mas ulil,
 
kalau mau dapat ijazah al-hikam atau risalah qusyairiyah atau fususul hikam 
silakan datang ke gus dur...:-) 
setahu saya dari gus dur sanadnya masih nyambung sampai ke pengarang2 kitab tsb.
 
karena sampeyan mau bikin pesantren tasawuf alias pesantren thoriqoh, jangan 
lupa berbaiat dulu kepada mursyid2 thoriqoh...kalau di amrik ada naqsyabandiah 
haqqoni, ada syadzaliyah, ada tijaniyah, dan yg lainnya (silakan search lewat 
google).
kalau di indonesia ya banyak mursyidnya tinggal pilih yg sampeyan ngrasa 
cocok...hehehe.
 
selamat akhir pekan...
 
wassalam,
syaikhul
 
 

-----Original Message-----
From: Ulil Abshar-Abdalla [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, May 22, 2007 10:42 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [kmnu2000] Kiai dan Politik



Mas Arief,
Kekayaan besar Islam antara lain adalah tasawwuf.
Sedih sekali kekayaan ini dicaci-maki oleh banyak
kalangan Islam sendiri. Karena saya tumbuh di
lingkungan pesantren, tasawwuf menjadi bagian dari
diri saya yang tak pernah bisa saya tinggalkan. Saat
masih di pesantren dulu, saya mengalami "tasawwuf
amali", sekarang saya mengalami fase lain, yaitu
"tasawwuf fikri". Dua-duanya saling melengkapi. 

Figur yang saya kagumi, antara lain, adalah Imam
Ghazali. Saya membaca berkali-kali "Misykat al-Anwar",
dan tak pernah bosan. Imam Ghazali mengupas konsep
"Cahaya Tuhan" dengan sangat memikat sekali. Tentu
ulasan seperti yang dilakukan oleh Imam Ghazali itu
tidak bisa dilakukan kecuali oleh orang yang telah
melalui "pengalaman mistik" yang mendalam.

Hingga sekarang ini, saya tak pernah berhenti
mengagumi dan menghayati Kitab al-Hikam yang nyaris
seperti sebuah puisi. Saya tak sempat mempelajari
kitab ini di pesantren dulu, karena dilarang oleh ayah
saya, sebab saya belum cukup umur. Konon, orang boleh
membaca kitab ini kalau sudah berumur 40 ke atas.
Sekarang saya membaca sendiri, meskipun saya
sebetulnya ingin mencari seorang "guru" kepada siapa
saya bisa mengkaji kitab ini. Tidak seperti dalam
ilmu-ilmu sekuler, "pengetahuan" dalam tradisi mistik
seharusnya diajarkan melalui seorang "mursyid". Memang
rasanya sungguh lain jika ajaran tasawwuf kita terima
dari mulut seorang guru yang sudah menempuh "suluk"
yang panjang dibanding jika kita hanya membaca buku
saja. Karena itu, saya bisa memahami ajaran yang
pernah saya terima di pesantren dulu, "man laisa lahu
syaikh fasyaikhuhu syaithan," siapa yang belajar tanpa
panduan seorang "master" atau guru maka syaitanlah
yang akan menjadi gurunya. 

Tahun lalu, saya belajar tasawwuf sejumlah agama
besar: Kristen, Hindhu dan Budha. Dari pengalaman
mengambil kelas itulah saya kemudian menjadi tahu dan
menghayati sendiri bahwa belajar pengetahuan yang
masuk dalam kategori "irfan" atau "al-ilmu al-hudhuri"
itu akan lebih "cespleng" dan meresap ke dalam diri
kita jika melalui seorang syaikh, mursyid, profesor,
atau guru.

Selain Sykeh Hisyam Kabbani, saya mengagumi seorang
sarjana Muslim "tradisional" lain di Amerika (kata
"tradisional" di sini saya mengerti dalam pengertian
yang diberikan oleh Seyyed Hussein Nasr) kebetulan dia
adalah seorang muallaf. Namanya Ustaz Hamzah Yusuf.
Dia mendirikan sebuah lembaga di California, Zaitunah
Institute. Salah satu sumbangan penting Ustaz Hamzah
adalah mengenalkan tradisi membaca Burdah yang indah
itu di kalangan Muslim di Amerika. Dia telah
menerjemahkan puisi Burdah itu ke dalam bahasa
Inggris, dan memproduksi rekaman bacaan Burdah yang
dilakukan oleh sebuah kelompok mistik dari Maroko.
Saya menikmati benar pembacaan Burdah a la Maroko itu.
Ada aspek penting yang perlu saya gari-bawahi di sini:
saat saya mendengarkan lantunan Burdah a la Maroko
itu, ada "nuansa" musikal yang berbeda dengan saat
saya mendengarkan nasyid-nasyid yang lazim dikenal di
kalangan PKS. Saya pernah lama bergaul dengan
lingkungan semacam PKS itu, tetapi saya tak pernah
bisa mencintai nasyid mereka. Jiwa saya tak ada di
sana. Saya lebih mencintai Burdah dan Barzanji.
Perhatikan ritme bait Burdah yang sangat populer di
kampung-kampung ini:

Ya rabbi bil mustafa balligh maqasidana
Wa-ghfir lana ma mada ya wasi' al-karami

Huwa al-habib al-ladzi turja syafa'atuhu
Likulli haulin min al-ahwali muqtahimi

Masing-masing suku kata dalam bait itu mewakili ritme
"naik-turun", menggambarkan sebuah konsep sentral
dalam tradisi tasawwuf, yaitu "khauf dan raja'" (takut
dan berharap), qabd dan bast (mengkerut mengembang),
inqibad dan inbisat, dst. Ritme naik-turun ini yang
tak saya jumpai dalam nasyid-nasyid PKS. Suasana
nasyid umumnya tragis dan menyedihkan, seolah-olah
ingin meratapi terus-menerus kekalahan Islam. 

Terakhir, menurut saya, pesantren sekarang ini kurang
menghargai tradisi tasawwuf secara memadai, baik
tasawwuf amali atau tasawwuf fikri. Setahu saya, tak
ada satu pesantren pun yang mengajarkan al-Risalah
al-Qusyairiyyah, misalnya. Kitab al-Hikam memang
diajarkan, tetapi tidak cukup luas. Tetapi kita masih
beruntung karena Ihya diajarkan secara luas sekali di
pesantren-pesantren NU. Saya masih berharap suatu
ketika ada seorang kiai yang mengajarkan Fusus
al-Hikam karya Ibn Arabi seperti para ayatullah di
Iran masih terus mengajarkan kitab ini hingga
sekarang. Akan lebih baik lagi jika suatu ketika ada
yang mengajarkan pula karya Al-Suhrawardi, "Hikmat
al-Isyraq" atau karya Mulla Sadra, "Iksir al-Arifin".
Akan lebih indah lagi kalalu suatu ketika puisi-puisi
Masnawi-nya Mawlana Jalaluddin Rumi diajarkan di
pesantren, dibarengi dengan tarian darwish yang
berasal dari tarekat Mawlawiyyah. Aduh, saya bisa
"mabuk" kalau sudah membaca karya-karya misik besar
ini. Ini adalah kekayaan yang dahsyat sekali. Saya
ingin arah pesantren ke depan adalah semacam itu:
menggali khazanah Islam yang begitu kaya, termasuk di
bidang tasawwuf. 

Suatu saat, saya bermimpi mendirikan pesantren yang
bisa mengajarkan kekayaan mistik ini, kalau Allah
mengizinkan. 

Ulil


Recent Activity

*       

         3
        New  
<http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/members;_ylc=X3oDMTJmM2hqMjd2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE0OTM5NTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZtYnJzBHN0aW1lAzExNzk4NTA0NTE->
 Members

Visit  
<http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000;_ylc=X3oDMTJlZzI5dHRvBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE0OTM5NTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTE3OTg1MDQ1MQ-->
 Your Group 
Yahoo! Finance

It's  
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12jucvk2d/M=493064.10729649.11333340.8674578/D=groups/S=1705136382:NC/Y=YAHOO/EXP=1179857656/A=4507179/R=0/SIG=12de4rskk/*http://us.rd.yahoo.com/evt=50284/*http://finance.yahoo.com/personal-finance>
 Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Yahoo! HotJobs

Be  
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12jvqda5k/M=493064.10729661.11333352.8674578/D=groups/S=1705136382:NC/Y=YAHOO/EXP=1179857656/A=3848546/R=0/SIG=10o5tjndh/*http://www.hotjobs.com>
 Discovered!

Employers find you

Upload your resume

Yahoo! Mail

You're  
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12j1pnf3h/M=493064.10729665.11333356.8674578/D=groups/S=1705136382:NC/Y=YAHOO/EXP=1179857656/A=3848569/R=0/SIG=12jcbehhh/*http://us.rd.yahoo.com/evt=42410/*http://advision.webevents.yahoo.com/handraisers>
 invited!

Try the all-new

Yahoo! Mail Beta

.
  
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=1493956/grpspId=1705136382/msgId=22709/stime=1179850451/nc1=4507179/nc2=3848546/nc3=3848569>
 
 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke