ya memang semua ada konsekuennya lah. makin tinggi ilmu/jabatan/kekuasaan, 
harusnya makin berani ambil resiko. dan itu bukan soal berani-beranian tapi 
memang 
begitu sunnahnya. org yg byk ambil makan di warung saja mesti mau bayar lbh koq 
...

yg berilmu tapi tak berbuat dituntut kenapa dgn ilmunya, yg berkuasa namun 
dhalim 
dituntut dgn kekuasaannya. bagi crew politik kelak yg pada siapa mereka saling 
dukung-
mendukung dgn semangat pada pemimpinnya akan bercuci tangan ketika dituntut. 

a'udzubillahi min asyaithaani rajiim,

Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri. Sebahagian dari mereka menghadap 
kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan. Pengikut-pengikut mereka 
berkata 
(kepada pemimpin-pemimpin mereka):"Sesungguhnya kamulah yang datang kepada 
kami dari kanan" *). Pemimpin-pemimpin mereka menjawab:"Sebenarnya kamulah yang 
tidak beriman". (ash-Shaaffaat:26-29)

Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata:
"Alangkah baiknya, andaikata kami ta'at kepada Allah dan ta'at (pula) kepada 
Rasul". 
Dan mereka berkata:"Ya Tuhan Kami, sesungguhnya kami telah menta'ati 
pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan 
kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua 
kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar". (al-Ahzab:66-68)
---

namun karena saat ini tak ada politisi yg representatif spt jaman nabi & 
sahabat, 
maka yg terdekatlah. ttg pemimpin terpilih ini, masa lalunya sdh mengecewakan 
dgn 
kasus ahmadiyah. memilih ini mungkin akan terjerat 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil menjadi pemimpinmu, 
orang-orang yang membuat agamamu menjadi buah EJEKAN dan PERMAINAN, (yaitu) 
di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang 
kafir 
(orang-orang musyrik). Dan bertawakkallah kepada Allah jika kamu betul-betul 
orang 
yang beriman. (al-Maidah:57)

padahal dlm kaidah Islami ada prinsip setiap kedahaliman itu harus seagresif 
mungkin 
direspon dgn cepat & efektif dibanding penegakan kebaikan. bahkan terakhir ini 
ada 
kontroversi menilai KPK yg disebut melakukan penjebakan. 

heeee??? lembaga yg sdh nyata efektif berantas korupsi dicabik tudahan 
penjebakan?
menepuk air di dulang, tunggu saja saat terpercik kemuka sendiri.


salam,
Fahru

*) bisa diartikan sbg bujuk hal yg manis2 atw yg seolah2 baik



________________________________
From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, July 16, 2009 7:31:15 PM
Subject: Re: [Is-lam] Fw: Orang Miskin Dilarang Sakit --c|

he-he-he..... takaran memang udah pada-pada nge-pas dengan wadah orang
yg dipakai.
Jadi kalo ambil dari hadist yg digelar Kang Nizami..... khususnya
point "melakukan perubahan dengan hati" (meski disebut selemah-lemah
iman tea).. itu mengindikasikan bhw setiap muslim kudu mengubah diri,
mengubah perilaku (perilaku pada dasarnya adalah cermin yg
menggambarkan keadaan hati). Jadi meskipun jabatan hanya kacung, kalo
sdh tahu buruknya efek korupsi (entah uang, waktu, bandwidth internet
kantor, dst) ya sebaiknya masing2 tidak melakukan korupsi, hindari
tindakan munkar atas diri sendiri.

Apakah dlm hal ini kacung bisa melakukan "perubahan dengan lisan"?
wah... apa kekuatan dia? bukan manager, bukan supervisor yang berhak
bikin aturan main atau tatib hukum dalam perusahaan yg dapat memblokir
peluang2 korupsi terjadi.

Apakah kacung ini bisa melakukan "perubahan dengan tangan"?....
wuih.... dia bukan direktur perusahaan yg berhak mendisain backbone
struktur organisasi yg terbebas dari korupsi.

Kalau dikembalikan pada scope yg lebih luas, bernegara dan
berbangsa.... maka akan terasa menjadi aneh dan janggal jika seorang
pemimpin negara ambil posisi berlepas diri dari "melakukan perubahan
dengan tangannya" dan kemudian melakukan share of responsibility
masalah korupsi ini kepada rakyat dibawahnya. Dalam hal ini rakyat ya
bisanya pakai hati doang, dan itu pun sdh sangat bagus jika
dilakukan...

:)
salam hangat



2009/7/16 AFR <[email protected]>:
>>> Salahkah pemimpinnya? Salah. == <Ok>
>>> Salahkah rakyat yang memilih pemimpin itu? Ya salah juga.. == <oit ...
>>> tunggu dulu>
>
> mungkin harus disaring, pemilih yg patut disalahkan yaitu pemilih maniak 
> ygmungkin
> he-eh saja dgn program2
> pemimpinnya walau jahat. andai setiap pemilih yg milih dgn modal husnudzon
> dgn harapan baik & tulus
> mesti dipersalahkan, itu mah sama saja menyalahkan para guru yg dulu
> ngajarin ilmu manfaat tapi
> digunakan para koruptor??
>
> yang lucu lagi ...
> stlh pemilihan ini muncul penekanan wacana kalo pemilihan anggota kabinet
> itu hak prerogratif presiden
> terpilih shg partai pendukung tak berhak menuntut apa2 walau pernah ada
> kontrak politik utk mendudukkan
> anggotanya dlm kabinet ... emang enak dikhianati???
>
> kalo bangsa lain mbujuk warganya "... tanyakan dirimu apa yg bisa kau
> berikan pd negerimu", yg terkesan
> orientasi duniawi (?!). bagi muslim, berbuatlah buat akhiratmu; terlebih
> jika pemimpinnya pada nggak nggenah.
> tidak terikat partai kecuali partisan doang tapi ikut partisipasi dgn
> hasrat/tekad yg tipis.
>
>
>
> salam,
> Fahru
> ________________________________
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke