kalau sampai rabu, sekarang baru senin malam, berarti masih ada kira-kira 36 jam kan koh, buat teken-teken keyboard? bukankah di milist ini banyak yang lebih sempit kesempatannya dibanding sampeyan, namun produktif mempostingkan pesan? habis terbatas oleh buka-tidaknya kantor je. tentang islam yang rahmatan alamin, koh... ya pemahaman itulah yang membuat-ku ingin tetap berpegang kepadanya. itu pun tak sedikit yang salah tangkap akan daku... sekali lagi inter- preternya yang kurang tepat memprediksi-kan ku hanya berindiksi NAMA. ya sekedar nama yang sering ku singkat memiliki inisial W di depan nama lengkap. ------ sayang juga akhir-akhir ini penampilan ganas, ekstrim dan suka ribut rupanya sedang marak di- pertontonkan oleh tokoh-tokohnya, koh. teladan njeng nabi yang memilih hijrah di banding "ngeyel" kurang mendapat kajian, rupanya. juga yang sering ku temui di sementara milist (termasuk yang bernuansa agama), sikap terburu-buru (instant thingking, kyuu-kou-kata) lebih kentara, ketimbang pesan di surat asar. teladan penyiapan kehidupan nabi selama 40 tahun (atau 15 tahun berumah tangga) serta berangsur-angsurnya "bahan tulisan" quran juga luput dari kacamata kajian. orang lebih senang dan berbangga-bangga dengan "memperindah lagu pembacaan" quran, ketimbang menyelami keindahan dan kedalaman substansinya. akhirnya, walaupun dia dianggap diktator haus kuasa, aku masih mengakui isi pidato-pidato SOEKARNO dalam wacana SOEKARNO dan ISLAM. bahwa jaman kini lebih banyak orang membawa-bawa abu islam dibanding menghidup- hidupkan api islam. (weleh.. tumben.. bisa serius yah? hehee.... cangkeul ah.. mangga diteuraskeun....) salam, soeL ---- ----- Original Message ----- From: "Yap C. Young" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, July 11, 2000 3:37 AM Subject: Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... Terima kasih pencerahannya mBah. Saya sengaja tidak menghindari diskusi dengan bung Frits agar dapat saling membuka jendela, sehingga saya bisa memahami jalan pikirannya. Saya berharap ada saling pemahaman pada akhirnya. Bukan rahasia lagi, terdapat opini bahwa Islam itu ganas, ekstrim, suka keributan dan sebagainya. Dengan mendengar suara bung Frits dan yang senada, kita mendapat kesempatan untuk memahami mengapa opini seperti itu dapat tumbuh, dan bagaimana memperbaikinya. Saya berharap bung Frits dan rekan lainnya berkenan mengeluarkan semua concern-nya, sehingga menjadi cermin yang baik bagi kita semua. yap (sayang waktu saya cuma sampai Rabu, sebelum tulalit kekampung lagi). ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke