Salam,

kelemahan tulisan Sdr. Baso memang menggunakan lisan orang lain. 
Kemarin saya sempat kontak mas Lukman Hakim Saifuddin, dia 
bertanya, "Pake ilmu apa Baso kok bisa wawancara dg yg ada di alam 
sana?". :-)

Begini saja, saya usul agar Sdr. Baso tetap bisa "berdialog" dg Kiai 
Saifuddin Almarhum, mending menulis pemikiran beliau langsung, 
sejauh yg diteliti dan dipahami. Saya kira itu akan elegan dan jadi 
catatan khazanah, dan tentu, akan nampak ilmiah. Kalau setiap yg 
sudah almarhum bisa di-wawancarai, wah ya tentu repot. Bisa-bisa 
orang membuat wawancara imajiner dg Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Kalau 
ini terjadi, selain tidak ilmiah, itu akan "membangkitkan" FPI dari 
tidurnya. 

Syukron,

Luthfi




--- In [email protected], "Muzakki, Akh" <muzakki.zu...@...> 
wrote:
>
> Sahabat-sahabat,
>  
> Membaca tulisan berseri tersebut, komentar saya begini: Sayang, 


Kirim email ke