Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda : "
Sesungguhnya segala amalan itu dimulai dari niat, dan
segala sesuatu itu diperdapat sesuai dengan niatnya,
maka barang siapa hijrahnya karena atau untuk jalan
Allah, maka kelak ia akan mendapatkannya, maka barang
siapa yang niat hijrahnya untuk perempuan yang akan ia
nikahi, maka kelak ia akan mendapatkan perempuan itu".

Jadi dalam hal ini, da Sutan Sinaro tidak salah dalam
mengingatkan secara tak langsung kepada kita semua,
juga kepada "Bapak presiden kita SBY".Bukan kategori
berburuk sangka, karena saya percaya sekali, apa yang
disampaikan oleh Bapak SBY sudah cukup jelas akan niat
beliau dalam memahami belajar bahasa Arab tersebut. 

Berburuk sangka itukan, mengatakan sesuatu yang tidak
dikatakan, atau dilakukan oleh orang itu sendiri. Yang
tidak jelas bagi kita, kita katakan jelas, begini dan
begitu.

Namun, apa yang disampaikan oleh mak Asmardi, juga mak
Darul, benar juga. Yah,..terkadang kita
secara"terpaksa" memberikan anak kecil mainan agar ia
begini dan begitu, memberikan seseorang hadiah, atau
membiarkan ia melakukan apa yang dia inginkan dahulu,
ikuti dulu kemana arahnya melangkah, tanpa sedikitpun
kita terlena dalam mengawasinya. 

Dulu juga pertama sekali belajar, kita seakan-akan
dipaksakan untuk menghafal AlQuran, Fhisika, Biologi,
dst. Namun lama kelamaan kesadaran itu datang dengan
sendirinya. Bila hidayah Allah akan datang, tiada
siapapun dapat menghalanginya. Niat itu bisa berubah
dipertengahan jalan, dan itu sah-sah saja. Asal jangan
bermula dari niat yang baik, kejelek, sebaiknya
niatnya tujuan duniawi, bisa sekaligus ukhrawi. Sekali
berjalan dua tiga pulau terlampaui.

Sama saja dengan kita bila mengucapkan : "Selamat
pagi", " good morning", "Shabahal khairi".Kalau kita
ucapkan ini, maka sah-sah saja, namun pahala ibadahnya
buat akhirat kagak ada. Lain bila kita ucapkan
"Assalamu'alaikum", dapat duania dan akhirat,dapat
pahala juga.

Begitupun seseorang suami atau siapa saja, bila
bekerja hanya dengan niat buat cari uang, buat
makan,buat kaya, buat jadi termashur, dsbnya.. bukan
untuk niat memenuhi perintah Allah, karena nafkah
adalah tanggung jawab yang diperintahkan oleh Allah
Ta'ala, maka duit, jabatan, harta akan dia dapatkan,
namun pahala untuk akhiratnya tidak didapatkannya. 

Jadi bapak Prisiden atau kita sendiri mau yang mana
dalam setiap langkah yang kita gerakkan? Semua
tergantung keinginan dan niat masing-masing. Ingat
hadist diatas, Allah akan memberikan sesuai dengan
niat kita.

Mohon maaf kalau ada kesalahan kata. Maklum saya masih
terlalu muda dan kecil untuk banyak hal, baik ilmu,
maupun pengalaman saya.

Nb. Saya sangat mendukung sekali usulan kanda
Arnoldison adanya kewajiban belajar bahasa Arab
disetiap sekolah.

Kenapa? Karena bahasa Arab dan Inggris untuk zaman
sekarang sangat dibutuhkan. Orang Eropah, terutama
Jepang, Amrika, dllnya banyak yang sengaja datang
belajar bahasa Arab ke Mesir ini, mereka banyak
mempelajari sejarah, bahasa Arab dllnya. 

Dapat dibayangkan, bagaimana kelak, kalau Eropah ,
Amrika, banyak menguasai bahasa Arab ketimbang kita
ummat Indonesia, yang mayortitasnya Islam. Apakah mau
kalah dari mereka? USA , Jepang dllnya itu kalau
belajar bahasa Arab itu benar-benar serius sekali, dan
sekarang ini pengunjung perpustakaan di mesir, cukup
banyak dari kalangan mereka.

 Kenapa mereka non Muslim, mau dengan susah-susah,
datang jauh-jauh, mengeluarkan biaya begitu besar demi
belajar bahasa Arab, meneliti Islam, sementara kita
ummat islam sendiri kurang berniat atau kurang punya
keinginan dalam hal ini? Nantik, kalau ada penemuan
ilmiyah yang baru mereka dapatkan dari AlQuran, lantas
apakah kita mau tinggal gigit jari saja, dimana letak
ulama sains ummat Islam?

Wassalamu'alaikum. Rahima.


--- darul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "Sutan Sinaro" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> 
> Kok kepentingan bahasa Arab hanya untuk me "laku"
> kan "galas" tenaga kerja, 
> bukannya mendalami ayat-ayat Allah ?. Bila pula akan
> dapat "baldatun 
> thayibaatun wa rabbun ghafuur" ?. Hendak di bawa
> kemana ummat ini ?.
>   "Kullukum ra'in, wa kullukum mas-uulun 'an
> ra'yatihi"
> 
>   Wassalam
> 
>   St. Sinaro
> 
> Assalamu'alaikum WW
> 
> Malangkah kan iyo salangkah-salangkah mak St.
> Sinaro, kalau indak bisa 
> tabudua dekno. Naiak janjang dari anak tangga
> paliang bawah, kalau indak 
> bisa cabiak pisak sarawa beko.
> 
>

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke