Irwan Ariston Napitupulu wrote:
>
> jabatan Ketua MPR itu tidak sama dengan jabatan Presiden.
> Jabatan presiden adalah kepala pemerintahan, dimana
> presiden punya wewenang penuh membuat kebijakan2 atas
> kabinetnya.
Setuju. Dan perlu ditegaskan lagi, presiden adalah individu, sedangkan
MPR adalah lembaga.
> Sementara jabatan ketua MPR lebih kepada "jubir" saja
> dari insitusi MPR. Karenanya seorang ketua MPR perlu
> berhati2 dalam berucap karena dia ngga bisa sembarangan
> membuat pernyataan yg belum tentu mencerminkan
> atau mewakili kesekatan anggota2 MPR lainnya.
> Ini yg saya lihat salah kaprah yg dilakukan oleh Amien Rais.
Kayaknya di sini nih belokannya.
Kalau saya sih mikirnya begini, karena MPR itu lembaga, maka omongan
satu atau dua orang anggota atau bahkan ketua lembaga tsb TIDAK BERARTI
sebagai atau mengatasnamakan lembaga ybs. Kalau 'omongan' lembaga tsb,
selalu akan disebut sebagai Keputusan MPR (tidak peduli siapapun anggota
MPR yang membacakannya). Dengan kata lain, biarpun ketua MPR ngomong apa
saja (di koran, di rumah, di warung, di pesantren, dll), tidak berarti
bahwa itu adalah 'produksi' lembaga MPR.
Kelihatan khan bedanya?
Saya rasa, hampir semua orang tahu posisi ini. Lha kok Irwan punya
pemikiran yang aneh gini?
> Gus Dur boleh menganggap dirinya sama dengan pemerintah
> tapi Amien Rais tidak boleh menyamakan dirinya sebagai MPR
> karena memang tidak ada wewenang seorang ketua MPR
> mengatasnamakan pendapat anggota MPR lainnya tanpa
> didului kesepakatan.
Lha ini sudah bener.
Dan kayaknya kok saya nggak pernah dengar kalau AR ngomong di luar MPR
dengan mengatasnamakan lembaga MPR. Ada contohnya nggak?
Salam,
Budi