DAlam rangka menyambut Muktamar NU di Makasar tahun 2010, saya menulis seri 
perjalanan imajiner Kiai Saifuddin Zuhri, dalam beberapa tulisan
semoga menjadi bahan renungan
salam
AB
--------------------------------------
 
Bila Kiai Saifuddin Zuhri ke Australia
 
Berikut wawancara imajiner saya dengan Kiai Saifuddin Zuhri yang baru pulang 
dari Australia:
 
AB: Assalamu’alaikum Kiai... Apa saja oleh-oleh yang dibawa kiai dari negeri 
Kanguru itu ...
 
SZ: Wa’alaikumsalam. Tidak banyak. Cuma catatan kecil saja, setelah mengamati 
dari dekat anak-anak pesantren yang menimba ilmu di sana. 
 
AB: Menarik sekali kiai. Apa saja catatan kecil itu?
 
SZ: Begini. Saya mengunjungi Perpustaan nasional Australia di Canberra. Saya 
meihat banyak sekali kumpulan arsip dan dokumen tentang negeri kita dan juga 
tentang masyarakat dari negeri lainnya. Yang membuat saya heran, ada satu 
koleksi di sana yang namanya Beyer Collection. Isinya, tumpukan data-data 
tentang gerakan-gerakan rakyat di Filipina dari peralihan abad 19 ke 20. 
data-data itu dikum;ulkan oleh para mahasiwa Prof H. Otley Beyer sewaktu 
mengajar di universitas Filipina. Sebegitu detil data tersebut, sehingga 
orang-orang Australia, dari dosen hingga pengambil kebijakan tidak perlu 
jauh-jauh datang ke Manila. Karena dari jauh pun mereka sudah tahu, bagaimana 
sebetulmya masyarakat Filipina itu, dan juga sudah tahu bagaimana misalnya 
menjinakkan radikalisme orang-orang Filipina melawan imperialisme global.
 
AB: Apa ada kaitannya dengan politik bea siswa yang mereka peroleh, sehingga 
membatasi mereka untuk bergerak melampaui keinginan si pemberi bea siswa itu?
 
SZ: Ah tidak juga. Saya pernah mendengar Nyoto, waktu itu pendiri Lekra, sempat 
marah dengan sebagian pejabat yang girang dengan tawaran beasiswa sebuah 
lembaga dari Amerika untuk beberapa anak siswa kita. Katanya, “Orang-orang itu 
lupa bahwa beasiswa itu hanyalah rumput yang diberikan kepada sapi agar si sapi 
mau terus menarik gerobak”!
 
Cuman, begini ya. Saya sudah pernah menulis dalam Guruku Orang-orang dari 
Pesantren bahwa santri itu adalah anak-anak rakyat. artiya, Ini adalah 
penegasan tentang sebuah kepastian genealogis, keniscayaan sebuah akar, dan 
asal-usul sosiologis maupun kultural kaum santri. Sosiologis, karena 
kepentingan kaum santri tidak berbeda dengan kepentingan rakyatnya. Biasa 
disebut juga sense of belonging, ikatan atau “rabithah” (simbol Nahdlatul Ulama 
dengan seutas tali yang melingkar boal dunia sebagian menunjukkan pengertian 
sosiologis “anak-anak rakyat” ini). Meski mobilitas sosial kaum santri beranjak 
naik, masuk ke lingkaran kaum elit misalnya, tapi suara dan langkahnya adalah 
kelanjutan dari suara dan gerak rakyatnya. 
Soalnya mereka lahir dari rakyat, hidup di tengah rakyat (bukan tinggal di 
Menteng misalnya), mengabdi untuk rakyatnya, dan lalu mati pun di sana. 
Kalau dalam tradisi Jawa ada filosofi “sangkang paraning dumadi” (yang semakna 
dengan hakikat hidup “inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”), sedikit banyak hal 
itu bermakna bahwa hidup-matinya kaum santri semuanya berpulang kepada 
rakyatnya. Dan memang tidak ada kaum santri yang mau mati sendirian atau 
terasing dari lingkungan masyarakatnya. Bahkan orang seperti Nurcholish Madjid 
sendiri, yang semasa hidupnya sering mengkritik kekolotan pesantren, pada 
akhirnya ketika wafat harus kembali kepada tradisi pesantren, tradisi 
rakyatnya. Yakni ditahlilkan sejak malam wafatnya hingga hari ketujuhnya. 
(bersambung) 


      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke