hehehe...bulak-balik dekok manar
2010/12/1 JeBe <[email protected]> > > > Gakgakgak.... > > Resep ari rame teh > Keu bae euweuh eusian ge, ngarah haneuteun... > > Sent from MobilePhone® > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * [email protected] > *Date: *Wed, 1 Dec 2010 07:27:27 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [kisunda] Kampung Adat - Baraya Kanekes? > > > > Oh kitu? Janten ari baduy mah sanes urang sunda ? Kutan turunan bule ? > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * oman abdurahman <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Wed, 1 Dec 2010 13:53:30 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [kisunda] Kampung Adat - Baraya Kanekes? > > > > Ih, bule soteh anu kaburna ka wilayah sub tropis, ari anu masih di daerah > tropis mah sarua wae kapanggang srangenge. Aneh soteh lamun can apal, tos > wawuh mah biasa wae. > > manar > > 2010/12/1 <[email protected]> > >> >> >> Hehehehe sok atuh, ngadongeng.. Wios pikaseurieun oge... Aneh2 wae, urang >> kanekes sesa atlantis, atuh barule.. Moal harideung.. Hehehehe >> >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> ------------------------------ >> *From: * oman abdurahman <[email protected]> >> *Sender: * [email protected] >> *Date: *Wed, 1 Dec 2010 13:43:14 +0700 >> *To: *<[email protected]> >> *ReplyTo: * [email protected] >> *Subject: *Re: [kisunda] Kampung Adat - Baraya Kanekes? >> >> >> >> Boa uran Kanekes teh geus sadar kana kamajuan Atlantis anu ngabalukarkeun >> bencana. Jadi wae aranjeunna milih hirup luyu jeung alam, ngigelan alam lain >> ngaruksak alam. Hehehe, sugan kitu oge da rusiah Kanekes na masih disimpen >> ku Mj (hehehe, ieu oge sugan, manawi di Mj aya, cikan Mj cobi dadarkeun >> sakedik mah, pami aya). >> >> manar >> >> 2010/12/1 Wilistya Redanta <[email protected]> >> >>> >>> >>> Cenah ceuk beja mah, suku Baduy teh sesa ti Atlantis/Sundaland, anu >>> salamet tina bencana alam. >>> Ngan can aya anu nalungtik secara ilmiah hubungan Atlantis sareng suku >>> Baduy. Pedah di pikiran urang mah Atlantis teh bangsa maju, ari Baduy mah >>> primitip. >>> >>> >>> >>> >>> >>> --- Pada *Sab, 27/11/10, mh <[email protected]>* menulis: >>> >>> >>> Dari: mh <[email protected]> >>> Judul: [kisunda] Kampung Adat - Baraya Kanekes? >>> Kepada: "Ki Sunda" <[email protected]> >>> Tanggal: Sabtu, 27 November, 2010, 3:30 AM >>> >>> >>> >>> >>> Masyarakat Baduy bukan Pelarian >>> >>> WARGA suku Baduy luar mengangkut kebutuhan sehari-hari melintasi rumah >>> adat di Kampung Kadu Ketug, Desa Kanekes, Kec. Leuwidamar, Kab. Lebak, >>> Banten, Rabu (8/4/2009). Masyarakat Baduy berpendapat, mereka merupakan >>> keturunan pertama yang langsung diciptakan Tuhan di muka bumi bernama Adam >>> Tunggal.* USEP USMAN NASRULLOH/"PR" >>> >>> Suku Baduy tinggal di sekitar pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, >>> Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, yang merupakan tanah >>> ulayat sesuai dengan Perda Kabupaten Lebak No. 32 /2001 tentang Perlindungan >>> Atas Hak Tanah Ulayat Masyarakat Baduy. Luas total wilayahnya mencapai >>> 5.136, 58 hektare. >>> >>> Selama ini, sebagaimana suku lainnya, suku Baduy disebut suku terasing >>> atau masyarakat pedalaman. Namun, istilah tersebut kini tidak relevan lagi >>> karena dikonotasikan negatif sebagai masyarakat tertinggal, masyarakat >>> terbelakang. Untuk menyebut komunitas semacam Baduy sekarang menggunakan >>> istilah "masyarakat adat terpencil". Dengan demikian, walau menempati daerah >>> pedalaman yang terpencil, tak mengurangi jati diri dan martabat mereka >>> sebagai manusia. >>> >>> Kendati dari segi istilah mengalami perubahan, suku Baduy masih >>> menyisakan beberapa perbedaan persepsi, misalnya tentang asal-asul dan >>> prinsip masyarakat Baduy. Persepsi yang beredar di kalangan masyarakat luar >>> yang bukan Baduy berbeda dengan persepsi masyarakat Baduy sendiri. >>> >>> Ada pendapat mengatakan, asal-usul masyarakat Baduy sebagai bagian dari >>> Kerajaan Pajajaran. Masyarakat Banten yang dipimpin Raja Saka Domas (Pucuk >>> Umun) sebagai pemeluk animisme. Tahun 1525, Maulana Hasanuddin mengislamkan >>> Banten Utara secara berangsur-angsur, yang tidak masuk Islam mengungsi ke >>> Parahiyangan atau Cibeo, Kanekes, Banten ( Rafiudin dalam Iskandar dkk, >>> 2001). Masih ada beberapa versi lain tentang asal-usul masyarakat Baduy yang >>> hampir sama. >>> >>> Hal ini berbeda dengan pengakuan pemangku adat Baduy. Mereka berpendapat >>> bahwa masyarakat Baduy merupakan keturunan langsung manusia pertama yang >>> diciptakan Tuhan di muka bumi, bernama Adam Tunggal. Mereka meyakini >>> suku-suku bangsa lain di dunia bagian atau keturunan lanjutan dari masa lalu >>> mereka dengan tugas berbeda-beda. Tanah ulayat mereka diyakini pula sebagai >>> inti jagat (Dr. Ahmad Sihabudin M.Si. dan Asep Kurnia, 2010). Keyakinan >>> masyarakat Baduy tersebut persis seperti keyakinan masyarakat di sekitar >>> Gunung Merapi. Seperti di desa Mbah Maridjan yang meyakini tanah mereka >>> merupakan pusat kekuasaan di tanah Jawa. >>> >>> Prinsip hidup >>> >>> Asal-usul yang diyakini menjadi prinsip hidup masyarakat Baduy yang >>> berlaku hingga kini. Di antara prinsip yang diyakini adalah >>> carek-lisan-khabar (perintah, ucapan, dan berita) yang merupakan tugas >>> kesukuan mereka (wiwitan). Sementara lawan dari ketiga kata itu adalah >>> coret-tulisan-gambar yang merupakan tugas manusia modern di luar suku Baduy. >>> >>> Sebagai implementasi carek-lisan-khabar, masyarakat Baduy tetap teguh >>> menggunakan tradisi lisan atau bahasa tutur. Lebih jauh, masyarakat Baduy >>> tak mau belajar di sekolah formal dengan alasan bisa merusak tatanan budaya >>> mereka. Akan tetapi, terutama Baduy luar (penamping), banyak yang pandai >>> baca-tulis. >>> >>> Uniknya, seperti pengamatan penulis dan wawancara dengan beberapa >>> penduduk di sana, cara mereka belajar, yaitu ketika misalnya membeli sabun >>> atau rokok dihafal mereknya dan di rumah tulisan pada bungkusnya dipakai >>> untuk belajar. (Penduduk Baduy luar hampir mirip masyarakat bukan Baduy, >>> mandi dengan sabun, gosok gigi dengan pasta gigi, dan merokok). Atau, mereka >>> belajar baca-tulis dengan membentuk kelompok belajar di rumah yang dipandu >>> para sukarelawan. >>> >>> Budaya masyarakat Baduy yang nonliterat dinilai sebagian kalangan sebagai >>> bentuk strategi mereka dalam melestarikan prinsip hidup dan adat istiadat >>> secara turun-menurun. Apa yang disampaikan oleh sesepuh berupa carek >>> (perintah), lisan (ucapan), dan khabar (berita). Dengan demikian, asal-usul >>> mereka pun sangat sulit dilacak, kemungkinan untuk menghindari kaji ulang >>> atau dikritisi. >>> >>> Masyarakat Baduy juga tidak mengikuti gaya hidup modern. Masyarakat Baduy >>> luar sekalipun tak mau menggunakan listrik untuk penerangan. Mereka kukuh >>> menggunakan lampu tempel. Di Kampung Ciboleger, perbatasan antara >>> perkampungan Baduy dan perkampungan bukan Baduy, hanya dibedakan oleh bentuk >>> rumah. Rumah baduy berdinding bilik bambu dan beratap rumbia, sedangkan yang >>> lain berdinding tembok dan beratap genteng. Ketika malam tiba, perbedaan >>> kian kontras karena soal listrik tadi. >>> >>> Lawan carek, lisan, dan khabar adalah coret, tulisan, dan gambar. Tiga >>> kata terakhir merupakan tugas kelompok manusia lain yang modern, yaitu >>> meramaikan dunia. Yang pada perkembangan mutakhir, adanya berbagai alat >>> elektronik dan komputerisasi. Ketiganya terpadu atau biasa disebut >>> multimedia. Namun, kemajuan yang terus bergerak bukan tanpa risiko. Berbagai >>> persoalan terus terjadi dan tak jarang menelan korban, termasuk manusia >>> sendiri yang menjadi korbannya. >>> >>> Bukan pelarian >>> >>> Banyak literatur tentang asal-usul masyarakat adat terpencil. Seperti >>> halnya Suku Tengger dan suku asing di sekitar pegunungan Bromo dan >>> Pegunungan Ijen di Jawa Timur. Mereka diam di daerah pegunungan karena >>> terdesak seiring runtuhnya Majapahit dan Blambangan. >>> >>> Demikian halnya suku Baduy. Beberapa sejarah mengidentifikasi mereka ke >>> daerah pegunungan Kendeng karena terdesak seiring runtuhnya Pajajaran >>> setelah masuknya Islam di Banten. Namun, seperti diungkapkan di atas, suku >>> Baduy menolak disebut pelarian setelah terdesak dari proses islamisasi di >>> Banten Utara. >>> >>> Terlepas pengakuan mana yang benar, terpenting adalah keberadaan >>> masyarakat adat terpencil tidak selayaknya diusik. Keberadaannya sangat >>> berarti bagi kelangsungan kosmologi. Diketahui, topografi Provinsi Banten >>> terdiri atas empat kota dan empat kabupaten. Kota Serang, Tangerang, >>> Tangerang Selatan, Cilegon, Kabupaten Serang, Tangerang, Lebak, dan >>> Pandeglang. >>> >>> Dari wilayah tersebut, sebagian besar telah padat, berupa kawasan >>> industri ataupun perumahan yang ekologinya sudah terganggu akibat pesatnya >>> proses pembangunan. Tinggal dua daerah, Lebak dan Pandeglang yang relatif >>> masih memiliki kawasan alami. Di Lebak, ada kawasan tanah ulayat masyarakat >>> Baduy. Sementara di Pandeglang, ada kawasan konservasi Taman Nasional Ujung >>> Kulon. >>> >>> Sangat naif jika Baduy, komunitas masyarakat adat terpencil yang menjaga >>> keseimbangan alam dan keharmonisan sosial terus diusik dan dipolitisasi. >>> Jika terus diusik, akan berakibat pada rusaknya lingkungan dan lunturnya >>> keyakinan serta adat istiadat mereka sebagai bentuk kearifan lokal. Biarlah >>> mereka bertahan bersama budaya tradisi carek, lisan, dan khabar. (Sumarno, >>> pemerhati masalah sosial budaya, tinggal di Tangerang, Banten)*** >>> >>> >>> http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=165655 >>> >>> >>> >> > >
