Salam, 

saat muda, Kiai Saifuddin Zuhri pernah menulis artikel di sebuah 
koran. Kiai Wahid Hasyim, abahnya Gus Dur, membaca artikel itu dan 
tahu bahwa penulisnya pasti-lah orang NU, dan ia penuh "talenta". 
Kiai Wahid Hasyim pun tertarik, lalu mengontak redaksi dan meminta 
alamat tinggal Saifuddin Zuhri muda itu. 

Melalui surat menyurat, terjadilah komunikasi antara Kiai Wahid 
Hasyim dan Kiai Saifuddin Zuhri. Mereka berdua janjian untuk ketemu 
dan diskusi, di sebuah stasiun kereta api. Waktu itu Kiai Wahid 
Hasyim meluangkan waktu perjalanan kereta api dari Jombang ke 
Jakarta, tepatnya di stasiun Banyumas. 

Di stasiun itulah pertemuan dua generasi NU terjadi untuk kali 
pertama. Walhasil, Kiai Wahid Hasyim mengajak Kiai Saifuddin Zuhri 
untuk "berjuang" di Jakarta. Kiai Saifuddin Zuhri mau, hingga 
akhirnya menjadi menteri agama.  

***

Bung Baso, saya tertarik untuk mengikuti tulisan anda ttg Kiai 
Saifuddin Zuhri, salah satu tokoh yang dalam konteks pesantren penuh 
dengan "sejarah" kecerdasan.Semoga menambah khazanah koleksi 
dokumentasi saya tentang beliau. 

Wassalam,


Luthfi Thomafi

Kirim email ke