>Indi kemarin tanya:
>Apakah Telkom tidak menyadari posisinya sebagai "monopolist"?
>
>>Yusuf-Wibisono balik tanya:
>>Hubungannya apa, ya?
>
>Hubungannya dengan "kenaikan harga pulsa" ya itu tadi bahwa Telkom
>(sebagai sebuah pihak yang mempunyai kemampuan me-monopoli pasar)
>seharusnya lebih sadar bahwa apapun yang mereka lakukan adalah selalu
>menyangkut hajat hidup orang banyak seperti halnya listrik dan air minum
>(PAM). Dengan tindakan menaikkan harga per pulsa, sepertinya Telkom dan
>pejabat yang berwenang memang tidak sadar bahwa kenaikan sebanyak itu
>adalah sudah merupakan ciri khusus atau gejala normal dalam monopoli
>yang tidak teratur (unregulated monoploy). Semakin buruk rupa lah Telkom
>dimata rakyat!
Yw: Utk itu, menurut saya, kondisi monopolis seperti sekarang
perlu diubah dg hadirnya kompetitor yg riil (sebagaimana
saya tulis di email satu lagi). Dan menurut saya, yg
menjadi kompetitor riil itu adalah Indosat (plus sejumlah
kekuatan yg ditambahkan ke Indosat; yg selanjutnya saham
pemerintah di Indosat jangan dibikin mayoritas). Terus lagi:
siapapun boleh bebas menyelenggarakan sistem telekomunikasi.
...