he-he-he..... takaran memang udah pada-pada nge-pas dengan wadah orang
yg dipakai.
Jadi kalo ambil dari hadist yg digelar Kang Nizami..... khususnya
point "melakukan perubahan dengan hati" (meski disebut selemah-lemah
iman tea).. itu mengindikasikan bhw setiap muslim kudu mengubah diri,
mengubah perilaku (perilaku pada dasarnya adalah cermin yg
menggambarkan keadaan hati). Jadi meskipun jabatan hanya kacung, kalo
sdh tahu buruknya efek korupsi (entah uang, waktu, bandwidth internet
kantor, dst) ya sebaiknya masing2 tidak melakukan korupsi, hindari
tindakan munkar atas diri sendiri.

Apakah dlm hal ini kacung bisa melakukan "perubahan dengan lisan"?
wah... apa kekuatan dia? bukan manager, bukan supervisor yang berhak
bikin aturan main atau tatib hukum dalam perusahaan yg dapat memblokir
peluang2 korupsi terjadi.

Apakah kacung ini bisa melakukan "perubahan dengan tangan"?....
wuih.... dia bukan direktur perusahaan yg berhak mendisain backbone
struktur organisasi yg terbebas dari korupsi.

Kalau dikembalikan pada scope yg lebih luas, bernegara dan
berbangsa.... maka akan terasa menjadi aneh dan janggal jika seorang
pemimpin negara ambil posisi berlepas diri dari "melakukan perubahan
dengan tangannya" dan kemudian melakukan share of responsibility
masalah korupsi ini kepada rakyat dibawahnya. Dalam hal ini rakyat ya
bisanya pakai hati doang, dan itu pun sdh sangat bagus jika
dilakukan...

:)
salam hangat



2009/7/16 AFR <[email protected]>:
>>> Salahkah pemimpinnya? Salah. == <Ok>
>>> Salahkah rakyat yang memilih pemimpin itu? Ya salah juga.. == <oit ...
>>> tunggu dulu>
>
> mungkin harus disaring, pemilih yg patut disalahkan yaitu pemilih maniak 
> ygmungkin
> he-eh saja dgn program2
> pemimpinnya walau jahat. andai setiap pemilih yg milih dgn modal husnudzon
> dgn harapan baik & tulus
> mesti dipersalahkan, itu mah sama saja menyalahkan para guru yg dulu
> ngajarin ilmu manfaat tapi
> digunakan para koruptor??
>
> yang lucu lagi ...
> stlh pemilihan ini muncul penekanan wacana kalo pemilihan anggota kabinet
> itu hak prerogratif presiden
> terpilih shg partai pendukung tak berhak menuntut apa2 walau pernah ada
> kontrak politik utk mendudukkan
> anggotanya dlm kabinet ... emang enak dikhianati???
>
> kalo bangsa lain mbujuk warganya "... tanyakan dirimu apa yg bisa kau
> berikan pd negerimu", yg terkesan
> orientasi duniawi (?!). bagi muslim, berbuatlah buat akhiratmu; terlebih
> jika pemimpinnya pada nggak nggenah.
> tidak terikat partai kecuali partisan doang tapi ikut partisipasi dgn
> hasrat/tekad yg tipis.
>
>
>
> salam,
> Fahru
> ________________________________
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke