Lah iya toh? Trinitas itu konsep ketuhanan Kristen akan Yesus. Islam, Budha, Hindu tidak kenal konsep ketuhanan Yesus tsb. Budha or Hindu punya konsep Tuhan yang lain. Islam punya konsep Tauhid. Itu semua konsep ketuhanan, mbak.
Trinitas itu konsep keagamaan Kristen yang 3 in 1. Kalo mau diperdepatkan (dan emang dah pernah di jaman baheula, cmiiw) ini tertolak oleh UUD yang berdasarkan Ketuhanan YME (yg gak 3 in 1). Tapi, untungnya...FPI or sejenisnya belum lagi di gosok soal ini kembali. Kalo mereka tergosok dan anarkis, mana yang mau dipidanakan? UUDnya? apa konsep ketuhanan Kristennya? Fatwa MUI itu juga bersifat keagamaan (Islam). Ini bukan imbauan. Gak ada imbauan untuk menghancurkan ahmadiyah or aliran sesat lainnya. Ini cuma pedoman bagi umat Islam awam ttg hukum2 agama Islamnya. Sudah jelas Fatwa MUI memang utk mengatur kedalam. Kalau kemudian ada yang menggunakan dan dgn akal-akalannya menjadikan hal tsb utk dipermasalahkan diluar maksud MUI or menjadi mengatur keluar, lah? Fatwa MUI itu kan sangat jelas bunyinya. Imbauan atau bukan ?. Fatwa Khomeini terhadap Salman Rushdi juga jelas bunyinya (Mungkin ini bisa disebut imbauan). yang proporsional aja... wassalam, --- In [email protected], Carla Annamarie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > mba Lina, > Trinitas bukan merupakan suatu konsep..mba.., n ruang lingkup > permasalahannya jauh dari fatwa MUI..pls stay on the subject, jgn > memperluas n jadi bias..,if u brought Trinitas as a argument to defend> fatwa MUI, can u give ur legal reasoning..? > anyway, i will explain to you..., fatwa MUI adalah suatu bentuk himbauan or> mungkin in strong words "Aturan" yang seharusnya internal dan inklusif, > misalnya fatwa mengenai apa yang dianggap halal n gak halal, sifatnya > mengatur ke- dalam, fatwa mengenai pluralitas adalah secara directly ada > hal2 yang dapat bentrok dengan "hal2 di Luar Mui", karena ruang lingkup nya > dilihat dari pluralitas bangsa, pluralitas agama dan kepercayaan, MUI > sendiri saya pikir bukan sekelompok orang naif n sorry to say this > "stupid"..., dengan adanya fatwa tersebut akan berdampak pada hubungan > bermasyarakat dalam konteks masyarakat yang plural, apalg kita tau bahwa > masyarakat indo khususnya dalam hal agama cenderung defensif- agresif, > bagaimana dengan toleransi antar umat beragama, karena toleransi pada > dasarnya berdasarkan asas pluralitas..? fatwa MUI dalam konteks mengatur > kedalam - untuk kalangan umat Islam itu gak dilarang..mba, tp apabila > bertentangan dengan asas pluralitas yang dijamin UUD'45, bertentangan > dengan kepentingan bgs as whole nation, karena dengan fatwa tersebut MUI > menanam bibit disintegrasi bgs... > seharusnya kepentingan bgs yang diutamakan bukan kepentingan kelompok > tertentu... > > > > > "Lina Dahlan" > <[EMAIL PROTECTED] > .com> To > Sent by: [email protected] > [EMAIL PROTECTED] cc > ups.com > Subject > [ppiindia] Re: Sejumlah Tokoh Agama > 08/01/2005 03:30 Prihatin atas Fatwa MUI > PM > > > Please respond to > [EMAIL PROTECTED] > ups.com > > > > > > > > > > > Apakah bisa sebuah fatwa (keagamaan) dijadikan dasar utk digugat > penghasutan? > > Sama saja dengan > > Apakah bisa sebuah konsep Trinitas dijadikan dasar utk tertolak di > negara RI yang juga tercantum dalam preambule UUD yang berdasarkan > ketuhanan Yang Maha Esa? > > sama saja dengan > > Apakah bisa konsep memerangi amar makruf nahi munkar dalam AlQur'an > dijadikan dasar untuk menggugat konsep tsb ke pengadilan krn telah > menjadikan segolongan umat menjadi berang terhadap orang kafir? > > Inti saya sih, pelaku anarkhis itu yang harus digugat or dihukum, > gak ada hubungan dengan fatwa. Fatwa itu sama seperti ilmu, tinggal > orang yang mengamalkannya gimana?. > > Apakah bisa ilmuwan pencipta bom/nuklir di gugat karena menciptakan > bom/nuklir yang dipake kekerasan/perang oleh manusia sekarang ini? > > Saya pecinta pluralis, saya pecinta liberalis..tapi bukan yang > kebablasan. Tapi yang proporsional...:-) > > wassalam, > > > --- In [email protected], Carla Annamarie > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > mba Lina, > > > > intinya bukan mengikat secara hukum atau tidak, tapi apakah fatwa > yang> dikeluarkan MUI bertentangan dengan UUD 45 n pembukaan UUD 45, > klo terbukti> bertentangan seharusnya pemerintah melakukan tindakan > menentang hal> tersebut, karena indo bukan neg agama, dan pluralitas > dijamin oleh UUD 45. > > klo dalam praktek bermasyarakat terdapat tindakan2 anarkhis n > kekerasan> yang dilakukan dengan dasar fatwa MUI, maka MUI dapat > digugat secara pidana> dengan dasar penghasutan... > > mba Lina, kita kudu melihat ini dalam aspek global dan aspek > > bernegara..karena kita ada dalam neg yang plural... > > > > > > > > > > > "Lina > Dahlan" > > > <[EMAIL PROTECTED] > > .com> > To > > Sent by: > [email protected] > > > [EMAIL PROTECTED] cc > > > ups.com > > > Subject > > [ppiindia] Re: Sejumlah > Tokoh Agama > > 08/01/2005 12:06 Prihatin atas Fatwa > MUI > > > PM > > > > > > > > Please respond > to > > > [EMAIL PROTECTED] > > > ups.com > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Mbak kalau aku memandangnya begini, > > Karena fatwa MUI bersifat tidak mengikat secara hukum, gak relevan > > pula kalau dihubung-hubungkan ke pembukaan UUD yang mengikat secara > > hukum. Ini soal FATWAnya. > > > > Aku pikir yang membuat hal ini menjadi heboh ketika dah masuk ke > > masalah PRAKTIS karena JIL and the gang termasuk GD yang > pendapatnya > > gak (bakal) digubris sama SBY (pemerintah). Barisan sakit hati? > > Dah...biarin aja di godok di DPR sono deh...Dari dulu ahmadiyah dah > > dianggap sesat kok? dulu dah pernah diributin kok...ngapain lagi > > sekarang meributkan hal yang sama. Nelen makanan basi. > > > > duh..perutku lagi mules..neh katanya BBM dan Gas mo naik lagi? > > Apa pemerintah sengaja mengalihkan isyu? > > > > Wassalam, > > > > --- In [email protected], Carla Annamarie > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > > ********************************************************************* ****** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi- india.org > ********************************************************************* ****** > _____________________________________________________________________ _____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hf177fr/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122900126/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

