --- Harry Sufehmi <[email protected]> menulis:
>
>> > Tapi apa jadinya kalau Fatwa MUI yang mengatakan
>> JUDI HALAL ?, disinilah
>> > awal mulanya MUI telah menjual AGAMA, subhanallah,
>> astagfirullah.
>>
>> Karena kasus satu kali, lalu MUI di stempel menjual
>> / melacurkan agama
>> sampai di fatwa kemarin ini juga ?
>>
>> Saya kira Anda sudah cukup SMART untuk menyadari
>> bahwa ini namanya
>> generalisasi.
>>
>> Contoh generalisasi :
>> Karena pembom WTC adalah orang Islam = orang Islam
>> adalah teroris
>>
>> Tentu saja namanya generalisasi itu selalu salah.
>> Walaupun Anda menyebut "subhanallah,
>> astaghfirullah", tetap tidak
>> merubah fakta bahwa Anda telah menzalimi pihak lain.
>>
>> Mudah2an selanjutnya bisa lebih SMART lagi.
>>
>>
>> Salam, HS
>>
>>
>>
>> 2009/2/3 Alkhori M <[email protected]>:
>> > MENYIKAPI FATWA MUI YANG KELIRU, lanjutan
>> >
>> >
>> >
>> > Yang menarik dari Ijtihad dan inilah sebagai titik
>> tolak posting email
>> > tersebut adalah:
>> >
>> > Ø       Ijtihad kalau benar mendapat 2 Pahala
>> >
>> > Ø       Ijtihad kalau salah mendapat 1 Pahala
>> >
>> >
>> >
>> > Jadi para ulama yang melakukan Ijtihad mereka
>> tidak bakal disalahkan
>> > seandaipun dalam ber-Ijtihad ternyata keliru,
>> walau keliru sekalipun masih
>> > mendapat 1 Pahala. Tapi itu dengan catatan tidak
>> terdapat Agenda Tersembunyi
>> > atau tidak terdapat Penumpang Gelap sewaktu
>> mengadakan atau melakukan
>> > Ijtihad tersebut.
>> >
>> >
>> >
>> > Baru saja terjadi di Meulaboh (Aceh Barat) minggu
>> yang lalu pada bulan
>> > January 2009 (Baca Serambi On-line) seorang isteri
>> diperkosa oleh perampok
>> > sampai 2 kali didepan suami dan anaknya, maka di
>> Padang keluarlah Fatwa MUI
>> > yang sangat menyejukan dan benar benar itu adalah
>> sebuah terobosan yang luar
>> > biasa yang pernah terjadi untuk Fatwa MUI, yaitu
>> Fatwa tersebut berbunyi
>> > "ABORSI DIBENARKAN BAGI WANITA KORBAN PEMERKOSAAN"
>> Fatwa MUI tentang kasus
>> > ini benar benar SMART dan sangat sesuai dengan
>> RCFA dan langsung mengena
>> > pada TITIK INTI MASALAH. Fatwa MUI tentang "ABORSI
>> DIBENARKAN BAGI WANITA
>> > KORBAN PEMERKOSAAN" betul betul langsung
>> menyelesaikan penderitaan korban
>> > pemerkosaan. Seorang perempuan korban perkosaan
>> tentu akan sangat trauma
>> > dengan nasib yang menimpa, jika hasil perkosaan
>> tersebut mengakibatkan
>> > perempuan tersebut jadi hamil, maka jabang bayi
>> yang tidak dikehendaki yang
>> > bakal lahir tersebut akan terus menjadi beban bagi
>> korban. Sehingga Fatwa
>> > MUI tentang ABORSI tersebut sangat JITU,
>> Alhamdulillah, demikianlah
>> > hendaknya jenis Fatwa MUI yang diinginkan rakyat
>> dan langsung SOLVED PROBLEM
>> > dan tidak ada kasus pemaksaan Kehendak apalagi
>> bernuansa PEMBENARAN.
>> >
>> >
>> >
>> > Tapi apa jadinya kalau Fatwa MUI yang mengatakan
>> JUDI HALAL ?, disinilah
>> > awal mulanya MUI telah menjual AGAMA, subhanallah,
>> astagfirullah.
>> >
>> > Mengapa bisa terjadi demikian ada apa sebenarnya
>> yang terjadi ?
>> >
>> >
>> >
>> > Salam kompak selalu dari Qatar,
>> >
>> > Insya Allah bersambung /…
>> >
>> >
>> >
>> > Alkhori M
>> >
>> > Alkhor Community
>> >
>> > Qatar
>> >
>> >
>> >
>> > ====================================
>> >
>> >
>> >
>> > MENYIKAPI FATWA MUI YANG KELIRU
>> >
>> >
>> >
>> > Fatwa itu adalah Ijtihad oleh karenanya Fatwa MUI
>> adalah Ijtihad MUI dan
>> > yang menariknya tentang Ijtihad adalah:
>> >
>> >
>> >
>> > O       Jika Ijtihad itu adalah BENAR dapat 2
>> PAHALA
>> >
>> > O       Jika Ijtihad itu adalah SALAH dapat 1
>> PAHALA
>> >
>> >
>> >
>> > Kalau berpedoman dengan hal yang diatas, maka
>> tidak ada yang salah dengan
>> > Fatwa MUI. Tapi bagaimana dengan judul diatas
>> "Menyikapi Fatwa MUI Yang
>> > Keliru" atau kalau yang lebih keras lagi judul
>> diatas boleh dituliskan
>> > "Fatwa Mui, Jangan Menjual Agama"
>> >
>> >
>> >
>> > Dalam sejarahnya MUI terbentuk adalah karena
>> penguasa Orde Baru kewalahan
>> > bagaimana membujuk ummat Islam agar mau tunduk dan
>> patuh kepada keinginan
>> > penguasa Orde Baru. Maka dibentuklah super body
>> MUI dan ulama yang bisa dan
>> > boleh diterima oleh ummat Islam pada saat itu
>> adalah HAMKA. Memang Orde Baru
>> > terkenal dengan cara Single Super Body hampir
>> semua LSM atau NGO hanya boleh
>> > TUNGGAL dengan ketunggalan tersebut sangat banyak
>> PEMAKSAAN KEHENDAK dan
>> > PEMBENARAN yang dilakukan oleh Orde Baru. Tentu
>> pembaca bisa membedakan
>> > antara PEMBENARAN dan KEBENARAN. Pada saat Orde
>> Baru jangan diharap akan ada
>> > KEBENARAN tapi yang surplus dan over supply adalah
>> PEMBENARAN dan PEMAKSAAN
>> > KEHENDAK.
>> >
>> >
>> >
>> > Jadi pada zaman Orde Baru, kebanyakan tugas MUI
>> adalah sebagai orang CUCI
>> > PIRING, yang pesta pora adalah penguasa Orde Baru
>> dan setelah pesta usai
>> > banyaklah piring piring yang KOTOR dan inilah
>> tugas MUI di zaman Orde Baru
>> > yaitu membersihkan piring piring yang kotor.
>> >
>> >
>> >
>> > Tapi alhamdulillah, walaupun keadaan pada saat itu
>> begitu menjelimet,
>> > sewaktu periode Hamka, Hasan Basri, Ali Yafi dll,
>> mereka mereka itu sangat
>> > istiqamah dengan ke Ulama-an mereka sehingga
>> walaupun dipermukaan penuh
>> > dengan riak & gelombang, tapi jauh didasar sana
>> MUI tetap tenang dan terus
>> > berjuang membangun citra Islam. hingga akhirnya
>> ???
>> >
>> >
>> >
>> > Fatwa MUI yang mengatakan JUDI HALAL ?, disinilah
>> awal mulanya MUI telah
>> > menjual AGAMA, subhanallah, astagfirullah.
>> >
>> > Mengapa bisa terjadi demikian ada apa sebenarnya
>> yang terjadi ?
>> >
>> >
>> >
>> > Salam kompak selalu dari Qatar,
>> >
>> > Insya Allah bersambung /…
>> >
>> >
>> >
>> > Alkhori M
>> >
>> > Alkhor Community
>> >
>> > Qatar
>> >
>> > _______________________________________________
>> > Is-lam mailing list
>> > [email protected]
>> >
>>
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>> >
>> >
>> _______________________________________________
>> Is-lam mailing list
>> [email protected]
>>
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>>
>
>
> ===
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> Informasi selengkapnya ada di:
> http://syiarislam.wordpress.com
> http://www.media-islam.or.id
>
>
>      Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3
> http://downloads.yahoo.com/id/firefox/
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke