AB: pak Kiai, mengapa, kalau ada anak muda NU yang menulis kebalikannya,
tentang dosen-dosennya, tentang kebijakan pemerintah Australia tentang
Indonesia, tentang kebijakan rezim Howard soal Islam di Australia dan di
Indonesia, maka akan dicap anti Barat, sebagai resentment, atau prejudice?
SZ: Ya itulah masalahnya. Padahal ada banyak hal yang sebetulnya bisa menjadi
aspek kajian anak-anak mdua pesantren dari segenap yang berbau Australia ini.
berbeda dengan Eropa, Australia adalah koloni orang-orang berkulit putih di
atas tanah pendudk asli yang disebut kaum aborigin. Persoalan kolonisasi ini
penting untuk dikaji. Dan hingga kini persoalan diskriminasi dan eksploitasi
terhadap penduduk asli ini amsih tetap berlangsung, meksi pemerintahan yang
abru ini sudah minta maaf.
Kemudian, soal perspektif. Generasi awal orientalis Indonesia dari Australia
lebih didominasi oleh disiplin keimuan yang keras, politik, ekonomi dan
sejarah. Kurang memperhatikan aspek epistemologi, kritk kebudayaan atau kritik
sosial. Saya juga heran mengapa tidak muncul di kalangan para orientalis
Indonesia, dan bahkan belakangan di kalangan orientalis NU, perdebatan tentang
multkiurlaisme, subaltern studies, atau kritik antropologi dan studi
Poskolonial. Padahal pelopor studi-studi ini kebanyakan berasal dari Australia
atau tinggal dan mengajar di kampus-kampus Australia. Misalnya Ranajit Guha,
perintis subaltern studies dari India itu, kan tinggal di Australia. Ien Ang,
John Stratton, Gassan hage, dan sekian teorisi studi-studi kebudayaan (cultural
studies) dan multikulturalisme di kampus-kampus Australia.
Artinya, di kalangan mereka sudah muncul gugatan atas perspektif dominan selama
ini yang mnenekankan aspek modernisasi ala Amerika era 1970-an.
tapi, meksi demikian, saya sendiri kagt juga, Mengapa jusru orinetalis
Indonesianis dan NUis asal Australia itu justru orang-orang yang paling
underdeveloped ilmunya dalam soal ini?
Coba lihat Greg Barton. Perpsketifnya dalam melihat Gus dur masih dalam
kerangka liberal-non liberal, sehingga ektika melihat kiai-kiai NU, yang
dilihat adalah konstruk tentang ulama yang tidak toleran dan anti-liberal,
sehingga katanya perlu mencontoh model Gus Dur yang liberal. Lihat juga Grge
Fealy, meski ada empati, tapi perspektifnya tidak jauh berbeda dengan politik
pengetahuan yang ebrkembang dari era Herbert Feith tentang demokrasi
konstitusional.
Lebih parah lagi apsca 11 September, orientalis Australia ini gemar sekali
mengacak-ngacak studi tentang masyarakat Indonesia seperti halnay yang
dilakukan oleh John Howard pada level politik. Ada studi yang bagus tentang
John Howard ini, Robert Garran berjudul True Believer: Howard, Bush and
American Alliance, isinya bagaimana kebijakan Islam pemerintah Asutralia,
terutama tentang Islam Indonesia, lebih menjiplak kebijakan Bush sana.
Sebetulnya studi Garran ini bisa dilanjutkan, untuk menjawab pertanyaan engapa
muncul pahlawan pahlawan baru di kalangan muslim militan dan lawannya yang
liberal pasca pemboman Bali.
Praktik ala Howard juga kita lihat muncul di kalangan para orientalis Islam
(yang dulunya adalah orintalis NU), seperti Greg Fealy ini. kalau dulu NU jadi
isu yang seksi, kini yang jstru seksi adalah isu-isu tentang terorisme Islam,
Aa Gym, PKS, HTI, FPI, dan Amrozi cs. Lebih parah lagi, arah studi Islam,
seperti yang ditunjukkan oleh fealy dalam bukunya Joining the Caravan, adalah
sudah seperti gaya studi orientalis Belanda Snouck Hugronje, yang memakai
rekomendasi segala kepada pemegang kuasa: siapa lagi kalau bukan kepada AS dan
sekutunya. Fealy sebagai Snouck atau Snouck sebagai Fealy saya tidak tahu
apakah ia sadar atau tidak -- lebih kentara lagi kalau bertemu dengan publik
Amerika, terutama dari kalangan pembuat kebijakan tentang Islam dan Indonesia.
Seperti layaknya intelektual Amerika model Liddle atau Hefner. Cuma saya tidak
tahu, apakah ada juga intelektual Aussie yang merangkap jabatan jadi intel,
seperti yang dijumpai Edward Said di
kalangan intel(ektuil) Amerika, dalam bukunya Covering Islam.
(bersambung)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[email protected]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/