yth. bung yap dan bung frits. menarik mengikuti diskusi anda berdua. saking menariknya, membuat-ku kembali menengok-nengok kiriman teman tentang kajian quran kontekstual yang sedang dia garap, dan belum selesai (mungkin malah tidak sempat akan selesai). terus... aku jadi berfikir, mengapa banyak kaum muslim terpaku kepada quran yang secara baku dirilis jaman Uthman? lha kalau dipercaya turunnya ayat (atau penulisan lah) juga kontekstual, mengapa tidak menstimulirnya dalam pengkajian? sehingga hasilnya potong-potongan ayat atau surat yang memancing perdebatan tak kunjung padam? berikut sebagai contoh betapa peletakan surat dalam quran baku jauh dari urutan turunya... moga ada manfaatnya.... soeL ---- 1.(96) AL 'ALAQ 2. (68) AL QALAM 3. (73) AL MUZZAMMIL 4. (74) AL MUDDATSTSIR 5. (1) AL FATIHAH 6. (111) AL LAHAB 7. (81) AT TAKWIR 8. (87) AL A'LAA 9. (92) AL LAIL 10. (89) AL FAJR. 11. (93) ADH DHUHAA 12. (94) ALAM NASYRAH 13. (103) AL ASHR14. (100) AL AADIYAT 15. (108) AL KAUTSAR 16. (102) AL TAKAATSUR 17. (107) AL MAA'UN 18. (109) AL KAAFIRUN 19. (105) AL FIIL 20. (113) AL FALAQ 21. (114) AN NAAS 22. (112) AL IKHLAS 23. (53) AN NAJM 24. (80) ABASA 25. (97) AL QADAR ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke