... Hal itu berarti bahwa Allah yang Maha Bijaksana itu menetapkan objek zakat 
adalah sesuatu yang lebih dari keperluan: keperluan orang itu, keluarga, dan 
orang yang di bawah tanggungannya ... (Yusuf Qardhawy, Hukum Zakat, h.154)

Jadi berdasarkan keterangan ini, yang dizakati adalah yang lebih dari kebutuhan 
dan telah sampai nisob, jadi konsep yang njenengan usulkan itu terlalu susah 
dipenuhi kang.

Kalau saya biasanya sih menghitung zakat, ya sisa konsumsi yang terakumulasi 
selama setahun, gampangnya ya tabungan saya, termasuk yang berupa asset. Kalau 
infaq itu lain tho, belum nisob dengan sukarela sudah dikeluarkan.

Kalau secara syari' UMR tuh bisa variatif tergantung kebutuhan individu, pada 
unsur gaji selain ada bobot untuk penghargaan profesionalistas, juga ada bobot 
yang cukup untuk jumlah tanggungan.

IMHO, UMR memang harus dikonsepkan tidak dengan patokan zakat. Mungkin 
njenengan punya gagasan lain.

Salam hangat
B. Samparan


--- On Tue, 7/21/09, hamami <[email protected]> wrote:

> From: hamami <[email protected]>
> Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 08.70/05.00] Re: Fw: Orang 
> Miskin Dilarang Sakit
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, July 21, 2009, 9:12 AM
> 
> Kang
> “Guru” yang budiman, piye
> kalau kemiskinan itu ditinjau dari sudut pandang Islam yang
> dikaitkan dengan
> kewajiban zakat. 
> 
> Ukuran miskin disana
> nampaknya akan lebih
> pas bila disb andi ng dengan UMR yang
> dijadikan tolok ukur. 
> 
> Karena bukankah
> dalam Islam orang miskin belum
> wajib berzakat…?  
> 
> Nah sedangkan untuk
> berzakat ada nisob/takaran
> kepemilikan harta, bila belum cukup nisobnya bukankah dia
> belum wajib zakat alias
> masih miskin…?  
> 
> Cuma sayangnya,
> manakala ada yang
> berbau-bau syariat pejabat kita sering alergi untuk
> menggunakannya. 
> 
> Nah disini
> diperlukan kontribusi para petinggi/politisi
> yang konsen dengan Islam dan umatnya secara
> umum. 
> 
> Kalau
> saja nisob yang dijadikan
> parameter kemiskinan, lha…..masih berapa banyak lagi
> rakyat ini yang
> terkategori miskin, dan data BPS gak ada
> artinya. 
> 
> 
>   
> 
> Wassalam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke