On Mon, Oct 13, 2003 at 12:29:38PM +0700, Reza Iskandar Achmad wrote:

itu kan ada pendapat dari Rusell Nelson di pembanding ?



orang ini konsultan qmail. hidupnya bergantung pada ketenaran
qmail :-))) kebanyakan qmail zealotz yang 'ngotot' di milis
qmail, hidupnya bergantung pada ketenaran qmail. jadi, 'berdebat'
dengan mereka akan menjadi never ending story.


Pengacara yang anda sewa ketika anda terlibat suatu kasus di pengadilan tentu akan membela and mati2an di pengadilan. Lumrah ?
but that's not the point. Ada baiknya anda mengutip kalimat lain selain kalimat saya yang di atas, yaitu
"Lagian kan kalo pembelaan Mr. Dan masuk akal dan acceptable, kenapa harus mempersoalkan siapa penulis opini itu ?"


Kalo anda bilang para zealotz qmail bergantung pada ketenaran qmail yang ketawan dengan pembelaan mereka yang 'ngotot', lantas apakah tidak sah kalo kita melihat tulisan-tulisan Matthias Andree maupun venema sendiri sebagai pembelaan yang ngotot juga ? bukankah dengan mempublikasikan tulisan yang tendesius seperti tsb bermaksud mengdongkrak popularitas postfix dengan membuat propaganda jelek terhadap pesaingnya, qmail ?

Intinya kenapa harus dipermasalahkan siapa penulis opini-opini tersebut ? bukankah anda sendiri di thread ini sempat mengatakan "Lebih bagus kalau ada argumentasi sendiri". Lantas kalo misalnya russel nelson punya pendapat sendiri atau misalnya saya, yang tentu bukan levelnya russel nelson atau anda untuk beropini, memiliki opini, lalu lantas hanya karena saya pengguna setia qmail, trus dianggap ngotot ?

Baca dulu soal lisensi qmail, baru ngomong soal patch yang banyak bikin repot



apakah setelah baca lisensi qmail, install jadi tidak repot lagi?
walaupun menurut saya repot/tidak ini kan relatif. kita bisa pasang 1 qmail, setelah dipatch dengan 1001 patches, kemudian
kita bikin diff dengan qmail asli. beres. jadinya cuman punya
1 patches. sukur-sukur kreatif bisa bikin rpm/deb sendiri.


Tentunya anda tau, bahwa tidak mungkin terjadi dengan hanya baca lisensi DJB, lantas everything goes more easy, gak mungkin.
Distribusi qmail yang telah dimodifikasi mengalami restriksi yang ketat, sehingga memang demikian adanya proses instalasinya menjadi tidak lebih mudah. Namun coba kita lihat, mudah atau tidak adalah hal yang relatif.


Nah, 'sukur-sukur' kalo pada kreatif bikin penyatuan semua patch jadi satu file sehingga gak perlu patch sampe "1001".

Saya pake qmail untuk incoming cluster dan postfix di outgoing cluster,


alasannya?


pertanyaan alasan atas kutipan kalimat saya di atas tidak perlu saya jawab, karena berbeda dengan tujuan penyampaian kalimat saya tsb. Pernyataan saya tsb untuk menyampaikan kepada peserta diskusi ini, bahwa saya tidak membenci postfix, dan saya buktikan, saya menggunakan posftix di salah satu titik produksi. Jadi pernyataan saya tsb bukan sebagai penguat pendapat kenapa saya qmail atau postfix.

Tentunya saya punya alasan sendiri kenapa menggunakan cara spt tsb, paling tidak yang sudah umum jadi topik dan disepakati beberapa diskusi, bahwa postfix tangguh dalam kecepatan dan kecepatan, sedang qmail tangguh dalam menjaga pesan yang masuk ke dalam proses nya.

Salam,


Salam kembali,

P.Y. Adi Prasaja



Reza Iskandar Achmad


-- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php



Kirim email ke