saya sepakat dgn mas jamal, kenapa mesti ribut-ribut soal naskah khutbah itu. kalau ragu, nanya langsung ke Kiai Sahal. beres kan? soal waktu penyebaran yg terlalu cepat, bagi warga NU di daerah justru bisa dijadikan modal untuk memobilisasi warga untuk datang ke acara harlah. jadi mengapa mesti diributkan? orang jakarta bisanya bikin ribut persoalan yang seharusnya tidak layak untuk diributkan. salam
dari Pasukan LAPAR Makassar ----- Original Message ----- From: Jamaluddin Mohammad To: [email protected] Sent: Friday, January 18, 2008 7:00 PM Subject: Re: [kmnu2000] KHUTBAH TAW'IYYAH RAIS AM PBNU PADA HARLAH NU KE 82 ,3 FEB 2008 Mas Sahal, kelihatannya Anda terlalu "serius" menanggapi khutbah yang diposting Ahmad Baso. Apa ada yang salah dengan khutbah itu? Kalau memang khutbah itu dibuat oleh Baso, kenapa? Apa Anda punya "teks khutbah tandingan" yang isinya lebih bagus dari yang dibuat Baso? (kalau memang dibuat Ahmad Baso). Terus, kenapa seh kita harus capek-capek mempersoalkan "bahasa" (istilah)? Setiap orang/komunitas berhak menciptakan istilah/bahasa-nya sendiri. Meskipun "tidak cocok" menurut orang/komunitas yang lain. Selama bahasa/istilah tersebut efektif untuk dijadikan sebagai alat komunikasi. Manusia adalah pencipta sekaligus pengguna bahasa.
