Salam PERMIAS,

Terima kasih banyak kepada mas Juni yang membantu memperjelas posisi
PERMIAS terhadap orang2 yang tidak bisa membedakan antara membahas
masalah SARA dengan membuat sebuah pernyataan yang berbau provokasi.

PERMIAS tidak pernah melarang anggota2 dan pengurus2 nya untuk berdiskusi
mengenai masalah SARA, dan justru PERMIAS ditantang untuk menjadi pelopor
organisasi mahasiswa Indonesia yang mampu menanggalkan perbedaan2 sosio
budaya yang melekat di setiap insan anggota PERMIAS dan mencari suatu
solusi yang terbaik bagi perbedaan2 tsb. yaitu dengan semakin meningkatkan
semangat silaturahmi -persaudaraan- diantara sesama anggota PERMIAS maupun
dengan masyarakat Indonesia yang sejalan dengan itikad baik PERMIAS.

Namun demikian, sebagaimana sudah pernah terjadi di milis ini, bila memang
ada orang yang mencoba 'memancing' dengan suatu perbuatan yang bersikap
tendensius dan hanya melihat dari satu sisi saja, sudah barang tentu,
anggota PERMIAS tidak perlu ragu untuk 'turun tangan' memperjelas posisi
PERMIAS, yaitu PERMIAS tidak memtolerir 'kelakuan' orang2 yang seperti ini
apalagi di dalam masa puasa (bagi rekan2 PERMIAS yang beragama Islam) dan
masa advent (bagi rekan2 PERMIAS yang beragama Kristen).

Sangat disayangkan memang, mengapa di bulan yang suci ini, baik bagi
rekan2 pembaca PERMIAS Net yang beragama Islam maupun Kristen dan yang
lainnya, kita bukannya diajak berbuat baik (saya salut sekali atas usaha2
ISNET yang saya baca di milis ini beberapa hari yl.) tapi malah 'digoda'
untuk berbuat dosa, dan untunglah, rekan2 PERMIAS, seperti mas Adi (?),
mas Yohanes dan mas Juni segera 'turun tangan'.

Saya ajak rekan Soehendri untuk memberikan pemikiran2 yang terbaik di
dalam memecahkan masalah2 SARA, khususnya di Ambon dan Maluku sebagaimana
yang anda minta, dan bukannya meminta dahulu dari mas Yohanes dan nanti
saya menyusul...;-)

Lha, ini bukan jenis diskusi yang baik, apalagi kalau anda memang yang
memulai, dan saya yakin, anggota dan pengurus PERMIAS akan kagum atas
masukan2 anda tsb. dan dengan senang hati berdiskusi dengan anda. Tapi,
kalau anda sudah memulai dengan menanyakan "tema Natal di Ambon dan
Maluku?" dan terus bersikap tendensius terhadap satu agama tertentu, wah
-kalau kata anak Jakarta- itu mah nantangin..;-)

Saya akan salut kalau anda juga berani menulis "tema Lebaran di berbagai
gereja di Probolinggo, Tasikmalaya, Bekasi dan di berbagai gereja yang
tidak saya bisa sebutkan lagi (sangking banyaknya yang dibakar)?". (Satu
catatan khusus buat anda yang saya yakin belum lama di milis ini, banyak
anggota PERMIAS yang percaya bahwa yang melakukan pembakaran gereja2 ini
bukanlah umat Islam, tapi adalah orang2 biadab).

Masa Puasa dan Masa Advent bagi umat beragama keturunan Nabi Ibrahim atawa
Nabi Abraham, adalah masa-masa dimana kita diajak untuk merefleksikan diri
mengenai apa dan siapa saya dan terutama sekali mengenai apa2 saja yang
sudah saya lakukan di dalam mengikuti ajaran-ajaran Tuhan YME.

Dan yang paling utama, bukan kita yang menilai apa yang telah kita lakukan
di dalam hidup kita atau di dalam milis ini, tapi semuanya kita serahkan
kepada Cinta Kasih Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Amien.

Teriring salam dan doa di masa-masa puasa dan advent ini,
M. Dharma Datubara

Kirim email ke