Terima kasih pencerahannya mBah.
Saya sengaja tidak menghindari diskusi dengan bung Frits agar dapat saling
membuka jendela, sehingga saya bisa memahami jalan pikirannya. Saya berharap
ada saling pemahaman pada akhirnya.
Bukan rahasia lagi, terdapat opini bahwa Islam itu ganas, ekstrim, suka
keributan dan sebagainya. Dengan mendengar suara bung Frits dan yang senada,
kita mendapat kesempatan untuk memahami mengapa opini seperti itu dapat
tumbuh, dan bagaimana memperbaikinya.
Saya berharap bung Frits dan rekan lainnya berkenan mengeluarkan semua
concern-nya, sehingga menjadi cermin yang baik bagi kita semua.
yap
(sayang waktu saya cuma sampai Rabu, sebelum tulalit kekampung lagi).
>From: "mBah Soeloyo" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>CC: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Sipilaised....
>Date: Mon, 10 Jul 2000 19:32:31 +0900
>
>From: "Yap C. Young" <[EMAIL PROTECTED]>
>yap:
>Ayat yang mana ya? Coba baca kembali konteksnya, apakah memerangi
>orang
>kafir itu dalam konteks agresif atau self defense?
>Islam, sebagai rahmatan lil alamin (mercy of the universe) memang juga
>memerintahkan amar ma'ruf nahi munkar (tegakkan kebenaran perangi
>kejahatan), tetapi dalam nadas baik sangka, menghilangkan penyakit
>hati,
>toleran dan hormat kepada sesama machluk. Ada koridor bermain yang
>jelas
>sangat manusiawi dan universal sifatnya, sekalipun tetap harus mampu
>tegas
>membedakan yang haq (benar) dan yang bathil (jahat, kejam, salah).
>Saya yakin setelah mengunjungi Madinah, Anda nggak menganggap ini
>khayalan
>atau mimpi. FYI, Madinah terbuka untuk dikunjungi siapa saja dengan
>agama
>apapun, sementara Mekkah lebih exclusif, Moslem only.
>-----------
>soeL
>yaaah, koh...
>memang kadang kesalahan banyak di pihak interpretor
>kok. mangkanya aku sendiri pusing, bila mendapat
>fatwa-2 berdasarkan ayat kitab suci, namun berupa
>potongan-potongan. atau di sambung-sambung mirip
>kain "gundil". parah-nya lagi para interpretor itu
>merefer pada pikiran-2 10 abad yl, kemudian dipatuhi
>oleh para cantrik-nya.
>-------
>yap:
>Bung Frits, ummat Islam tidak menyembah buku, juga tidak menyembah
>Rosulullah Mohammad SAW. Umat Islam seluruh dunia hanya menyembah
>Allah SWT,
>karena dalam keyakinan Islam, manusia diciptakan hanya untuk mengabdi
>kepadaNya. Buku itu ditulis berdasarkan wahyu, dan sepenuhnya firman
>Allah,
>yang disampaikan melalui Malaikat Jibril kepada Rosulullah SAW untuk
>seluruh
>ummat manusia, sehingga sejak pertama kali dikodifikasikan, tidak
>pernah
>berubah satu hurufpun sampai sekarang dan selamanya. Bahkan juga tidak
>pernah berubah titik komanya. Sebaiknya Anda berfikiran terbuka dan
>berbaik
>sangka, karena yang tertulis dalam Al Qur'an itu bukanlah hasil
>pikiran
>manusia. Dan tidak akan pernah ada yang setara dengan itu. Didalamnya
>juga
>terdapat petunjuk untuk melakukan hubungan baik dengan sesama machluk,
>baik
>yang Islam maupun yang tidak.
>--------
>soeL:
>koh, yap itu kan pendapat sampeyan, sebagai muslim kan?
>hehee.. kalau yang lain yaaa bisa jadi lain. hanya aku
>pernah nemu buku di tukang loak, judulnya EARLY ISLAM,
>karangan orang yahudi-inggris, yang menjelaskan bahwa
>beberapa decade sebelum al-mukarom Ghazali, maka
>dunia islam adalah dunia para pemikir yang philosopher-
>scientists. sehingga tidak heran sarjana-2 timur tengah
>merajai dunia intelektual kala itu, yang sedikit banyak
>membawa kepada bencana dunia, perang salib I dan II.
>
>di buku itu (terbitan 1967) di ujung epilognya juga mem-
>pertanyakan, mengapa dunia islam sekarang "ndlosor" kayak
>gini? (sebetulnya konotasi ungkapan itu ingin menyatakan
>bahwa setelah ghazalian, dunia islam mulai dilanda
>ketakutan berfikir kritis... takut dosa dan masuk neraka
>...hehehee)
>
>lucunya lagi, koh. justru dari para filsuf-ilmuwan itulah
>karya antikuariat yunani kuna bisa dibedah dan didiskusikan
>melahirkan cikal-bakal scientifik modern kini, dan yang
>dapat "memanen"-nya adalah bangsa eropah yang kalah perang
>tetapi menang dalam hal kejelian intelektual, membawanya
>lepas dari kegelapan setelah periode renesans.
>
>dan di salah satu tarjamah antikuariat itu pula terbongkar
>siapa yang pertama mengukur pyramid. yang akhirnya dikembangkan
>oleh Phytagoras. (ah, lupa namanya) dia mengukur pyramid
>hanya dengan bayangan TUBUHNYA. masih lebih sederhana
>dibandingkan orang mengukur BERINGIN dengan KURMA.
>
>salam,
>
>soeL
>-----
>
>
>
>->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!