From: Amin Riza <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 05 September 1999 15:55
Subject: Re: [Kuli Tinta] Bali Gate
Bung Totot,
Cessie (Anjak Piutang) sederhananya adalah penjualan piutang. Artinya pihak
yang membeli piutang itu membayar harga piutang yang disepakati PADA SAAT
terjadinya transaksi cessie. Bukan setelah berhasil menagih. Bayar dulu,
baru tagih.
Yang dilakukan BB EGP nggak begitu kan?
BB tidak menerima apapun pada saat Perjanjian cessie.
Malah menurut penjelasan Anda, angka 358 M yang diterima EGP adalah nilai
tunai dari 598 M. Ini lebih aneh lagi. Mengapa EGP yang harus membayar BB
yang didiscount.
===============================================
Benar Bung Amin, cassie itu tidak pernah terjadi namun hendak dipelintir
kesana dan sayangnya fakta sudah keburu tergelar.
Menurut saya sih itu murni Kolusi yang melibatkan beberapa pejabat kunci
yang berkaitan langsung dengan pembayaran tagihan ke BB. Kalau benar
Pemerintah menjamin kewajiban Bank yang bermasalah maka mestinya BB tidak
mengalami kesulitan untuk menarik dananya yang ada di di beberapa BBO/BBKU
itu.
Tanpa keterlibatan simpul-simpul kunci di BPPN, BI, Dept Keu (Bambang
mengatakan kecologan) itu mana mungkin sih EGP yang "swasta" bisa melakukan
intervensi dengan mulus. Apalagi, kini ditambah denga kebodohan dimana uang
itu bisa dikembalikan dengan mudah seperti membalik tangan. Berapa sih asset
PT EGP yang laporan pajaknya ditunggu karena pendapatan 546M itu? Ini
logika sederhana lho Bung.
Namun tampaknya logika yang sederhana itu memang dibuat seakan-akan menjadi
rumit dan berbelit sehingga masyarakat sulit mengikuti. Yang perlu
dikasihani adalah kita bangsa Indonesia ini yang tidak berdaya dipermainkan
dengan pelintiran demi pelintiran sehingga ketika Sabirin mengatakan bahwa
PT EGP mengembalikan uang itu orang senang, merasa lega, Baramuli bak
pahlawan sehingga tidak ada yang mengatakan bahwa itu korupsi; padahal
seandainya Pradjoto tidak ngomong maka uang pemerintah akan berkurang
sebesar 546M.
��
(masih galau)
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!