Mme. Mandica,
Senang sekali menerima balasan dari anda. Input-input dari anda benar-benar
berharga sekali untuk menambah wawasan saya. Kelihatannya kita sudah
cukup banyak mencapai titik temu di diskusi ini, karena itu saya kembali
hanya akan menambah sedikit-sedikit lagi.
>>Terima kasih untuk memperjelas tulisan anda. Saya rasa kita
>>memang sependapat di soal ini. Jadi tak ada argumen tambahan
>>dari saya.
>
>:) BTW, saya sedang menyusun detail penerapan tax dan desentralisasi. Kita
>lihat saja kalau masih aktual. Beberapa rekan Indonesia berkomentar sih
>katanya masih baru untuk study Indonesia.
>
Detail penearapan tax di Indonesia akan sangat menarik dan chalenging.
Masalahnya
seperti kita ketahui bersama, walau pemerintah Indonesia bersifat
sentralisasi, namun
efisiensinya masih rendah sekali dalam hal birokrasi dan pengumpulan pajak.
Belum
lagi KKN yang menyebabkan hasil pajak itu sulit sekali diukur secara
benar-benar
menurut fakta. Untuk itu saya hanya bisa katakan semoga sukses.... :-)
>>
>>Jika kita mengikuti teori, sebetulnya pemerintah pusat sendiri
>>dibatasi bukan oleh state, melainkan oleh penduduk state yang
>>diwakili oleh anggota di senat dan representative. Jadi secara
>>otomatis trias politika di tingkat federal sendiri sudah
>>merupakan 'check and balance' dari state. Jika
>>mengikuti pendapat anda bahwa individual state yang mengadakan
>>check kepada pemerintah pusat, maka pertanyaannya adalah apakah
>>jika state tak setuju kepada pemerintah pusat, state bisa
>>melepaskan diri dari union?
>
>:) Yap, ini adalah karakteristik pertama dari federalism, bahwa rakyat yang
>memegang authority tertinggi. Secara logika state bisa melepaskan diri dari
>union. Dan dalam konstitusi AS tidak dinyatakan bahwa suatu negara bagian
>tidak bisa melepaskan diri. Namun demikian negara bagian tidak memiliki
>intention untuk memisahkan diri sebab mereka telah mencapai agreement
>tentang hak-hak state dan hak-hak federal. jadi tak ada crosspassing yang
>merugikan kedua belah pihak.
Di US sendiri pernah terjadi usaha melepaskan diri dari union, yakni Civil War
1861-1865. Civil War sebetulnya justru bukan karena masalah perbudakan
(walau perbudakan merupakan salah satu unsur), melainkan disebabkan usaha
negara-negara Selatan untuk memisahkan diri dari Union dan ditentang oleh
pemerintah pusat. Jadi di sini terjadi pertarungan antara pemerintah pusat
melawan states. Secara tak langsung saya rasa perang saudara itu memberikan
fakta implisit juga bahwa setelah kamu bergabung, kamu tak berhak keluar
karena kamu bisa mem-'blackmail' pemerintah pusat untuk mengikuti keinginan
kamu. Jadi di sini diukur keseriusan pemerintah federal dalam mempertahankan
keutuhan bangsa. Terkadang saya kalau mempelajari sejarah US suka berpikir,
apakah karena ketegasan pemerintah pusat ini mempengaruhi US tetap stabil
seperti ini. Memang ini hanya satu faktor dari banyak faktor lain, tapi tetap
saya rasa cukup berpengaruh.
>:) dalam debat slavery memang hangat terutama antara southern and northern
>di satu sisi dan southern and midwestern di pihak lain.
>
Saya ralat sedikit: yang pro slavery itu hampir semua negara bagian dibawah
garis
Missouri Line. Wiconsin, Illinois, dan negara-negara Midwest lain yang diutara
kebanyakan anti-slave state. In fact, Wisconsin mengirimkan beberapa pasukan
untuk Union. Saya soalnya pernah melihat memorialnya di Madison.
>
>>Sebetulnya paham komunis sendiri menyetujui adanya pemerintah
>>pusat yang bersifat sementara untuk pada akhirnya mencapai
>>komunisme penuh. Soviet sendiri hancur karena diwarnai
>>inefisiensi, kehancuran lingkungan, dan KKN. Belum lagi era
>>stagnasi dibawah Leonid Brezhnev atau efek dari Stalinisme
>>dan collectivization.
>
>:) Pure ideology Komunisme dari Engel and Marx, tidak mengijinkan adanya
>pemerintahan. Yang ada hanya kelas buruh dan proses produksi. Kelas buruh
>ini kemudian berdiri sebagai party. Leninisme kebanyakan telah menyimpang
>dari pemikiran Marx.
>
Coba anda baca Manifesto Komunisnya Karl Marx. Karl Mark menulis 10 langkah
bagi satu negara untuk mencapai komunisme. Di point yang ke 5-7 merupakan
sentralisasi total ke arah pemerintah pusat.Marx menganggap state perlu,
tapi hanya untuk sementara dalam proses ke arah pembentukan komunisme
dunia yang pada akhirnya akan dibubarkan setelah semua mencapai 'true
communism.'
Leninisme lebih menekankan sosialisme di tiap negara dulu; sedangkan Marx
menginginkan pemerintahan dunia.
>>Saya rasa perubahan pasal itu hanyalah satu faktor saja.
>>Seingat saya cukup banyak protes yang terjadi setelah KMB
>>berakhir yang pada akhirnya membatalkan sistem federalisme.
>>Waktu itu sudah ada UUD RIS yang katanya cukup bagus, tapi
>>akhirnya ditinggalkan dan membentuk UUDS 1950.
>
>:) Justru ini adalah faktor kedua yang paling penting, sebab dalam federasi
>ditetapkan bahwa setiap state mencari sumber-sumber keuangannya sendiri dan
>berhak untuk mengelola sumber-sumber kekayaan alamnya. Nah, kalau
>pemerintahan setiap level kuat tapi sumber kekayaan alam dikuasai oleh
>negara meaning federal, methapornya adalah kita dibiarkan memasak, yang
>memakan orang sana juga...he..he..
>
Saya rasa ada baiknya kalau sebagian sumber daya alam tetap dikuasai
pemerintah
pusat, contohnya yang esensial dan langka serta strategis seperti uranium.
Tapi
untuk yang lain yang tak strategis saya setuju kalau diberlakukan
desentralisasi
soalnya terkadang pemerintah daerah bisa lebih efisien dalam mengatur sumber
daya alam. Jadi tak semua sumber daya alam dimiliki state.
>>DI kelas sejarah saya, dosen saya mencaci maki kebijaksanaan
>>Reagan sebagai 'voodoo policy' yang hanya menguntungkan the
>>Big Business dan menginjak-injak badan seperti EPA. Maklum
>>dosen saya demokrat-sosialis... :-)
>>Tapi prinsip dasar tidak berarti actionnya... :-)
>
>:) Jelas saja, orang-orang demokrat pasti benci si Reagan yang insensitive.
>
Jadi anda adalah republikan? :-)
>>Saya tak memiliki dokumen NSF itu. BIsa mungkin anda e-mail
>>atau beri tahu web sitenya?
>
>:) Web sitenya banyak. Anda bisa search "federalism and NSF." Study
>terakhirnya, 1999, tentang policies on children and the new federalism.
>
Saya akan cari weekend ini. Tapi saya tak berani janji karena jadwal saya
yang agak sulit akhir-akhir ini....
>>Tepat sekali. Tapi sebagai tambahan, Rosseau juga dengan
>>argumen 'kontrak sosial'-nya memberikan legitimacy kepada
>>sebuah pemerintahan, apalagi untuk pemerintah yang mengaku
>>sebagai demokrasi. Walau terus terang, saya jauh lebih setuju
>>dengan teori Locke yang lebih realis.
>
>:) John Lock iya, tapi theory dia sudah ditolak oleh Frank Goodnow 1900.
>Goodnow menyatakan bahwa trias politika tidak terjadi di federal level yang
>ada hanya Two Political Function yakni political expression and execution of
>decision.
>
Saya terus terang kurang mengikuti teorinya Frank Goodnow. Jadi saya
tak bisa banyak berkomentar.
>>Soalnya secara jujur, fokus study saya lebih ke arah
>>hubungan internasional dan East Asia.... Jadi bukan state theory
>>seperti anda.
>
>:) Bagus sudah terfocus, saya malah masih mecari-cari. saya suka comparative
>politics, public adm (budgeting and organization) and international
>relations (american foreign policy)
Jangan kuatir, semuanya bagus. Tapi mungkin lebih baik jangan ambil
international
relations, soalnya jadi saingan saya entar.... :-)
Anyway, senang sekali berdiskusi dengan anda, and I really hope to hear
from you
soon.
YS