Maaf kalau saya salah sangka, kirain situ marah....:)

Rudini itu wakil Partai MKGR.......Buyung wakil
Pemerintah. Jadi waktu pemilihan, meskipun Buyung
menang, sesuai konsensus, Rudini yang jadi Keua.
Unik ya..??


At 21:07 29/03/99 -0500, . Brawijaya wrote:
>Kayaknya saya mesti mengetik ulang deh. Nggak ada
>yg marah kok. Justru kemarin kita kira semua sudah
>ada di rel yg benar. Tapi kalau dipikir-pikir lagi
>ternyata keputusan MA itupun bisa juga punya sayap lagi.
>Gitu lho... Skenario kita kan BJH lalu melarang para
>menteri. Eeee... ternyata meleset-set.
>
>Juga berita kemarin tentang pemisahan polisi dari ABRI nggak
>sebut-sebut Dephankam. Kirain mau dimasukin ke Depdagri.
>Kalau ternyata dimasukin ke Dephankam yaaa.... penonton
>boleh kecewa dong. Memang masuk akal sih kalau dimasukkan
>ke Dephankam. Makanya mungkin Dephankam diganti jadi Dephan
>aja. Hehe...enak ya bikin skenario sendiri...
>
>Eh, itu Rudini wakil PKP gitu? Ini belum dijawab nih.
>Kirain saya dia wakil pemerintah.
>
>Salam,
>Jaya
>
>
>
>On Mar 30,  8:40am, bRidWaN wrote:
>> Subject: Re: Fatwa Mahkamah Agung (M.A.)
>> Wah Mas, itu mah pendapat saya pribadi.
>> Please dong yang marah begitu, cool saja deh.....:)
>>
>> Jadi belum tentu benar, dan belum tentu ada yang
>> setuju. Tapi saya berhak dong mengeluarkan pendapat?
>>
>>
>> Salam,
>> bRidWaN
>> ---
>> At 20:25 29/03/99 -0500, . Brawijaya wrote:
>> >Wis...wis....bubarin aja RI itu....
>> >Kelihatannya sudah bener kok ternyata semua punya sayap.
>> >Kata punya sayap, orangnyapun bersayap.
>> >Pada pengen jadi malaikat apa ya? Jadi Rudini itu wakil
>> >Parpol? PKP gitu? Kirain partikelir..... Buseeeet....
>> >
>> >Bung Bridwan, saya kurang jelas nih yg mana yg kutipan
>> >dan yg mana pendapat sendiri. Yang jawab 'ya' atau 'tidak'
>> >itu siapa? Anda atau FT / Muladi?
>> >
>> ----------------------------------------------
>>
>> >On Mar 30,  8:12am, bRidWaN wrote:
>> >> Subject: Fatwa Mahkamah Agung (M.A.)
>> >> Tadi malam sekilas saya mendengar penjelasan Bp. Feisal
>> >> Tanjung dan Bp. Moeladi mengenai Fatwa MA ini.
>> >>
>> >> Dengan kepala pusing, saya mencoba mendengar dengan baik,
>> >> tetapi dasar bukan orang 'hukum', kata-kata yang ada
>> >> terasa agak berputar dan bersayap. Ini menurut saya.
>> >>
>> >> Menurut hemat saya, KPU adalah lembaga tertinggi dalam
>> >> konteks Pemilu, dan lembaga ini terdiri dari wakil-wakil
>> >> Parpol peserta Pemilu, ditambah wakil Pemerintah.
>> >> Dari awal sudah disepakati bahwa lembaga ini harus dipimpin
>> >> oleh wakil Parpol, dan 'uniknya' yang terpilih adalah Bp Rudini
>> >> (sebagai wakil Parpol), bukan Adnan Buyung Nasution (sebagai
>> >> wakil Pemerintah).
>> >>
>> >> Kembali kepada fatwa MA, ini memang harus ditaati oleh
>> >> Presiden. Apakah KPU wajib mengikutinya ?
>> >>
>> >> Dengan sedikit berkata-kata memutar dan bersayap, jawabannya
>> >> bisa 'ya' , bisa 'tidak'.
>> >> KPU bisa saja setuju tidak melarang Menteri untuk berkampanye,
>> >> tetapi bisa juga melarang anggota Parpol yang Pegawai Negeri
>> >> atau Pejabat Pemerintah untuk berkampanye.
>> >>
>> >> Alasannya adalah bahwa sebagai abdi dalem, Pegawai Negeri
>> >> dan Pejabat Pemerintah harus berdiri diatas semua golongan.
>> >>
>> >> Itu sebabnya sebahagian dari mereka ada yang memutuskan
>> >> berhenti menjadi Pegawai Negeri.
>> >>
>> >> Jadi, Menteri dilarang berkampanye ???
>> >>
>> >> Salam,
>> >> bRidWaN
>> >>-- End of excerpt from bRidWaN
>> >
>> >
>>-- End of excerpt from bRidWaN
>
>

Kirim email ke