Wah..., panjang banget nulisnya, rupanya masih memendam banyak uneg-uneg nih..., katanya saudara..., he...he...he... Kalau saya baca tulisan terakhir anda, yang dapat saya petik adalah : >Budha pernah bersabda , jangan mempercayai semua cerita termasuk buku suci (kitab Suci ?)dan Budha sendiri, kalau kita tidak melihat, mendengar dan menjalankan sendiri serta merasakan hasil dari sesuatu.< *Kalau menurut anda seperti ini, apakah anda mendengar sendiri Sabda tersebut dari Budha, sehingga anda percaya Sabda tersebut, bukankah sabda tersebut meminta anda untuk tidak percaya kalau tidak mendengar sendiri ?, kemudian kitab suci yang kita pakai sebagai pedoman hidup, kapan kita mendengar atau melihat sendiri dari Nabi yang menulis kitab tersebut, sehingga sekarang kita menggunakannya sebagai pedoman hidup ?
>Sekarang masyarakat telah dewasa dalam menyikapi suatu berita dan sudah sewajarnya mereka berpikir apa yang benar dan salah.< *Nah..., ini baru benar, jadi jangan takut orang atau kelompok orang tersinggung dengan kritik saya, khan cerita tersebut kalau menurut saya juga melecehkan Kwan Kong, dan mungkin masih banyak yang lain merasakan hal yang sama, tetapi mereka membiarkannya. Satu lagi saya beri contoh yang saya anggap melecehkan, benarkah Ayah Dewi Kwan Im bertumimbal lahir menjadi Sapi ?(ini karena saya juga menyembah Dewi Kwan Im). >Tidak hanya manusia yang berbadan jasmani yang bisa menyadari karma tapi juga mahluk halus bahkan setan, jin dan macem2 juga bisa, bahkan bisa bertumimbal lahir menjadi Dewa.< *Apakah dalam hal ini anda masih mempunyai anggapan bahwa Kwan Kong meninggal, kemudian arwahnya menjadi hantu ? Kalau memang benar setan, jin dan macem2 (hewan, tumbuhan ?) bisa bertumimbal lahir menjadi Dewa dan Budha, lalu apakah Sapi, Kambing, yang selama hidupnya selalu berbuat baik untuk bekerja dan mengorbankan badannya untuk manusia, dan tidak pernah berbuat jahat, apakah mereka itu akan menjadi Dewa dan Budha ?, berapa banyak Dewa dan Budha nya ......? >Dewa Kwan Kong adalah milik seluruh umat Tridharma, bahkan milik dunia.< *Ini memang benar adanya, hanya saja kalau dilihat dari Kelenteng-kelenteng yang asli memuja Dewa Kwan Kong, namanya pasti pakai Bio (Miau), ini berarti kelenteng tersebut adalah tempat umat Tao bersembahyang, misalnya Kwan Sing Bio di Tuban, Jawa-Timur, salahkah kalau saya mengatakan Dewa Kwan Kong adalah Dewa Tao ?, tentunya semua akan mengatakan benar....ya khan. Dalam salah satu ajarannya Tao, umatnya diminta untuk Ho (Damai), dan tidak mencari gara-gara, ini dimulai dari diri bathin kita sendiri, kemudian pada keluarga, kemudian pada masyarakat sekitar dan masyarakat umum, bila hal ini dijalankan oleh seluruh umat manusia di dunia, perdamaian dunia pasti terjadi. Tapi ngomong-ngomong, kalau tidak ada peperangan, dari mana muncul kata damai ? Mungkin itulah yang digambarkan oleh "Dai Chik" / "Im Yang", yang merupakan simbol dari Tao. Salam Damai, TDL. ----- Original Message ----- From: "ronny winarto" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, November 26, 2002 4:02 PM Subject: [Kelenteng] tri Dharma saudara TDL dalam berdiskusi kita dihadapkan pada seseorang yang berbeda pendapat dalam menyikapi suatu persoalan atau masalah. saya sangat senang dikritik dalam arti seseorang tidak akan pernah maju klo tidak dikritik. jauhkan perasaan anda bahwa saya marah dendam dll pokoknya yang jelek2 lah. buat apa 'bertempur' melawan sesama umat tri dharma sendiri. anda punya pendapat sendiri mengenai kwankong silahkan anda punya pendapat sendiri tentang kehidupannya silakan, begitu juga saya. jangan membawa-bawa kelompok dalam mengkritik. karena bagi sebagian orang hal itu dianggap lain dan menyinggung. seperti kapan hari anda utarakan di email anda. kita budha, tao dan khonghucu adalah satu kesatuan dlam tri dharma. semua mengajarkan kebaikan dan kesusilaan. apapun yg terjadi di kehidupan kwankong jaman dahulu kita tidak tahu sang buddha pernah bersabda bahwa jangan percayai segala sesuatu meskipun itu berasal dari buku suci atau bahkan ucapan orang suci seperti Dia, tapi percayalah bila kamu sudah melihat,mendengar dan menjalankan sendiri serta merasakan hasil dari sesuatu itu. makanya bila saya berpendapat kapan hari maka adalah hak anda untuk menyanggah tapi jangan berkata dalam kritik anda bahwa bila saya mempulikasikannya akan ada kekacauan nanti bila itu nanti dipublikasikan. saudara TDL sekrg masyarakat telah dewasa dalam menyikapi suatu berita dan sudah sewajarnya mereka berpikir apa yang benar dan salah. jangan anda mengkritik dengan asumsi masyarakat kacau dan sebagainya karena saya percaya mereka semua akan mengerti. dan yang saya katakan ada dasarnya dan semua pernah membaca meskipun oleh sebagian orang dinyatakan salah tapi tidak bolehkah kita memiliki pendapat lain.tidak bolehkah kita mengungkapkan sesuatu yang janggal dan penting utk didiskusikan. selain itu dengan saya mempublikasikan itu otomatis ada pelajaran yg menarik disitu bahwa tidak hanya manusia yg berbadan jasmani saja yang bisa menyadari karma tapi juga makhluk halus bahkan setan ataupun jin dan macem2 juga bisa menyadari bahkan bisa bertumimbal lahir menjadi dewa dimana selama ini setan atau jin atau roh halus selalu dilabeli jahat dan harus dibasmi dan juga memberi pelajaran tentang betapa adilnya karama yang tanpa pandang bulu selalu menghasilkan akibat kepada siapapun yg berbuat ya khan . yang penting sekarang keyakinan kita terhadap kwankong semakin kuat dan bertambah kuat setiap hari. dan yang terpenting suri tauladan kwankong harus tetap kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. dan harap diingat kwankong bukanlah dewa tao semata tapi Dia juga dewa khonghucu, dewa budha dan yang lebih penting Dia adalah dewa seluruh dunia dan diakui keadilan,kebaikan,kesetiannya disegala penjuru dunia. Kwankong bukan milik Tao tapi milik Tri dharma dan orang yang mengakui suri tauladannya. sekali lagi saya tekankan disini bahwa mencari penyebab lebih merupakan langkah terbaik daripada kita saling bunuh-membunuh, kenapa klo kita bisa mengusahakan perdamaian dalam suatu kondisi ,harus berperang atau membunuh satu sama lain. ingat jangan samakan hal ini dengan kondisi di jaman kwankong dulu karena keadaan kwankong dulu sangatlah kacau dan sudah tidak mungkin lagi didamaikan. dan dari situ ambillah suatu pelajaran bahwa perdamaian lebih penting dari peperangan ronny --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
