Lha itu, kapital kan juga sudah dapat jatah tho mas. Lha kalau udah diitung-itung, distribusi marginnya bisa seperti yang njenengan praktekkan.
He...he, tapi saya untuk praktek ya masih minim je (itu saja di penerbitan), soalnya pembelajaran saya cenderung jadi pengamat. Di kota saya, agak prihatin nih soalnya, indomaret dan alfa, bersaingan mendirikan berderet-deret mini market di pinggir-pinggir kota. Di sepanjang jalan 2km-an saja, mosok ada 2 indomaret dan 2 alfamart. Rasanya dampaknya cukup menenggelamkan warung-warung kecil di kampung-kampung. Salah satu masalah perekonomian kita yang tak selesai-selesai adalah adanya dualisme sektor modern dan sektor tradisional yang uncoupled. Sektor modern melaju tanpa memiliki keterkaitan dengan sektor tradisional. Salam hangat B. Samparan --- On Sun, 5/3/09, Harry Sufehmi <[email protected]> wrote: > From: Harry Sufehmi <[email protected]> > Subject: Re: [is-lam] MLM Halal atau Haram? > To: [email protected] > Date: Sunday, May 3, 2009, 5:33 PM > > Lha kalau gitu pakai normal > profit aja mas. Dihitung-hitung saja biaya > > seluruh faktor produksi/unit barang. > > Kelupaan - dalam perhitungan profit kami biasanya ada > persentase untuk > pengembangan usaha. > > Ini didasari pada semangat dari hadits Nabi saw "barang > siapa yang > hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia termasuk > orang yang > beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari > kemarin, maka > dia termasuk orang yang merugi," dst. > > Karena kita juga perlu ingat; the only constant is change. > Jika kita > terlena saja dengan yang sudah ada, sudah senang atau > (na'udzubillah) > merasa bangga/sombong dengannya; maka ya musti siap-siap > kena libas > oleh masa dan umat yang lainnya. > > > > Salam, HS > > > On 5/2/09, Bango Samparan <[email protected]> > wrote: > > Lha kalau gitu pakai normal profit aja mas. > Dihitung-hitung saja biaya > > seluruh faktor produksi/unit barang. > > > > Misalnya: > > Tenaga kerja: 1.000 > > Kapital: 1.000 > > Bahan2: 1.000 > > Listrik & sejenisnya: 1.000 > > Transportasi: 1.000 > > dll.: 1.000 > > > > Nah barang dihargai saja 6.000, wis rampung. Di > ekonomi konvesional dan > > ekonomi islam, patokan seperti itu dianggap paling > adil, biasanya > > dikonsepkan sebagai AR=P=MR=MC. > > > > Nih, teori banget, dalam praktek ya bisa diproxy > dengan berbagai gaya. > > > > Salam hangat > > B. Samparan > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
