Ekonomi Islam tuh sering berpotongan dengan ekonomi sosialis mas. Ya mungkin 
saja mereka tidak mengerti.

Revrisond tuh sosialis, bahkan dulu dalam beberapa kesempatan terbatas, dia 
sering menyebut Islam tuh tidak punya apa-apa. Tapi, entah kalau sekarang.

Almarhum Sritua Arief awalnya juga sosialis (neo strukturalis), di akhir-akhir 
dia condong ke Islam karena membaca Hasan Nanafi, Islam kiri - al yasar al 
islam.

Soal strategi pembangunan memang nggak mudah kok, selalu saja ada elit 
strategis yang siap menjual negera ini untuk kepentingan mereka, atau 
kepentingan jangka pendek.

Dari sejak saya jadi mahasiswa ekonomi, tahun 1985, hingga saat ini, masih 
menjadi teka-teki bagi saya, bagaimana cara melawan status quo ini. Konon, 
kuncinya ada di kelas menengah (yang sering didefinisikan sebagai golongan yang 
masih kritis dan netral), tapi dalam perjalanan waktu, eee... kelas menengah 
akhirnya lebih berpihak ke elit juga. Mungkin memang karena materi lebih manis 
rasanya, dari pada janji kemanisan di sorga nanti. Yah, mulut kita sering 
komat-kamit membaca mantra-mantra Islam, eee... tapi kalau udah praktek, 
kapitalisme juga yang dipakai.

Rasulullah tak pernah menyimpan harta lebih tiga hari, lha kita, suka sekali 
menyimpan puluhan tahun, kalau perlu sampai tujuh turunan:-) Oleh karena itu, 
kita selalu mencari-mencari benda yang stabil untuk menjagai nilai simpanan 
kita. Padahal, Allah tidak hanya menjagai kestabilan nilai simpanan kita, 
bahkan melipatkan nilainya menjadi 700 kali.

Ketika Madinah langka barang, kafilah dagang Ustman datang. Para pedagang sudah 
siap membeli dengan harga berlipat. Tetapi Ustman menyatakan, harga kalian 
masih terlalu rendah dari satu pedagang, yakni Allah yang akan memberi harga 
padaku 700 kali lipat, jadi aku jual barangku kepada Allah. Maka, Ustman 
membagikan barang dagangannya secara gratis kepada penduduk Madinah. Sebuah 
perdagangan yang sangat menguntungkan Ustman, dalam pandangan transendental 
Islam.

Begitu yang saya ingat.

Salam hangat
B. Samparan


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke