Oya Mas...saya kira ini bukan ribut-ribut. Yang terjadi mungkin hanya
'tanya jawab' biasa. Alangkah baiknya kalau bisa terjadi dialog dua arah. 

Saya sendiri malah belum membaca lengkap isi pidatonya Mas Baso itu.
Saya hanya menanggapi penterjemahan istilah itu, barangkali bisa
menjadi masukan jika memang akurat. Atau mungkin diskusi soal istilah
ini bisa dikembangkan dan dipahami bersama. Sama seperti Mas Ulil
ketika membahas masalah istilah wilayatul ikhtilaf beberapa waktu
lalu. Hal ini saya kira penting supaya kita berdisiplin dalam
menggunakan istilah dan tidak rancu gara-gara istilah.

Seperti istilah libraly dan ilmany itu bisa jadi akan rancu jika kita
tidak tahu seluk beluk penggunaannya. Tradisi Arab biasanya membedakan
keduanya. Begitu pun dalam melakukan kategorisasi tokoh-tokoh yang ada
di dalamnya. Di Arab libraly itu biasanya kategori pemikir liberal
politik sedangkan ilmany biasanya untuk kategori liberal pemikiran.
Jadi, tokoh liberal di Indonesia saya kira lebih cocok menggunakan
istilah ilmany jike hendak diterjemahkan ke Arab.

Itu saja kok Mas....mohon di koreksi jika kurang tepat. Saya tidak
memperhatikan masalah-masalah di balik itu atau klaim Anda bahwa
teman-teman di Jakarta suka meributkan sesuatu yang sebetulnya tidak
layak diributkan. Saya malah tidak tahu menahu soal itu. Saya juga
tidak di Jakarta....


Gitu aja...:)

Wass
Anis M



--- In [email protected], "laparmks" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> saya sepakat dgn mas jamal, kenapa mesti ribut-ribut soal naskah
khutbah itu. kalau ragu, nanya langsung ke Kiai Sahal. beres kan? soal
waktu penyebaran yg terlalu cepat, bagi warga NU di daerah justru bisa
dijadikan modal untuk memobilisasi warga untuk datang ke acara harlah.
jadi mengapa mesti diributkan? orang jakarta bisanya bikin ribut
persoalan yang seharusnya tidak layak untuk diributkan.
> salam
> 
> dari Pasukan LAPAR Makassar
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Jamaluddin Mohammad 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Friday, January 18, 2008 7:00 PM
>   Subject: Re: [kmnu2000] KHUTBAH TAW'IYYAH RAIS AM PBNU PADA HARLAH
NU KE 82 ,3 FEB 2008
> 
> 
>   Mas Sahal, kelihatannya Anda terlalu "serius" menanggapi khutbah
yang diposting Ahmad Baso. Apa ada yang salah dengan khutbah itu?
Kalau memang khutbah itu dibuat oleh Baso, kenapa? Apa Anda punya
"teks khutbah tandingan" yang isinya lebih bagus dari yang dibuat
Baso? (kalau memang dibuat Ahmad Baso).
> 
>   Terus, kenapa seh kita harus capek-capek mempersoalkan "bahasa"
(istilah)? Setiap orang/komunitas berhak menciptakan
istilah/bahasa-nya sendiri. Meskipun "tidak cocok" menurut
orang/komunitas yang lain. Selama bahasa/istilah tersebut efektif
untuk dijadikan sebagai alat komunikasi. Manusia adalah pencipta
sekaligus pengguna bahasa.
>


Kirim email ke