Tulisan khos banget model orang2 PKS yang gemar sekali menyalahkan Kiai dan 
merasa dirinya jauh lebih suci dan alim lebih pinter dari 
Kiai...na'idzubillaahi mindzaalik.


  ----- Original Message ----- 
  From: kejawan gebang 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] 
  Sent: Friday, February 16, 2007 2:21 PM
  Subject: [kmnu2000] KRISIS ILMU


  Salah satu problematika kontemporer yang menghingapi
  umat ini adalah krisis Ilmu. Kita ketahui sendiri
  bahwa kejayaan suatu bangsa dapat diukur dari pesatnya
  perkembangan ilmu. Apalagi Allah telah berjanji akan
  meningkatkan derajat suatu kaum, selagi kaum tersebut
  bersedia meningkatkan kualitas imannya dan gemar
  menuntut ilmu. Menurut Ust. Mudhoffar, MA dalam Kajian
  Jum'at pagi, setidaknya ada 7 faktor yang menyebabkan
  umat mengalami krisis ilmu.
  Pertama, Lemahnya ilmu syar'i yang notabene harus
  dipahami setiap orang secara aksiomatik. Sebab masih
  banyak dari umat ini yang tidak memahami syariat yang
  sifatnya masih dasar. Sedangkan kita ketahui bahwa
  syarat syah-nya ibadah, salah satunya adalah harus ada
  ilmunya. 
  Kedua, Minimnya ulama yang bertugas memahamkan umat
  dengan ajaran Islam secara syumul. Memang di negeri
  kita banyak sekali yang namanya ulama mulai dari kyai
  khos sampai -meminjam istilah Gus Dur- kyai kampung.
  Tapi pada hakekatnya, mereka belum memenuhi
  kualifikasi sebagai ulama yang seharusnya mempunyai
  rasa takut lebih kepada Allah dan membimbing umat ini
  agar selamat dunia-akhirat.
  Ketiga, Umat mengalami kebingungan untuk mencari
  rujukan yang benar. Sebab banyak bermunculan ulama
  gadungan yang keberadaannya lebih dikarenakan
  pencitraan media/masyarakat. Keempat, lemahnya tradisi
  menghormati spesialisasi ilmu. Yang jelas jika kita
  belajar mengenai tafsir maka belajarlah kepada ahli
  tafsir. Jangan sampai belajar ilmu tanpa rujukan dan
  manhaj (jalur) dari orang-orang yang kafa'ah di
  bidangnya.. Sebab setiap orang mempunyai kompetensi
  masing-masing yang satu sama lainnya dapat melengkapi.
  Kelima, Ilmu yang kurang. Masalahnya bukanlah berapa
  banyak dalil yang kita ketahui atau dihafal untuk
  dasar setiap ilmu tetapi terletak pada pemahaman kita
  atas dalil tersebut. Sebab ilmu yang benar harus
  memenuhi 3 hal yaitu tahu dalil, tahu dalil itu
  seharusnya dipahami, dan tahu penerapan dalil
  tersebut. Fenomena perbedaan yang menimbulkan
  permusuhan di antara gerakan islam adalah dikarenakan
  tidak mampu memahami ilmu secara benar.
  Keenam, Monopli ilmu. Sebagai contoh penyimpangan yang
  terjadi dalam LDII adalah cara penyampaian ilmu harus
  melalui jalur dari orang-orang yang ada did lam
  jama'ah tersebut. Sehingga disini ada monopoli ilmu
  yang notabene melarang orang selain kelompok tersebut
  untuk menyampaikan kebenaran. Hasil akhir dari
  cara-cara seperti ini adalah mengkafirkan orang lain
  yang ada tidak menjadi anggota jama'ah tersebut.
  Ketujuh, hobi memvonis. Dalam dakwah, tugas seorang
  da'I adalah menyampaikan petunjuk bukannya malah
  memvonis orang lain seperti haki. Sedikit-sedikit
  melemparkan tuduhan bid'ah, kafir, bara' dan
  sebagainya. Nah, saatnya aktivis bangkit untuk
  menyelesaikan krisis ini dengan rajin menghadiri
  majelis ilmu dengan semangat tinggi.

  Akhirnya sebanyak 44 Mahasiswa ITS (Ikhwan-akhwat)
  tercerahkan
  Kata moderator (Bang Wildan), sampai ketemu minggu
  depan di hari dan waktu yang sama
  Wassalam

  16 Februari 2007
  Santri Mahad UI

  __________________________________________________________
  TV dinner still cooling? 
  Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
  http://tv.yahoo.com/


   


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke