He..he Mas, Anda juga jangan terlalu serius gitu dunk dengan Mas
Hamzah. Saya kira orang yang hendak menterjemah sebaiknya tahu seluk
beluk bahasa kemana dia hendak menterjemah. Jika tujuannya adalah
paham, ya pakai bahasa lokal saja lebih baik. Tapi karena sudah
terlanjur hendak menterjemah ya mau gak mau harus mengikuti aturan
yang berlaku, bahasa yang lazim digunakan.

Apalagi, pikir saya, jika bahasa itu hendak dibawa ke wilayah akademis
atau disampaikan secara formal yang menghendaki audiens yang native
dengan bahasa tersebut. Ya sebaiknya disesuaikan, supaya audiens bisa
paham dan tidak membingungkan...Begitu khan ;)


Salam hangat,
am





--- In [email protected], Jamaluddin Mohammad <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Mas Sahal, kelihatannya Anda terlalu "serius" menanggapi khutbah
yang diposting Ahmad Baso. Apa ada yang salah dengan khutbah itu?
Kalau memang khutbah itu dibuat oleh Baso, kenapa? Apa Anda punya
"teks khutbah tandingan" yang isinya lebih bagus dari yang dibuat
Baso? (kalau memang dibuat Ahmad Baso).
>    
>   Terus, kenapa seh kita harus capek-capek mempersoalkan "bahasa"
(istilah)? Setiap orang/komunitas berhak menciptakan
istilah/bahasa-nya sendiri. Meskipun "tidak cocok" menurut
orang/komunitas yang lain. Selama bahasa/istilah tersebut efektif
untuk dijadikan sebagai alat komunikasi. Manusia adalah pencipta
sekaligus pengguna bahasa.
>    
>   Jadi, menurut saya, kita tidak usah merujuk ke Arab sana. Apakah
orang Arab paham atau tidak dengan istilah tersebut (tatharuf dan
tasyadud), itu bukan urusan mereka. Yang penting orang NU paham dan
mengerti dengan istilah yang mereka gunakan. Saya yakin, ketika
istilah tersebut diulang-ulang dan menjadi populer, orang tidak lagi
mempersoalkan makna dan penggunaannya. 
>    
>   Agaknya Anda perlu belajar apa itu bahasa? hehehe......
>    
>   Salam kenal,
>   Jamaluddin Mohammad
> 
> hamzah sahal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Kawan2,, 
> izinkan saya menyebarkam berita bahwa penulis khutbah itu adalah
Ahmad Baso.
> saya mendapat info ini dari orang yg cukup dhabith dan tsiqoh,
sanadnya juga nyambung. sehingga berita ini shahih, meskipun tidak
pada tingkatan masyhur, apalahi mutawatir.
> 
> tapi, saudara Ahmad Baso harus memberikan pengakuan, apakah berita
ini shahih atau dha'if, bahkn maudhu'?
> 
> sekalian aja diudar. ini pelajaran bagi kita semua.
> 
> oh ya, khusus buat bung anam. kata tatharuf itu bukan istilahnya pak
hasyim dan pak makruf amin. kata itu ada dalam buku bahasa arab
kontemporer, juga koran-koran yg terbit di padang pasir sono. 
> 
> kalau tasyadudi utk fundamentali dan tasahuli utk liberalis, saya
tidak tahu itu muncul dari mana.
> 
> akhirul kalam, semoga usia NU yang k-82 bukan usia yang udzur dan
mulai pikun, seperti usia manusia.
> 
> selamat panjang umur, NU...
> 
> 
> salam,
> 
> hamzah.
> 
> Ahmad Fawaid <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bung Anam,
> Tahu gak, dari kemarin Hamzah itu bertanya-tanya: apakah ada tradisi
baru
> dalam NU yang
> menggunakan istilah Taw'iyah? Hingga tadi pagi ia kembali sms saya
> menyangkut hal ini. Menurutnya, bukankah dalam kamus taw'iyah berarti
> tanwir atau bahkan juga tahdzir dan tanbih? Saya hanya menjawab,
tunggu aja
> dari yang berhak untuk mengklarifikasinya, bisa jadi salah ketik
dari semula
> TAUSHIYAH menjadi TAW'IYAH. Atau memang TAW'IYAH yang digunakan? Saya
> tambahkan kepadanya, bukankah dalam NU, terlebih di kalangan Syuriah,
> meng-arabkan istilah sangat produktif belakangan ini. Termasuk istilah
> tatharruf tasyaddudi dan tatharruf tasahuli. Belangan, istilah Arab
memang
> menjadi 'tren' di kalangan NU. Mungkin itu ditujukan untuk mendekatkan
> dengan tradisi pesantren. Jika ya, semestinya semua istilah
diarabkan saja,
> persis ketika khutbah syuriah di masa-masa awal NU. Jangan hanya
> sepotong-sepotong. Tanggung. Sekalian wartawan bingung cari tukang
> terjemah.
> Memang, istilah arab yang digunakan adalah istilah yang akrab
digunakan di
> pesantren, semisal tasyaddudi dan tasahuli. Tapi konotasi yang
dibuat dalam
> istilah mutakhir ini, khususnya dalam khutbah ini, sangat
tendensius. Saya
> yakin, istilah Arab yang ada di khutbah ini jika tidak dilengkapi
penjelasan
> dalam kurung sangat mungkin tidak dipahami banyak orang. Itu karena
konotasi
> istilah itu sesungguhnya kurang menyatu dengan tradisi pesantren,
meskipun
> istilah yang digunakan sangat akrab dengan tradisi pesantren.itu yang
> pertama.
> Kedua, kalau memang betul Taw'iyah, mungkin ini tradisi pertama (setahu
> saya) yang digunakan rais 'Aam dalam setiap khutbahnya.
> 
> Oia Bung Anam, saya setuju, sejatinya khutbah ini tidak meluncur sebelum
> waktunya. Atau memang betul itu dalam rangka 'menampung' masukan?
Bagi saya
> itu tidak mungkin!!!!!
> 
> AFS
> 
> 2008/1/17 Kh Anam <[EMAIL PROTECTED]>:
> 
> > Mas Rumadi,
> > Setahu saya itu bukan dari mas baso karena di situ tidak ada istilah
> > "poskolonial" atau "NU Studies"nya. Istilah fikih dakwah, fikih
siyasah,
> > dan
> > fikih ahkam (:model pembagian yang tidak mantiqi), apalagi soal
ICIS itu
> > malah lebih sering saya dengar dari Pak Hasyim. Lalu istilah
tatharruf itu
> > lebih sering diucapkan Kiai Ma'ruf Amin.
> >
> > Namun apapun yang terjadi dengan Mbah Sahal, menurut saya,
pidatonya tidak
> > perlu dipublikasikan sebelum hari H, nanti tidak ada supres kan!
> >
> > Selamat Harlah Ke-82 NU. Makin tua makin menjadi(-jadi)...!
> >
> >
> > On 1/16/08, Rumadi Rumadi <[EMAIL PROTECTED] <arumadi%40hotmail.com>>
> > wrote:
> > >
> > >
> > > Saya juga agak aneh mengapa acaranya masih cukup lama teks pidatonya
> > sudah
> > > dipublish. Oleh Baso lagi. Apakah Baso ingin mengatakan kalau yang
> > membuat
> > > teks pidato Rais Am ini dia? he he... sekedar ikut usil.
> > >
> > > Salam,
> > >
> > > RUmadi
> > > ________________________________
> > > > To: [email protected] <kmnu2000%40yahoogroups.com>
> > > > From: [EMAIL PROTECTED] <sahaljr%40yahoo.com>
> > > > Date: Tue, 15 Jan 2008 19:05:15 -0800
> > > > Subject: Re: [kmnu2000] KHUTBAH TAW'IYYAH RAIS AM PBNU PADA
HARLAH NU
> > KE
> > > 82 ,3 FEB 2008
> > > >
> > > >
> > > > salam
> > > >
> > > > boleh saya bertanya? boleh ya...
> > > >
> > > > 1. Kenapa teks pidato ini nggegek mongso? semoga Baso bisa paham
> > nggegek
> > > mongso. apakah ini minta masukan? atau teks ini merupakan juga
konsep
> > yang
> > > nanti bisa diubah?
> > > >
> > > > 2. saya yang awam b. Arab boleh juga bertanya kan? kenapa
> > > ekstrem-fundamentalis diterjemahkan tatharruf tasyaddudi? Tentu juga
> > saya
> > > bertanya kenapa ekstrem-liberalis menjadi tatharruf-tasahuli
> > > >
> > > > maaf, kalau pertanyaan ini tidak penting dan oneng. Tapi saya
butuh
> > > jawaban.
> > > >
> > > > terima kasih,
> > > >
> > > > hamz`
> > > >
> > > >
> > > > ahmad baso> wrote:
> > > > Alhamdulilahirabbil alamin
> > > > Washshalatu wassalamu ala sayyidina muhamamdin wa ala alihi
wasahbihi
> > > ajma'in
> > > > Amma ba'd,
> > > >
> > > > Dengan ridha dan hidayah dari Allah SWT, hari ini adalah hari yang
> > > berbahagia bagi warga Nahdliyyin. Hari ini kita merayakan Harlah
> > Nahdlatul
> > > Ulama yang ke-82. Dalam usianya tersebut, Nahdlatul Ulama telah
melewati
> > 3
> > > generasi: generasi Hadlratussyekh Kiai Hasyim Asyari, generasi
kita dan
> > > generasi anak-anak kita. Dan Harlah ini menjadi penting untuk kita
> > rayakan,
> > > pertama, untuk memastikan kelancaran pewarisan nilai-nilai dan
> > kelangsungan
> > > perjuangan Nahdlatul Ulama di antara ketiga generasi tersebut.
> > > > Yang kedua, berkaitan dengan faktor reformasi, yang mengubah
kondisi
> > > kenegaraan, tata sosial serta aspek-aspek kemasyarakatan kita secara
> > > komprehensif. Persoalan ini harus disikapi secara arif, melalui
> > pendekatan
> > > dan ciri khas Nahdlatul Ulama, yakni pendekatan al-muhafazhah
> > > ala-l-qadimi-sh-shalih wal akhdzu bil jadidi-l-ashlah.
> > > > Harlah Nahdlatul Ulama ke-82 ini mengingatkan kita bahwa reformasi
> > pada
> > > satu sisi membawa hal-hal yang demokratis, tapi juga pada sisi
lainnya
> > > membawa berbagai macam tantangan yang berat, yang harus dilalui
dengan
> > > selamat.
> > > > Dewasa ini terjadi peralihan generasi atau regenerasi total
dibanding
> > > generasi masa lahirnya NU. Kita melihat, generasi muda sekarang
> > merupakan
> > > generasi yang "kosong", yang kini menjadi rebutan berbagai keyakinan
> > > ideologi, cara berpikir dan tata cara kehidupan.
> > > > Oleh karenanya kita perlu membangun Nahdlatul Ulama serta
meng-NU-kan
> > > kembali orang-orang NU dalam keutuhan akidah, syariat, akhlaq, dan
> > manhaj.
> > > Untuk itu, pewarisan metodologi perjuangan Wali Songo menjadi
penting di
> > > tengah konteks keindonesiaan dan pada lingkup internasional.
> > > > Ciri khas Ahlussunnah Waljamaah yang dibawa oleh para Wali
Songo itu
> > > kemudian diteruskan oleh para ulama Nahdlatul Ulama dalam
gerakan Islam
> > yang
> > > Indonesiawi, melalui perjuangan keindonesiaan yang disinari oleh
agama.
> > > > Lalu, apa arti meng-NU-kan orang NU?
> > > > Saya tegaskan, setiap orang NU haruslah dapat menjadi NU
karena ajaran
> > > serta metodologi perjuangannya. Dan bukan karena keturunan,
pergaulan,
> > atau
> > > kepentingan. Orang NU haruslah juga dapat membedakan diri dengan
> > > gerakan-gerakan tatharruf tasyaddudi (ekstrem-fundamentalis) maupun
> > > tatharruf-tasahuli (ekstrem-liberalis), yang kedua-duanya
bukanlah ciri
> > khas
> > > perjuangan Islam domestik nasionalis Indonesia.
> > > > Kelompok-kelompok tatharruf tasyaddudi ini pada umumnya mencoreng
> > > tasamuh Islami. Demikian pula kelompok-kelompok tatharruf
tasahuli yang
> > > mengancam keteguhan akidah dan syariah.
> > > > Dan kini, di tengah masyarakat kita, masih subur tumbuh
kemunafikan,
> > > kefasikan, kezindikan, serta penyimpangan-penyimpangan dari ajaran
> > Islam.
> > > Seperti nabi palsu, jibril palsu, dan berbagai macam khurafat yang
> > mengancam
> > > kemurnian akidah.
> > > > Sesuai dengan cara dan pendekatan Wali Songo, hikmah kebijakan
para
> > > ulama dalam membawakan Islam di Indonesia adalah keseimbangan dan
> > keserasian
> > > antara fiqhul ahkam, fiqhu-d-dakwah dan fiqhus-siyasah. Fiqhul ahkam
> > adalah
> > > pendekatan hukum legal formal-syariat. Sedangkan fiqhu-d-dakwah
adalah
> > > pendekatan keteladanan, bimbingan dan penyuluhan serta hikmah
advokasi
> > atau
> > > pembelaan terhadap nilai agama dari berbagai macam serangan
dengan cara
> > yang
> > > lebih baik dari kualitas serangan itu.
> > > > Sementara fiqhus siyasah adalah pendekatan
politik-substansial, yakni
> > > bagaimana menuangkan nilai agama dalam kenyataan bangsa yang plural,
> > serta
> > > bentuk negara yang harus mengayomi semua golongan dan agama.
> > > > Nahdlatul Ulama tidak berada pada posisi politik kekuasaan
praktis,
> > tapi
> > > berada pada politik keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan. Mengapa
> > demikian?
> > > > Tradisi Nahdlatul Ulama adalah tradisi penghargaan terhadap ulama,
> > > tradisi penghormatan terhadap orang-orang yang cakap dan berilmu
> > pengetahuan
> > > tentang agama dan masyarakatnya. Sejarah ulama di Indonesia adalah
> > sejarah
> > > populisme dan kebangsaan. Itu sebabnya para ulama menyebut
asal-usulnya
> > di
> > > belakang namanya, seperti Syekh Yusuf al-Makassari, Syekh Arsyad
> > al-Banjari
> > > atau Syekh Nawawi an-Bantani.
> > > > Sudah banyak tawaran solusi politik dan ekonomi dari luar yang
> > > diperkenalkan kepada kita di era reformasi ini. Tapi ternyata tidak
> > > mengindahkan suara bangsa kita, suara ulama, suara rakyat dan suara
> > > tradisinya.
> > > > Umat Islam Indonesia ingin mengembalikan lagi harkat dan martabat
> > bangsa
> > > dan rakyat Indonesia ini, hendak pula mengembalikan tradisi sebagai
> > sebuah
> > > kekuatan populis. Pesantren dan ulama menjadi motor penggeraknya.
> > > > Kepemimpinan ulama dalam masyarakat berawal dari kepemimpinan
> > pesantren.
> > > Apabila pesantren dapat berkembang di bawah otoritas ulama, berarti
> > > kepemimpinan ulama mendapatkan legitimasi dan pengakuan dari
masyarakat.
> > > Karena itu seorang ulama kharismatik menjadi penasehat dan rujukan
> > > masyarakat dari berbagai lapisan. Pada saat masyarakat mengalami
> > kekacauan
> > > dan gangguan, para ulama-lah yang menjadi pegangan.
> > > > Pada tataran internasional, Nahdlatul Ulama juga berkiprah dengan
> > > mempunyai forum internasional, yaitu al-Mu'tamaru duwali li-l-
Ulama wal
> > > Mutsaqqafin al-Islamiyyin/ICIS, International Conference of Islamic
> > > Scholars). Forum ini dimaksudkan untuk mempromosikan manhaj
serta tata
> > cara
> > > kejuangan Nahdlatul Ulama yang tawassuth dan i'tidal
(moderatisme) ke
> > > seluruh dunia, serta penggalangan ukhuwah islamiyah dengan
seluruh ulama
> > > dari berbagai mazhab di dunia, serta cendekiawan muslim
se-dunia. Dan
> > sama
> > > sekali bukan akan mengadopsi sistem dan gerakan politik dari luar
> > negeri,
> > > yang belum tentu cocok dengan kondisi negara Indonesia
berdasarkan wadah
> > > Republik dengan filsafat dan aturan mainnya.
> > > > Dengan demikian penuangan ajaran Islam secara fiqhul ahkam
ditujukan
> > > untuk umat yang sudah siap melakukannnya (ummat ijabah), karena
tujuan
> > > Nahdlatul Ulama dalam Anggaran Dasarnya adalah melaksanakan syariat
> > Islam
> > > dalam masyarakat Indonesia. Sedangkan fiqhu-d-dakwah dan fiqhus
siyasah
> > > ditujukan untuk pengembangan Islam dalam masyarakat majemuk serta
> > penuangan
> > > nilai-nilai ajaran agama secara substansial inklusif terhadap
negara,
> > dan
> > > bukan formal-eksklusif.
> > > > Program muktamar Nahdlatul Ulama ke 31 di Solo menugaskan PBNU
untuk
> > > menjam'iyyahkan jamaah NU. Sehingga diperlukan penataan kembali
> > organisasi
> > > dan peningkatan kerapiannya, serta membentuk sistem organisasi yang
> > modern
> > > dengan tetap mengusung tradisi-tradisi Nahdlatul Ulama.
> > > > Harga Nahdlatul Ulama dihitung pada tingkat pengabdian dan
khidmatnya
> > > terhadap umat dan masyarakat. Sehingga tidak ada jalan lain selain
> > > meningkatkan kualitas pengabdian dan khidmat tersebut.
> > > > Maka, peningkatan pendidikan Ma'arif, penguatan kualitas pondok
> > > pesantren, pengembangan proyek-proyek kesehatan dan kemanusiaan,
> > haruslah
> > > menjadi titik berat perjuangan Nahdlatul Ulama. Dalam hal ini
Nahdlatul
> > > Ulama harus mengakui masih banyak ketertinggalan dalam bidang
pengabdian
> > > itu.
> > > > Sehubungan dengan adanya reformasi, dan tarik menarik kepentingan
> > > politik yang luar biasa, baik skala nasional regional, maupun lokal,
> > dalam
> > > wujud pemilu dan pilkada, hendaknya warga NU tetap menjaga
persatuan dan
> > > kesatuan ukhuwah Nahdliyah. Tidak boleh terbawa arus dari
kepentingan
> > > kepentingan politik tersebut. Syukur kalau bisa mengambil
istifadah dari
> > > padanya, tapi paling tidak, jangan karena itu semua warga
Nahdliyin dan
> > para
> > > ulama NU terpecah belah antara satu dengan yang lainnya.
> > > > Negeri kita telah sepuluh tahun dilanda bencana sosial sejak 1997.
> > > Akibatnya adalah konflik berkepanjangan baik konflik yang berwatak
> > agama,
> > > suku, politik kepentingan kelompok, gangguan-gangguan separatisme,
> > maupun
> > > subversi asing. Itu semua telah membuat bangsa Indonesia menjadi
> > kelelahan,
> > > dan kurang produktif.
> > > > Sedangkan pada tiga tahun terakhir, dimulai dari 26 Desember 2004,
> > Tanah
> > > Air kita dilanda bencana alam yang tiada henti-hentinya. Mulai
tsunami
> > di
> > > Aceh, di Banyuwangi, di Pangandaran, gempa di Nias, Bengkulu, di
> > Yogyakarta,
> > > kebakaran hutan di Kalimantan, lumpur di Sidoarjo, serta banjir
bandang
> > di
> > > Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta di DKI Jakarta, yang tiada
> > henti-hentinya,
> > > ikut menambah rasa kepiluan masyarakat Indonesia.
> > > > Menghadapi situasi seperti ini, hendaknya para ulama bertindak
sebagai
> > > penawar duka masyarakat, sebagai pengayom serta penyalur jerit
tangis
> > > masyarakat kepada penyelesaian yang sebaik-baiknya. Sangat tidak
etis,
> > kalau
> > > para ulama dan pemimpin bangsa ini lebih sibuk dengan angan-angannya
> > > sendiri, dengan kepentingan-kepentingan sendiri, yang terlepas dari
> > derita
> > > masyarakat sehari-hari.
> > > > Oleh karenanya, di dalam Harlah ini kami serukan agar seluruh
ulama
> > > Nahdlatul Ulama dan ulama Indonesia menampati kembali posisinya
sebagai
> > > pengayom masyarakat dan penawar keluh kesah penderitaan umat.
> > > > Agar bencana tidak lagi mendera bangsa ini, marilah kita melakukan
> > empat
> > > hal berikut: taqarrub ilallah, bertaubat, beramal shaleh, dan
juga yang
> > > paling penting bersikap ramah terhadap lingkungan dan tidak
melakukan
> > > pengrusakan lagi terhadap alam.
> > > > Untuk itu, pada kesempatan yang mulia ini, saya berpesan agar
segenap
> > > komponen bangsa ini bersatu padu untuk membangun kembali Tanah
Air kita
> > > pasca bencana. Pemerintah dituntut pula untuk segera meningkatkan
> > > kesejahteraan, kemakmuran dan kebahagiaan masyarakat, serta
memajukan
> > > kehidupan ekonomi bangsa ini, khususnya warga NU. Bagian
terbesar bangsa
> > > adalah warga Nahdlatul Ulama. Dan ukuran berhasil tidaknya
pembangunan
> > > kesejahteraan yang dilakukan pemerintah terhadap masyarakat
bangsa ini
> > > tergantung dari tercapainya kemakmuran tersebut bagi segenap warga
> > Nahdlatul
> > > Ulama.
> > > >
> > > > Demikian pesan dan taw'iyah ini saya sampaikan. Semoga
bermanfaat bagi
> > > kemaslahatan warga Nahdliyin dan juga bagi kemakmuran dan kebesaran
> > bangsa
> > > Indonesia.
> > > >
> > > > Wallahul muwaffiq ila aqwami thariq.
> > > >
> > > > Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
> > > >
> > > > __________________________________________________________
> > > > Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
> > > > http://www.yahoo.com/r/hs
> > > >
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > >
> > > > __________________________________________________________
> > > > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU
> > Mesir
> > > dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> > > > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> > > > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal
> > Anda
> > > harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> > > >
[EMAIL PROTECTED]<kmnu2000-unsubscribe%40yahoogroups.com>
> > > >
> > > > Yahoo! Groups Links
> > > >
> > > > ---------------------------------
> > > > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo!
Mobile. Try
> > > it now.
> > > >
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > >
> > > >
> > > >
> > >
> > > __________________________________________________________
> > > Edit your photos like a pro with Photo Gallery.
> > > http://www.get.live.com/wl/all
> > >
> > > __________________________________________________________
> > > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa
NU Mesir
> > > dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> > > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> > > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu
hal Anda
> > > harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> > >
[EMAIL PROTECTED]<kmnu2000-unsubscribe%40yahoogroups.com>
> > >
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> > 
> >
> 
> -- 
> A. Fawaid Sjadzili
> http://fawaidku.blogspot.com
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> ---------------------------------
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
Search.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
>                          
> 
>        
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. 
Try it now.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke