(sambungan)
AB: jadi bagaimana seharusnya anak anak pesantren belajar di Australia?
 
SZ: itulah yang saya pertimbangkan ketika saya menulis buku saya. Mengapa saya 
memberi judul kedua buku saya itu dengan kata-kata “dari pesantren”? karena 
yang pertama-tama jadi taruhan adalah soal pandangan itu. ya, sebuah sudut 
pandang dari pesantren. bisa terbaca dari kutipan di atas tentang posisi dan 
karakter para santri:  “anak-anak rakyat”, “amat paham tentang arti kata 
rakyat”, “paham benar tentang kebudayaan rakyat, tentang keseniannya, agamanya, 
jalan pikirannya, cara hidupnya, semangat, dan cita-citanya, suka-dukanya, 
tentang nasibnya, dan segala liku-liku hidup rakyat”, “lahir dari rakyat, hidup 
dan lalu mati pun di sana”. 
Rakyat adalah kaum tani, pedagang kecil, tukang-tukang, mereka adalah 
bapak-bapaknya kaum santri. Rakyat hidupnya serba susah, mereka terbelenggu 
oleh rantai penjajahan, dan bernasib sebagai anak jajahan. 
“para santri dan kiai sangat paham tentang arti hidup dalam penjajahan”.
“Anak-anak rakyat”, sebuah kepastian genealogis, sebuah akar. Juga sebuah 
perspektif bagaimana seharusnya sebuah cara pandangan, yang kemudian dirumuskan 
oleh Saifuddin Zuhri dengan sebutan “dari pesantren”. Sebuah posisi, belonging, 
tapi juga tentang kepastian kebertempatan dalam sebuah lokus pengetahuan, lokus 
produksi pengetahuan. Kalau kini ramai dibicarakan tentang analisisi gender, 
perpsektif gender atau pegarusutamaan gender (mainstreamign gender), maka 
sebutahn “dari pesantren” adalah cara Kiai Saifuddin membangun fondasi tentang 
analisis pesantren, perspektif pesantren atau pengarusutamaan pesantren.
Mengapa “dari pesantren”? Kalau di masa itu adalah era awal modernsiasi yang 
mmebenarkan klaim-klaim negara dan perusahaan untuk merebut tanah rakyat, 
perspektif “dari pesantren” adalah sebuah reclaiming atas sesuatu yang menjadi 
milik sendiri, dunia pesantren, dunia masyarakat, dan dunia rakyat. Dari sini 
kemudian arti merebut kembali arti berbangsa yang sesungguhnya, yang berakar 
dalam sebuah lokus populis, “rakyat”, dengan “anak-anak rakyat” sebagai aktor 
produkis pengetahuan atau artikulatornya.
Artinya, perpspektif pesantren itu menunjukkan penguatan subyektifitas atau 
agency orang-orang pesantren. Mereka bisa hadir dengan beragam posisi sesuai 
dengan konteks subyektifitasnya: sebagai santri, sebagai anak desa, anak 
kauman, sebagai guru, anak pergerakan, kiai, anak-anak rakyat, dan seterusnya. 
Relasinya tidaklah statis, seperti halnya relasi santri dan kiai yang penuh 
dinamik. Seperti cerita-cerita tentang guru-guru saya yang muncul dengan aneka 
ragam warna pemikiran, posisi dan tingkah laku – semuanya digambarkan secara 
etnografis.
Mengapa perpsektif pesantren  itu etnografis? Karena itu merupakan refleksi 
dari tradisi orang-orang pesantren. Bahwa membaca secara ekonomi-politik harus 
diawali dari posisi pembaca yang peka dengan persoalan-persoalan 
ekonomi-politik yang ada di sekitarnya. Kepekaan itu bukan karena kebutuhan 
dalam ruang kelas, misalnya mau ujian atau untuk dapat beasiswa. Tapi kepekaan 
yang tumbuh bersama dengan pengalaman-pengalaman orang-orang kecil di 
sekitarnya. Coba bagaimana menagkap pengalaman orang seperti paman saya yang 
berucap seperti ini: “Kapan kita merdeka supaya saya tidak lagi menjadi kuli?”.
(bersambung)


      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke