From: "Yap C. Young" <[EMAIL PROTECTED]> yap: Ayat yang mana ya? Coba baca kembali konteksnya, apakah memerangi orang kafir itu dalam konteks agresif atau self defense? Islam, sebagai rahmatan lil alamin (mercy of the universe) memang juga memerintahkan amar ma'ruf nahi munkar (tegakkan kebenaran perangi kejahatan), tetapi dalam nadas baik sangka, menghilangkan penyakit hati, toleran dan hormat kepada sesama machluk. Ada koridor bermain yang jelas sangat manusiawi dan universal sifatnya, sekalipun tetap harus mampu tegas membedakan yang haq (benar) dan yang bathil (jahat, kejam, salah). Saya yakin setelah mengunjungi Madinah, Anda nggak menganggap ini khayalan atau mimpi. FYI, Madinah terbuka untuk dikunjungi siapa saja dengan agama apapun, sementara Mekkah lebih exclusif, Moslem only. ----------- soeL yaaah, koh... memang kadang kesalahan banyak di pihak interpretor kok. mangkanya aku sendiri pusing, bila mendapat fatwa-2 berdasarkan ayat kitab suci, namun berupa potongan-potongan. atau di sambung-sambung mirip kain "gundil". parah-nya lagi para interpretor itu merefer pada pikiran-2 10 abad yl, kemudian dipatuhi oleh para cantrik-nya. ------- yap: Bung Frits, ummat Islam tidak menyembah buku, juga tidak menyembah Rosulullah Mohammad SAW. Umat Islam seluruh dunia hanya menyembah Allah SWT, karena dalam keyakinan Islam, manusia diciptakan hanya untuk mengabdi kepadaNya. Buku itu ditulis berdasarkan wahyu, dan sepenuhnya firman Allah, yang disampaikan melalui Malaikat Jibril kepada Rosulullah SAW untuk seluruh ummat manusia, sehingga sejak pertama kali dikodifikasikan, tidak pernah berubah satu hurufpun sampai sekarang dan selamanya. Bahkan juga tidak pernah berubah titik komanya. Sebaiknya Anda berfikiran terbuka dan berbaik sangka, karena yang tertulis dalam Al Qur'an itu bukanlah hasil pikiran manusia. Dan tidak akan pernah ada yang setara dengan itu. Didalamnya juga terdapat petunjuk untuk melakukan hubungan baik dengan sesama machluk, baik yang Islam maupun yang tidak. -------- soeL: koh, yap itu kan pendapat sampeyan, sebagai muslim kan? hehee.. kalau yang lain yaaa bisa jadi lain. hanya aku pernah nemu buku di tukang loak, judulnya EARLY ISLAM, karangan orang yahudi-inggris, yang menjelaskan bahwa beberapa decade sebelum al-mukarom Ghazali, maka dunia islam adalah dunia para pemikir yang philosopher- scientists. sehingga tidak heran sarjana-2 timur tengah merajai dunia intelektual kala itu, yang sedikit banyak membawa kepada bencana dunia, perang salib I dan II. di buku itu (terbitan 1967) di ujung epilognya juga mem- pertanyakan, mengapa dunia islam sekarang "ndlosor" kayak gini? (sebetulnya konotasi ungkapan itu ingin menyatakan bahwa setelah ghazalian, dunia islam mulai dilanda ketakutan berfikir kritis... takut dosa dan masuk neraka ...hehehee) lucunya lagi, koh. justru dari para filsuf-ilmuwan itulah karya antikuariat yunani kuna bisa dibedah dan didiskusikan melahirkan cikal-bakal scientifik modern kini, dan yang dapat "memanen"-nya adalah bangsa eropah yang kalah perang tetapi menang dalam hal kejelian intelektual, membawanya lepas dari kegelapan setelah periode renesans. dan di salah satu tarjamah antikuariat itu pula terbongkar siapa yang pertama mengukur pyramid. yang akhirnya dikembangkan oleh Phytagoras. (ah, lupa namanya) dia mengukur pyramid hanya dengan bayangan TUBUHNYA. masih lebih sederhana dibandingkan orang mengukur BERINGIN dengan KURMA. salam, soeL ----- ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke