Aku juga pingin rame-rame nimbrung..
----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
> >From: "Abdullah Hasan" <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> >Terjemahan bebasnya : " Megawati dalam pemilu sudah mendapat 34 % . Buat
> >seorang modern, cuma tinggal membangun koalisi sedikit lagi...Presiden.
> >Sayangnya, kepercayaan mistiknya menganggap bahwa kekuasaan itu
> >adalah jatuhan dari langit..... " . Ya gagal.
> >
Yap :
> Benar, pola pikir yang dogmatis dan terpaku pada pakem standard ternyata
> tidak mampu mengantisipasi langkah gerak politisi lain yang menghalalkan
> setiap kemungkinan yang terbuka. Akibatnya PDIP gagal total meraih kursi
> Presiden, dan menjadi bulan bulanan di SUMPR.
marto :
Bung Yap, apakah salah PDIP menggunakan pola pikir yang dogmatis dan terpaku
pada pakem standard ? Apakah PDIP harus main akrobat, dengan bersembunyi
dibalik kata-kata konstitusional. Ingat Suharto pun bisa memerintah seperti
itu juga karena sudah sesuai dengan konstitusi, serdadu bisa dapat gratis 38
juga karena konsensus nasional yang konstitusional. Aku pikir PDIP tidak
salah karena kekonsistenannya dan sedikit banyak menuruti nuraninya. Disaat
Indonesia penuh dengan permainan kotor, penuh kecurangan, dan nyata-nyata
menerapkan tulisan Machiavelli PDIP ternyata tampil lugu dan penuh nurani di
pesta para lulusan elite orba. PDIP memang kalah dan sering ditipu
mentah-mentah, tapi secara moral dia menang. Bandingkan dengan lawan PDIP
yang selalu mengagung-agungkan moral dan membawa-bawa agama, tapi cuma
sebatas di bibir saja.
Yap:
> Saya perlu bertanya arti kata modern, urut dan indah bagi PAN, PBB atau PK
> yang seingat saya dalam meraup massa diantaranya jelas jelas menjanjikan
> memperjuangkan Amien Rais, Yusril Ihza Mahendra dan Kiai Haji Dindin
> Hafifuddin sebagai Calon Presiden yang bahkan menjadi peserta aktif
beberapa
> Debat Capres. Tidak satupun dari Partai-partai itu mencalonkan Gus Dur
yang
> saat itu sangat dekat dengan Megawati. Tetapi ketika di MPR hanya PBB yang
> masih konsisten maju dengan Prof Yusril, tetapi itupun menarik diri sesaat
> sebelum dinyatakan resmi sebagai Capres, yaitu setelah Hartono Mardjono
> menerima sumpah Gus Dur untuk tidak akan mundur dari pencapresan. Jadi
> pencapresan Yusril lebih didasari ketidak percayaan atas keseriusan Gus
Dur
> untuk maju terus dalam pemilihan Presiden daripada memenuhi janji
kampanye.
> Apakah ini yang dimaksud modern, urut dan indah?
> Sekali lagi ini pertanyaan yang tanpa pretensi, untuk menambah wawasan
> sebagai seorang konstituent, supaya dalam Pemilu mendatang dapat memilih
> Parpol yang modern, urut dan indah.
>
Marto :
Bung Yap, untuk menjawab pertanyaan anda itu gampang. Lihat saja bahasa yang
mereka gunakan. Bahasa pada tingkat rakyat selalu tegas langsung dan
bermakna tunggal. Misalnya saja : seret Suharto, Habibie harus turun,
Megawati atau Revolusi, hanya ada satu kata 'lawan' (PRD). Sedangkan bahasa
pada tingkat penguasa atau elite sering bermakna ganda dan sering bersayap,
atau lawan dari makna sebenarnya, contoh : diamankan (ditahan),
disesuaikan(harga BBM), untuk kepentingan Nasional (bukan kepentingan
rakyat), semua bisa diatur, Habibie rapornya merah dll cari sendiri. Nah
setelah reformasi tahun lalu, banyak sekali ungkapan-ungkapan tingkat rakyat
tersebut. Namun ternyata ungkapan bermakna ganda muncul lagi saat SU MPR :
seperti modern, permainan indah, permainan cantik dimana pengungkapnya ingin
menunjukkan kecerdasannya. Kata-kata ini sebenarnya cocok untuk orang main
bola, bila pemainnya gesit dan pandai mempermainkan bola. Tapi kalau di SU
MPR, sebenarnya lebih cocok bila disebut permainan licik daripada permainan
cantik, primitif daripada modern, karena melawan asas fair play, serta
merendahkan martabat manusia.
Jadi kita musti tanggap bila tiba-tiba muncul ungkapan-ungkapan ganda yang
aneh-aneh, dan arti sebenarnya sulit ditebak, dan berputar-putar seperti
mbah Soeloyo (sory mbah, tak sebut disini biar tambah beken).
Moga-moga saja PDIP dipimpin oleh Eros Jarot yang seniman, yang selalu
menjunjung tinggi martabat manusia, dan betul-betul menjalankan hal-hal yang
modern, indah dalam arti yang sebenar-benarnya.
> Wassalam
> Yap
Salam
Marto Blantik
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!