Point penting:
- pengelolaan SDA tidak harus semua di bawah state vs.
semua dikelola state.
- pajak apa saja yg bisa ditarik oleh federal dan berapa persenkah?
- bisa diperinci apa saja pajak yg dapat ditarik state?
- bila suatu state merasa mampu berdiri sendiri, apa konsekuensinya
bagi bentuk federasi itu? Langsung putus begitu saja?
Point di atas penting mengingat kesan yg didapat bahwa federal hanya
memajaki saja, tanpa memberi servis lain kecuali pemberian rasa aman
(pertahanan, tentara). Dengan anggaran belanja pertahanan yg kecil, maka
pemberian rasa aman sebetulnya tidak pas. Tidak akan mampu menjaga dari
ancaman dari luar. Apalagi kalau state itu lalu bertindak cerdik, lalu
membuat hubungan perjanjian damai dengan negara lain. Anda bilang hub LN
urusan pusat, tetapi kan lewat hubungan dagang secara langsung juga dapat
dipakai untuk membina hubungan keamanan? Dengan demikian, bonding akibat
kebutuhan itu tidak ada.
Disebutkan pula bahwa di AS state-state tersebut enggan untuk memisahkan
diri dari union karena sudah ada agreement dengan federal sehingga tidak ada
konflik interest. Masalahnya, SDA di AS lumayan terbagi rata. Semua punya
bahan untuk digali, dan juga hampir semua punya produk unggulan. Belum lagi
sifat dari perekonomian itu sendiri, di mana hubungan antar state bisa lebih
murah (dengan moda darat bisa dilakukan). Kalau di Indonesia, hubungan
dagang antara NTT dengan Kalbar misalnya, bisa jadi jauh lebih mahal (tidak
ekonomis), sehingga Kalbar lebih senang menyalurkan produksinya ke Malaysia.
Lalu apa yang terjadi dengan wilayah lain yang membutuhkan produk tersebut?
Belum lagi produknya yg rata-rata cuma produk pertanian, yang bisa didapat
lebih murah dari LN. Toh sama-sama harus lewat laut dan udara.
Kesan yang didapat, federalism di jaman globalisasi ini akan makin
menghilangkan keterikatan antar state. Bisa jadi semua yg ada di wilayah
barat dan utara akan lebih bergeser ke negara-negara macam Malaysia,
Singapura, dan Thailand. Yang di timur akan makin lebih dekat ke Philipina
dan Australia.
Contoh, produk beras. Tentu wilayah yg di atas lebih senang kalau mengimpor
langsung dari Thailand. Meng-impose tax tinggi untuk produk pertanian
(selagi masih boleh) tentu akan dipandang sebagai penyunatan dan pemaksaan
kehendak oleh beberapa state yg punya jalur ekonomi lebih baik dengan luar
negeri. Kelihatannya kok nantinya akan balapan berhubungan dengan LN, dan
bukannya makin merasa sebagai satu bangsa, tetapi malah menjadi sesama
pesaing.
Jeffrey Anjasmara
----------
>From: Yohanes Sulaiman <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Serius dulu ah...(Re: Federasi?)
>Date: Fri, 12 Nov 1999 00:36:01 -0800
>
>Mme. Mandica,
>
>Senang sekali menerima balasan dari anda. Input-input dari anda benar-benar
>berharga sekali untuk menambah wawasan saya. Kelihatannya kita sudah
>cukup banyak mencapai titik temu di diskusi ini, karena itu saya kembali
>hanya akan menambah sedikit-sedikit lagi.
>
>
> >>Terima kasih untuk memperjelas tulisan anda. Saya rasa kita
> >>memang sependapat di soal ini. Jadi tak ada argumen tambahan
> >>dari saya.
> >
> >:) BTW, saya sedang menyusun detail penerapan tax dan desentralisasi.
>Kita
> >lihat saja kalau masih aktual. Beberapa rekan Indonesia berkomentar sih
> >katanya masih baru untuk study Indonesia.
> >
>Detail penearapan tax di Indonesia akan sangat menarik dan chalenging.
>Masalahnya
>seperti kita ketahui bersama, walau pemerintah Indonesia bersifat
>sentralisasi, namun
>efisiensinya masih rendah sekali dalam hal birokrasi dan pengumpulan pajak.
>Belum
>lagi KKN yang menyebabkan hasil pajak itu sulit sekali diukur secara
>benar-benar
>menurut fakta. Untuk itu saya hanya bisa katakan semoga sukses.... :-)
>
>
> >>
> >>Jika kita mengikuti teori, sebetulnya pemerintah pusat sendiri
> >>dibatasi bukan oleh state, melainkan oleh penduduk state yang
> >>diwakili oleh anggota di senat dan representative. Jadi secara
> >>otomatis trias politika di tingkat federal sendiri sudah
> >>merupakan 'check and balance' dari state. Jika
> >>mengikuti pendapat anda bahwa individual state yang mengadakan
> >>check kepada pemerintah pusat, maka pertanyaannya adalah apakah
> >>jika state tak setuju kepada pemerintah pusat, state bisa
> >>melepaskan diri dari union?
> >
> >:) Yap, ini adalah karakteristik pertama dari federalism, bahwa rakyat
>yang
> >memegang authority tertinggi. Secara logika state bisa melepaskan diri
>dari
> >union. Dan dalam konstitusi AS tidak dinyatakan bahwa suatu negara
>bagian
>
> >tidak bisa melepaskan diri. Namun demikian negara bagian tidak memiliki
> >intention untuk memisahkan diri sebab mereka telah mencapai agreement
> >tentang hak-hak state dan hak-hak federal. jadi tak ada crosspassing
>yang
> >merugikan kedua belah pihak.
>
>Di US sendiri pernah terjadi usaha melepaskan diri dari union, yakni Civil
>War
>1861-1865. Civil War sebetulnya justru bukan karena masalah perbudakan
>(walau perbudakan merupakan salah satu unsur), melainkan disebabkan usaha
>negara-negara Selatan untuk memisahkan diri dari Union dan ditentang oleh
>pemerintah pusat. Jadi di sini terjadi pertarungan antara pemerintah pusat
>melawan states. Secara tak langsung saya rasa perang saudara itu memberikan
>fakta implisit juga bahwa setelah kamu bergabung, kamu tak berhak keluar
>karena kamu bisa mem-'blackmail' pemerintah pusat untuk mengikuti keinginan
>kamu. Jadi di sini diukur keseriusan pemerintah federal dalam
>mempertahankan
>keutuhan bangsa. Terkadang saya kalau mempelajari sejarah US suka berpikir,
>apakah karena ketegasan pemerintah pusat ini mempengaruhi US tetap stabil
>seperti ini. Memang ini hanya satu faktor dari banyak faktor lain, tapi
>tetap
>saya rasa cukup berpengaruh.
>
>
>
> >:) dalam debat slavery memang hangat terutama antara southern and
>northern
> >di satu sisi dan southern and midwestern di pihak lain.
> >
>Saya ralat sedikit: yang pro slavery itu hampir semua negara bagian dibawah
>garis
>Missouri Line. Wiconsin, Illinois, dan negara-negara Midwest lain yang
>diutara
>kebanyakan anti-slave state. In fact, Wisconsin mengirimkan beberapa
>pasukan
>untuk Union. Saya soalnya pernah melihat memorialnya di Madison.
>
> >
> >>Sebetulnya paham komunis sendiri menyetujui adanya pemerintah
> >>pusat yang bersifat sementara untuk pada akhirnya mencapai
> >>komunisme penuh. Soviet sendiri hancur karena diwarnai
> >>inefisiensi, kehancuran lingkungan, dan KKN. Belum lagi era
> >>stagnasi dibawah Leonid Brezhnev atau efek dari Stalinisme
> >>dan collectivization.
> >
> >:) Pure ideology Komunisme dari Engel and Marx, tidak mengijinkan adanya
> >pemerintahan. Yang ada hanya kelas buruh dan proses produksi. Kelas buruh
> >ini kemudian berdiri sebagai party. Leninisme kebanyakan telah menyimpang
> >dari pemikiran Marx.
> >
>Coba anda baca Manifesto Komunisnya Karl Marx. Karl Mark menulis 10 langkah
>bagi satu negara untuk mencapai komunisme. Di point yang ke 5-7 merupakan
>sentralisasi total ke arah pemerintah pusat.Marx menganggap state perlu,
>tapi hanya untuk sementara dalam proses ke arah pembentukan komunisme
>dunia yang pada akhirnya akan dibubarkan setelah semua mencapai 'true
>communism.'
>Leninisme lebih menekankan sosialisme di tiap negara dulu; sedangkan Marx
>menginginkan pemerintahan dunia.
>
>
>
> >>Saya rasa perubahan pasal itu hanyalah satu faktor saja.
>
> >>Seingat saya cukup banyak protes yang terjadi setelah KMB
> >>berakhir yang pada akhirnya membatalkan sistem federalisme.
> >>Waktu itu sudah ada UUD RIS yang katanya cukup bagus, tapi
> >>akhirnya ditinggalkan dan membentuk UUDS 1950.
> >
> >:) Justru ini adalah faktor kedua yang paling penting, sebab dalam
>federasi
> >ditetapkan bahwa setiap state mencari sumber-sumber keuangannya sendiri
>dan
> >berhak untuk mengelola sumber-sumber kekayaan alamnya. Nah, kalau
> >pemerintahan setiap level kuat tapi sumber kekayaan alam dikuasai oleh
> >negara meaning federal, methapornya adalah kita dibiarkan memasak, yang
> >memakan orang sana juga...he..he..
> >
>Saya rasa ada baiknya kalau sebagian sumber daya alam tetap dikuasai
>pemerintah
>pusat, contohnya yang esensial dan langka serta strategis seperti uranium.
>Tapi
>untuk yang lain yang tak strategis saya setuju kalau diberlakukan
>desentralisasi
>soalnya terkadang pemerintah daerah bisa lebih efisien dalam mengatur
>sumber
>daya alam. Jadi tak semua sumber daya alam dimiliki state.
>
>
>
> >>DI kelas sejarah saya, dosen saya mencaci maki kebijaksanaan
> >>Reagan sebagai 'voodoo policy' yang hanya menguntungkan the
> >>Big Business dan menginjak-injak badan seperti EPA. Maklum
> >>dosen saya demokrat-sosialis... :-)
> >>Tapi prinsip dasar tidak berarti actionnya... :-)
> >
> >:) Jelas saja, orang-orang demokrat pasti benci si Reagan yang
>insensitive.
> >
>Jadi anda adalah republikan? :-)
>
>
> >>Saya tak memiliki dokumen NSF itu. BIsa mungkin anda e-mail
> >>atau beri tahu web sitenya?
> >
> >:) Web sitenya banyak. Anda bisa search "federalism and NSF." Study
> >terakhirnya, 1999, tentang policies on children and the new federalism.
> >
>Saya akan cari weekend ini. Tapi saya tak berani janji karena jadwal saya
>yang agak sulit akhir-akhir ini....
>
>
> >>Tepat sekali. Tapi sebagai tambahan, Rosseau juga dengan
> >>argumen 'kontrak sosial'-nya memberikan legitimacy kepada
> >>sebuah pemerintahan, apalagi untuk pemerintah yang mengaku
> >>sebagai demokrasi. Walau terus terang, saya jauh lebih setuju
> >>dengan teori Locke yang lebih realis.
> >
> >:) John Lock iya, tapi theory dia sudah ditolak oleh Frank Goodnow 1900.
> >Goodnow menyatakan bahwa trias politika tidak terjadi di federal level
>yang
> >ada hanya Two Political Function yakni political expression and execution
>of
> >decision.
> >
>Saya terus terang kurang mengikuti teorinya Frank Goodnow. Jadi saya
>tak bisa banyak berkomentar.
>
>
> >>Soalnya secara jujur, fokus study saya lebih ke arah
> >>hubungan internasional dan East Asia.... Jadi bukan state theory
> >>seperti anda.
> >
> >:) Bagus sudah terfocus, saya malah masih mecari-cari. saya suka
>comparative
> >politics, public adm (budgeting and organization) and international
> >relations (american foreign policy)
>
>Jangan kuatir, semuanya bagus. Tapi mungkin lebih baik jangan ambil
>international
>relations, soalnya jadi saingan saya entar.... :-)
>
>Anyway, senang sekali berdiskusi dengan anda, and I really hope to hear
>from you
>soon.
>
>YS
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com