On 5/3/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:
> kalo seandainya kondisi fisik kebanyakan pasar tradisional itu nyaman
> saya lebih betah belanja di situ daripada belanja di pasar modern.
> Kenapa? karena bisa ngobrol !

Hehe... introvert kayak saya lebih senang di pasar modern, soalnya
tidak pusing tawar menawar harga. Tinggal ambil dan bayar  :-)

Tapi kadang bingung juga sih, ini introvert atau autis ya ... :)

Anyway, jadi ingat adik saya yang senang ke pasar tradisional. Disitu
dia bisa menemukan daging ayam / ikan yang dirubungi lalat. Yang
berarti bahwa daging tersebut fresh - tidak dilumuri formalin / boraks
/ berbagai zat kimia aneh lainnya.


Salam, HS


> :)
> salam hangat
>
> 2009/5/3 Bango Samparan <[email protected]>:
>>
>> Lha itu, kapital kan juga sudah dapat jatah tho mas. Lha kalau udah
>> diitung-itung, distribusi marginnya bisa seperti yang njenengan
>> praktekkan.
>>
>> He...he, tapi saya untuk praktek ya masih minim je (itu saja di
>> penerbitan), soalnya pembelajaran saya cenderung jadi pengamat. Di kota
>> saya, agak prihatin nih soalnya, indomaret dan alfa, bersaingan mendirikan
>> berderet-deret mini market di pinggir-pinggir kota. Di sepanjang jalan
>> 2km-an saja, mosok ada 2 indomaret dan 2 alfamart. Rasanya dampaknya cukup
>> menenggelamkan warung-warung kecil di kampung-kampung.
>>
>> Salah satu masalah perekonomian kita yang tak selesai-selesai adalah
>> adanya dualisme sektor modern dan sektor tradisional yang uncoupled.
>> Sektor modern melaju tanpa memiliki keterkaitan dengan sektor tradisional.
>>
>> Salam hangat
>> B. Samparan
>>
>>
>> --- On Sun, 5/3/09, Harry Sufehmi <[email protected]> wrote:
>>
>>> From: Harry Sufehmi <[email protected]>
>>> Subject: Re: [is-lam] MLM Halal atau Haram?
>>> To: [email protected]
>>> Date: Sunday, May 3, 2009, 5:33 PM
>>> > Lha kalau gitu pakai normal
>>> profit aja mas. Dihitung-hitung saja biaya
>>> > seluruh faktor produksi/unit barang.
>>>
>>> Kelupaan - dalam perhitungan profit kami biasanya ada
>>> persentase untuk
>>> pengembangan usaha.
>>>
>>> Ini didasari pada semangat dari hadits Nabi saw "barang
>>> siapa yang
>>> hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia termasuk
>>> orang yang
>>> beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari
>>> kemarin, maka
>>> dia termasuk orang yang merugi," dst.
>>>
>>> Karena kita juga perlu ingat; the only constant is change.
>>> Jika kita
>>> terlena saja dengan yang sudah ada, sudah senang atau
>>> (na'udzubillah)
>>> merasa bangga/sombong dengannya; maka ya musti siap-siap
>>> kena libas
>>> oleh masa dan umat yang lainnya.
>>>
>>>
>>>
>>> Salam, HS
>>>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke