he-he-he... ini parpol-parpol sebetulnya "belum tahu sistem ekonomi islam" ataukah "tahu, tapi akhirnya tidak mau tahu sistem ekonomi islam" ? Kalo dikatakan "belum tahu" kog rasa-rasanya aneh krn sarjana ekonomi di kita itu buanyak betul, sebanyak jumlah sarjana hukum (meskipun keadilan juga masih banyak dipertanyakan di negeri ini)...
2009/3/20 A Nizami <[email protected]>: > > Assalamu'alaikum wr wb, > Saat ini boleh dikata Visi Ekonomi Parpol Islam tidak jelas. Kalau mengenai > masalah aliran sesat, pornografi, atau judi mungkin parpol Islam masih paham > dan vokal soal itu. Tapi kalau menyangkut masalah ekonomi, sepertinya Parpol > Islam belum menguasai Sistem Ekonomi mana yang sesuai dengan Islam, sehingga > akhirnya Indonesia terjerumus ke dalam Sistem Ekonomi Kapitalis > Neoliberalisme yang lebih menguntungkan Yahudi/AS ketimbang rakyat > Indonesia/Ummat Islam. Padahal harusnya kita memeluk Islam secara Kaaffah > (menyeluruh). Tidak setengah-setengah. > > Sebagai contoh, 90% migas kita justru dikuasai perusahaan asing yang > mayoritas dari AS, Negara kafir harbi yang saat ini membantai ummat Islam di > Iraq dan Afghanistan dan merupakan pendukung utama negara Israel yang juga > membantai Muslim di Palestina. Emas, Perak, Tembaga, dan kekayaan alam kita > juga dikuasai perusahaan asing negara tersebut. > > Dari Migas, perusahaan negara-negara asing mendapat 40%. Itu jika mereka > tidak menipu bangsa Indonesia. Sebab Amien Rais sendiri mengatakan, bagaimana > kita tahu berapa banyak gas yang dihasilkan kalau hasilnya langsung dialirkan > melalui pipa ke Singapura? Kemudian dari Emas, perak, tembaga, dan sebagainya > perusahaan asing tersebut mendapat 85% sementara 240 juta rakyat Indonesia > hanya dapat 15%. Tak heran jika 6 dari 10 perusahaan terkaya di dunia adalah > perusahaan-perusahaan Migas yang beroperasi di Indonesia, di antaranya Exxon > Mobil yang pendapatannya pada tahun 2007 mencapai US$ 452 Milyar (Rp 5.420 > Trilyun), sementara mayoritas rakyat Indonesia termiskinkan. > > Sadar/tidak sadar sebagian pemimpin Indonesia/Islam justru jadi kaki tangan > perusahaan-perusahaan asing/kafir harbi. > > Saya lihat justru parpol yang tidak mengusung nama Islam, seperti Gerindra, > yang membawa sistem Ekonomi Islam meski namanya/jargonnya tidak berbau Islam. > Maaf, ini bukan kampanye, tapi sekedar pembelajaran bagi kita semua agar > parpol Islam lebih bagus dan lebih jelas visi Ekonomi mereka hingga > benar-benar memakai sistem Ekonomi yang sesuai Islam. Kefakiran dekat dengan > kekufuran. Jadi Ekonomi sangat penting. > > Jika kita ingin mengetahui Sistem Ekonomi Islam seperti apa, ada baiknya > membaca paparan Sistem Ekonomi Islam yang dipaparkan oleh Hizbut Tahrir. > Mereka telah melakukan studi dan mempelajari hadits-hadits yang berkaitan > dengan Ekonomi Islam dengan baik sekali. Bahkan Hizbut Tahrir juga > bekerjasama dengan Ekonom Rakyat dari UGM seperti Dr Revrisond Baswir dan Dr. > Ichsanuddin Noorsy. > > Prabowo mengatakan bahwa Indonesia tidak pantas jadi negara miskin karena > Indonesia mempunyai kekayaan alam yang banyak. Indonesia harus mandiri. > Menurut PENA, perusahaan asing berhasil mendapat Rp 2.000 Trilyun/tahun dari > kekayaan alam di Indonesia. > > Nah kemandirian ekonomi ini sebetulnya sejalan dengan ayat Al Qur’an di > bawah. Allah melarang orang-orang kafir memasuki kota Mekkah. Padahal > sebelumnya perekonomian penduduk Mekkah sangat bergantung pada mereka. Toh > Allah mengingatkan agar kita tidak takut miskin. > > “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu > najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan > jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan > kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha > Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah:28] > > Ternyata memang penduduk Mekkah bisa bertahan. Bahkan ummat Islam akhirnya > jadi jaya.. Saat ini Iran yang diembargo AS dan tidak “dibantu” (baca: > diperas) oleh AS justru lebih makmur dan mandiri daripada Indonesia. Jadi > ironis sekali jika bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim menyerahkan > kekayaan alamnya pada negara kafir harbi seperti AS. > > Nabi Muhammad dan para sahabat tidak pernah menyerahkan kekayaan alam ummat > Islam pada negara Romawi dan Persia sehingga ketika berhadapan dengan mereka, > ummat Islam bisa menang. > > Pertambangan emas itu sudah berjalan ribuan tahun. Jadi teknologinya sudah > dikuasai bangsa Indonesia. Demikian pula dengan pertambangan Migas yang sudah > ratusan tahun. Mayoritas pekerja di perusahaan2 asing di Indonesia adalah > putera Indonesia. Anak-anak Indonesia sering jadi juara Olimpiade Sains dan > Matematika dunia. Oleh karena itu bangsa Indonesia sebetulnya mampu untuk > mandiri! Lihat kemampuan bangsa Indonesia seperti PT INKA yang sebetulnya > sudah mampu membuat mobil di: > > http://infoindonesia.wordpress.com > > Harusnya pemerintah menyisihkan Rp 10 trilyun dari APBN yang besarnya Rp > 1.037 trilyun sehingga pasar kendaraan bermotor yang nilainya sekitar Rp 200 > trilyun/tahun bisa dikuasai bangsa Indonesia. Ini akan menghemat devisa dan > membuka lapangan kerja. > > Prabowo juga mengajak untuk berpegang pada ekonomi rakyat yang berpihak pada > rakyat. Bukan pada perusahaan-perusahaan besar/asing/”Pasar”. > > Aneh jika ada pejabat Parpol Islam yang menjadi Ketua Komisi DPR yang > membawahi ESDM atau Pertambangan, tapi ternyata kebijakan Migas yang > dibuatnya mengikuti kepentingan Pasar/USAID, bukan rakyat Indonesia sehingga > harga migas di Indonesia naik mengikuti harga Pasar Komoditas di NYMEX New > York yang penuh dengan para spekulan komoditas. Harusnya sebagai pimpinan > pejabat itu bisa membuat kebijakan yang mengutamakan kepentingan rakyat dan > bernafaskan Islam. Minimal seperti kata ahli perminyakan Dr Kurtubi, harga > minyak Indonesia bisa dijual berdasarkan Harga Pokok Penjualan (Ongkos + > Sedikit keuntungan). Bukan berdasarkan Harga Pasar Spekulan NYMEX yang lebih > tinggi. > > Padahal Nabi Muhammad untuk hal-hal yang jadi kebutuhan rakyat seperti air, > tidak mengikuti pasar. Tapi justru menggratiskannya kepada rakyat. > Ketika seorang Yahudi menjual air dengan harga tinggi ke pada rakyat Madinah, > Nabi meminta sahabat untuk membeli sumur air milik Yahudi tersebut. Sumur air > tersebut dibeli, kemudian airnya dibagikan gratis untuk rakyat > > Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat > hidup orang banyak dikuasai oleh negara UUD 45 Pasal 33 ayat 2 > Dalam Islam, negara memenuhi kebutuhan vital bagi rakyatnya secara gratis. > Bukan menjual dengan harga ”Pasar” yang dipermainkan oleh para spekulan! > Selain itu, air, padang rumput, dan api (energi) menurut Islam adalah milik > ummat Islam bersama. Bukan justru diserahkan kepada orang-orang kafir harbi! > > Kaum muslimin berserikat (memiliki bersama) dalam tiga hal, yaitu air, > rerumputan (di padang rumput yang tidak bertuan), dan api (migas/energi). > (HR. Ahmad dan Abu Dawud) > > Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh > negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat UUD 45 Pasal 33 > ayat 3 > > Menurut Pancasila dan Islam Kekayaan Alam yang merupakan kebutuhan vital > rakyat banyak dikelola negara. Bukan MNC yang menjual ke rakyat Indonesia > dengan harga setinggi-tingginya atau Harga Dunia! > > Prabowo juga berani mengatakan bahwa Bursa Saham itu tidak lebih dari ajang > perjudian. Memang Bursa Saham, Pasar Uang, dan juga Pasar Komoditas saat ini > merupakan ajang spekulasi/judi yang banyak menyedot uang dan bisa > menghancurkan perekonomian dunia. > > Terlepas kita memilih Prabowo atau tidak, tapi harusnya Parpol Islam membawa > Visi Ekonomi Islam. Bukan Sistem Ekonomi yang dibuat oleh kaum Yahudi dan > Nasrani seperti Sistem Ekonomi Kapitalis Neoliberalis. Minimal Parpol Islam > harus memiliki Visi Ekonomi Rakyat dan Kemandirian. Ummat Islam harus Kaaffah > dan memakai Sistem Ekonomi Islam. Bukan yang lain! > Agar mendapat simpati rakyat, Partai Islam tidak hanya mengandalkan sentimen > agama Islam. Tapi juga memberi solusi untuk mengatasi kemiskinan lewat sistem > Ekonomi Islam sehingga selruh rakyat Indonesia bisa hidup makmur. > > Patutkah ummat Islam mengikuti paham Ekonomi Yahudi dan Nasrani dan > meninggalkan Hukum Allah? > > „Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan > janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh > yang nyata bagimu.“ [Al Baqarah:208] > > ”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik > daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” [Al Maa-idah:50] > Ini adalah gambaran Sistem EKonomi Kapitalis Neoliberalis yang diusung oleh > orang-orang Liberal (satu grup dengan JIL) yang merupakan kaki tangan AS: > > Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan > Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan > campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial > (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. > “Pasar Modal” (Pasar Uang, Pasar Saham, dan Pasar Komoditas) adalah prioritas > utama > Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah > AS (Washington Consensus) > Neoliberalisme lebih mengutamakan sektor keuangan (Makro) daripada sektor > riel. Di Indonesia sekitar Rp 60 T/tahun untuk pemilik SBI/SUN > Memberikan “kebijakan” pinjaman hutang dengan syarat agenda Neoliberalisme > bagi dunia > Penghargaan diberikan bagi negara yang taat dan hukuman bagi yang membangkang > Pematokan Kurs (Pegged Rate) uang dihapus diganti dengan ”Kurs Mengambang” > (Floating Rate) > Agar nilai uang stabil pemerintah membayar sekitar Rp 60 Trilyun setiap tahun > ke pemegang SBI dan ORI > Hancurnya Rupiah tahun 1998 dari Rp 2.200/1 USD hingga Rp 11.670/1 USD akibat > ”Kurs Mengambang” dari Neoliberalisme > Penghapusan ”Subsidi” BBM dan Listrik yang menaikan harga. Bensin tahun 1998 > sekitar Rp 700/liter jadi Rp 6.000 di 2008 (Naik 76%/tahun) > Penjualan BUMN/BUMD ke Swasta/MNC. PAM, Indosat, Telkom, Krakatau Steel > dijual ke Swasta/Asing. RS Pemerintah ke Swasta > Privatisasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jadi BHMN. Uang masuk/kuliah di UI > Rp 200 ribu pada tahun 1998 jadi Rp 25 juta dan Rp 7,5 juta per semester > tahun 2008 (Naik 365%/tahun) > Lihat lebih jauh tentang paham sistem ekonomi Neoliberalisme yang > bertentangan dengan Islam yang diusung oleh orang2 Liberal di bidang ekonomi > (saudara JIL): > http://media-islam.or.id/2008/09/16/paham-ekonomi-neoliberalisme-bertentangan-dengan-islam/ > http://kabarislam.wordpress.com > > Wassalam > === > Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 > ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 > Informasi selengkapnya ada di: > http://www.media-islam.or.id > Ingin belajar Islam? > Kirim email ke: [email protected] > > > Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari > Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! > http://id.messenger.yahoo.com/invite/ > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
